Pages

Jumat, 21 Januari 2022

Jangan Hanya Ajarkan Anak Menabung Tetapi Ajarkan Juga Investasi Untuk Masa Depan

Didalam menjalani kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia selalu saja mendapatkan berbagai macam perjalanan kehidupan. Perjalanan kehidupan seseorang akan semakin banyak ketika seseorang tersebut bertambah usianya. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula bagi sebagian orang lainnya walaupun sudah bertambah usianya tetapi perjalanan kehidupan masih tidak begituh banyak. Namun berbicara perjalanan kehidupan pastinya akan membahas pula akan orang-orang dewasa. Alasan ketika berbicara perjalanan kehidupan akan membahas orang-orang dewasa karena biasanya semakin dewasa seseorang maka perjalanan kehidupan akan semakin banyak dibandingkan orang-orang yang usia muda.

Tentunya dengan banyaknya perjalanan kehidupan yang banyak dari orang-orang dewasa harusnya dapat menjadi sebuah pembelajaran yang berharga bagi para anak muda. Anak muda merupakan seseorang yang masih memiliki sifat labil. Kondisi labil tersebut apabila salah mengambil keputusan akan berakibat cukup fatal didalam kehidupan anak muda tersebut. Maka untuk tidak berdalam fatal didalam masa depan seseorang anak muda tersebut harus belajar dari perjalanan kehidupan para orang dewasa. Harus diakui pastinya akan ada banyak sekali perjalanan kehidupan orang-orang dewasa yang harus diambil untuk anak muda tetapi salah satunya yaitu pelajaran akan mengelola keuangan.

Dampak dari kurang baiknya mengelola keuangan bagi para orang-orang dewasa adalah munculnya sebuah generasi sandwich. Awal mula munculnya generasi sandwich pada tahun 1981 oleh seseorang Profesor sekaligus direktur praktikum University Kentucky, Lexington, Amerika Serikat yang bernama Dorothy A. Miller. Jika disederhanakan generasi sandwich merupakan sebuah generasi dimana anak muda yang sudah bekerja harus menanggung kebutuhan orang dewasa serta beberapa pihak lainnya seperti adik-adiknya.

Kondisi generasi sandwich bisa diibaratkan seperti sebuah makanan bernama sandwich. Makanan sandwich merupakan sebuah makanan yang terdiri dari sepotong daging yang dihampit oleh 2 buah roti. Ya, itulah gambaran pada generasi sandwich. Dimana orang dewasa serta adik-adiknya merupakan dua buah roti yang saling menekan potongan daging. Sedangkan potongan daging merupakan seseorang anak muda yang sudah bekerja. Anak muda tersebut seperti ditekan oleh tuntutan orang dewasa serta adik-adiknya untuk selalu dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup.

Tentunya tidak ada masalah pada generasi sandwich apabila seseorang anak muda tersebut memiliki gajih yang cukup banyak serta belum memiliki tanggungan dalam hal ini seperti berkeluarga. Tetapi akan menjadi masalah apabila orang dewasa serta adiknya tersebut menuntut anak muda tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup mewahnya sedangkan anak muda tersebut tidak memiliki gajih yang cukup untuk memenuhi. Mungkin diawal-awal dengan kondisi tersebut masih bisa ditahan-tahan tetapi apabila lama kelamaan kondisi tersebut akan menjadi sebuah masalah. Maka dari itu disini untuk menghindari akan hal yang tidak diinginkan lebih baik dari saat masih muda kita diajarikan untuk mengelola keuangan dengan baik.

Berbicara mengelola keuangan ketika masih kecil atau muda memang ada banyak sekali caranya. Tetapi cara yang diambil oleh orang tua penulis kepada penulis adalah dengan melakukan kegiatan menabung. Ya, menabung merupakan kegiatan yang selalu ditekankan oleh kedua orang tua penulis saat penulis masih kecil sampai sekarang. Bahkan dari uang jajan sehari yang diberikan orang tua sudah mewanti-wanti untuk disisihkan beberapa persen untuk ditabung. Untuk tabungan sendiri biasanya dilakukan melalui sebuah celengan plastik yang dapat dibolongin dengan mudah ketika penulis membutuhkan uang secara mendadak (hehehehe).

Tidak terasa ketika penulis ada sebuah keinginan untuk membeli sesuatu maka dengan hasil menabung tersebut penulis dapat membeli sendiri tanpa harus merengek terlebih dahulu kepada orang tua untuk dibelikan barang yang diinginkan. Ada banyak sekali barang-barang yang dapat dibeli secara mandiri dari hasil menabung dari mulai tas, baju, sepatu, sampai berbagai tempat wisata dapat dibayar secara kontan oleh penulis tanpa harus minta terlebih dahulu kepada orang tua. Hal menarik lainnya dari kegiatan menabung tersebut dengan memiliki cukup banyak dana didalam tabungan (celengan) penulis seperti dapat membeli berbagai macam hal yang diinginkan secara mandiri.

Semakin dewasa tentunya dana yang ditabung akan semakin besar. Saat masih anak kecil sampai usia dibangku SMA dana yang biasa ditabung dari mulai Rp 1000 – Rp 20000. Tetapi ketika sudah memasuki usia kuliah dengan mulai banyak tuntutan yang harus dipenuhi memang terkadang terganggung didalam melakukan kegiatan menabung. Mungkin dibeberapa hari kegiatan menabung harus dihilangkan karena ada banyak sekali hal-hal yang harus dibeli pada saat itu. Walaupun demikian penulis tetapi selalu mengharapkan dapat melakukan kegiatan menabung walaupun dengan jumlah yang kecil baik itu uang koin atau Rp 1000 per harinya. Harapannya dengan masih melakukan kegiatan menabung tersebut aktifitas menabung tidak hilang begituh saja dari kehidupan penulis.

Namun sudah waktu lama melakukan kegiatan menabung tersebut penulis merasakan cukup aneh dalam melakukan kegiatan menabung. Diawal-awal penulis belum merasakan akan hal tersebut tetapi ketika melakukan kegiatan menabung diusia kuliah merasa sepertinya ada yang salah. Kesalahan tersebut kian lama kian makin diketahui oleh penulis. Sebelum membahas mengenai kesalahan tersebut ada baiknya jika para pembaca sekalian melihat video dibawah ini.

Ada banyak sekali hal yang diangkat dari video diatas tetapi ada satu hal yang sama dengan penulis. Dimana satu hal yang sama tersebut ternyata adalah sebuah kesalahan dalam melakukan menabung dari penulis. Dimana narasumber yang bernama Felicia Putri Tjiasaka menyatakan bahwa nabung dibang membuat uang menjadi istirahat. Padahal menurutnya uang yang didapatkan seharusnya uang yang sudah dikumpulkan harus bekerja lebih keras lagi dibandingkan orangnya. Cara agar membuat uang bekerja lebih keras dibandingkan orangnya adalah dengan melakukan kegiatan investasi. Sehingga sebuah istilah nabung pangkal kaya sepertinya sudah tidak bisa sesuai lagi dengan kondisi saaat ini.

Dari video yang ditonton tentunya para pembaca sekali sudah sedikit dapat menebak bahwa saat ini kegiatan menabung merupakan kegiatan kurang tetap. Tetapi kini mau tidak mau kegiatan menabung harus diganti menjadi kegiatan berinvestasi. Alasan harus berganti kegiatan menabung dengan kegiatan berinvestasi karena saat ini ada sebuah kegiatan yang bernama inflasi. Dengan adanya inflasi tersebut secara perlahan-lahan menggerogoti uang yang dimiliki saat melakukan kegiatan menabung. Akibat menggerogoti secara perlahan-lahan membuat uang yang dimiliki yang disimpan dari kegiatan menabung apabila dibelanjakan dimasa depan nilainya akan semakin turun.

Secara Garis Besar Inflasi

Kata-kata inflasi tentunya merupakan bukan sebuah kata-kata yang baru namun biasanya kata-kata inflasi tersebut diucapkan oleh para pakar-pakar ekonomi. Memang terkadang banyak sekali para pakar ekonomi yang selalu membawa-bawa kata inflasi. Menurut situs Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa inflasi merupakan sebuah kondisi terjadi kenaikan harga barang dan jasa secara umum serta terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Jadi apabila saat menjalani kehidupan sehari-hari kita sebagai masyarakat merasakan bahwa harga kebutuhan barang serta jasa mengalami kenaikan nilainya saat itulah kita telah memasuki kondisi inflasi.

Setiap negara yang ada di dunia pastinya tidak akan terlepas dari yang namanya kejadian yang bernama inflasi. Dengan hal tersebut maka bisa dikatakan bahwa negara Indonesia pun akan merasakan sebuah kejadian inflasi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa negara Indonesia mengalami inflasi sebesar 1,59% secara tahunan (year on year/you) dengan indeks harga konsumen (IHK) 106,57 pada Agustus 2021. Sedangkan tingkat inflasi pada bulan lalu sedikit lebih tinggi dari bulan Juli 2021 yang mencapai 1,52%. Walaupun demikian tetapi dengan angka inflasi tersebut benar-benar memberikan dampak yang luar biasa atas kenaikan harga atas segala macam kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Jika penulis hanya melakukan kegiatan menabung dengan adanya penggerogotan dari inflasi tentunya uang yang dimiliki nilainya akan semakin turun. Padahal niat awal dari melakukan kegiatan menabung adalah untuk menyimpan uang agar dapat membelikan barang yang diinginkan. Tetapi pada kenyataanya semakin lama uang ditabung maka secara perlahan-lahan pula harga barang yang akan dibeli mengalami kenaikan. Dengan terjadi kenaikan harga barang bukan barang dapat dibeli dari kegiatan menabung malah yang didapat hanya dapat mengumpulkan uang tetapi barang yang dimau tidak bisa dibeli.

Akibat kondisi tersebut tentunya penulis membutuhkan sebuah mentor lainnya agar dapat membimbing penulis untuk dapat bisa melakukan kegiatan investasi. Setelah sekian banyak mencari mentor yang dapat membimbing penulis jatuhlah kepada seseorang bapak kos. Saat awal-awal yang dilihat penulis dipagi hari adalah bapak kos selalu saja diam disebuah kursi dengan beberapa makanan berupa gorengan yang didamping sebuah kopi hitam sambil memegang alat elektronik. Ada banyak sekali alat elekonik yang digunakan oleh bapak kos dari mulai hp sampai laptop. Ditiap paginya bapak kos selalu saja melihat layar alat elektronik sambil beberapa kali mengucapkan untung, rugi, merah, dan hijau.

Kata-kata yang dikeluarkan oleh bapak kos sambil memegang alat elektronik tersebut tentunya membuat penulis bertanya-tanya saat melihatnya. Akhirnya penulis memberanikan diri untuk bertanya sedang apa yang dilakukan oleh bapak kos tersebut. Diawal-awal mungkin bapak kos seperti bertanya-tanya ngapai ini penulis datang mengampirinya. Tetapi dengan semakin seringnya penulis bertanya kepada bapak kos yang saat itu sedang menatap layar dengan ditemani beberapa makanan dan minuman akhirnya bapak kos memberikan informasi.

Bapak Kos Investasi

Memang jika dipaparkan secara detail akan sangat panjang sekali pembahasannya maka untuk mempersingkat waktu disini penulis akan memaparkan secara intinya saja. Hal yang dilakukan oleh bapak kos dipagi hari sebelum berangkat bekerja adalah melakukan pembelian atau penjualan atas investasi yang dilakukan. Alasan pemilihan waktu dipagi hari karena waktu disiang hari bapak kos sedang melakukan pekerjaan utamanya sebagai pekerja kantoran. Sedangkan tidak memilih malam hari karena waktu tersebut digunakan untuk beristirahat agar ketika bekerja kantoran tidak menganggu. Dengan alasan tersebut maka bapak kos selalu memilih waktu di pagi hari sebelum berangkat pergi kekantor.

Secara sederhana yang dilakukan oleh bapak kos adalah melakukan investasi dengan membeli atau menjual produk-produk investasi yang diperjual belikan. Memang ada banyak sekali produk investasi yang jual beli oleh bapak kos dari mulai P2P Lending, reksadana, sampai emas secara online. Semua produk-produk investasi tersebut semua bapak kos lakukan hanya untuk satu tujuan. Tujuan tersebut yaitu untuk mempersiapkan dana untuk anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.

Walaupun saat ini jika membahas mengenai aliran dana yang dimiliki oleh bapak kos cukup banyak. Pertama adalah dari gajih yang diterima setiap bulannya sebagai pekerja. Kedua adalah kamar kos sejumlah lima buah yang akan memberikan pemasukan dari para penyewanya. Ketiga adalah warung yang berjualan berbagai makanan dan minuman sebagai pemasukan lainnya. Tetapi menurut bapak kos rasanya ketiga sumber aliran dana keuangan tersebut belum dirasa cukup. Apalagi dengan jumlah dana pendidikan di perguruan tinggi yang terus mengalami kenaikan rasanya kurang apabila memenuhi akan hal tersebut.

Dari sekian banyak produk investasi yang dilakukan oleh bapak kos tersebut hanya ada satu produk yang selalu ditekankan oleh bapak kos kepada penulis yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Dimana produk investasi yang selalu ditekankan adalah produk investasi bernama reksadana. Alasan pertama adalah fleksibel, kegiatan baik itu dari mulai berbagai macam akses sangat mudah atas perkembangan reksadana yang dibeli hanya bermodal hp sudah dapat melakukan transaksi atau pengecekan dimanapun dan kapanpun. Alasan kedua adalah minum resiko, ya dengan minim resiko tersebut bisa dikatakan produk investasi reksadana cocok untuk para mahasiswa. Alasan ketiga adalah modalnya kecil, dengan modal yang kecil bisa dikatakan seperti menabung tetapi kali ini nabungnya tidak berbentuk uang secara nyata tetapi kini nabungnya dalam bentuk investasi berupa reksadana. Alasan keempat adalah mudah, apabila para mahasiswa tidak mau pusing-pusing mengurusi reksadananya bisa pengelolaannya diberikan kepada manajer investasi yang sudah profesional dalam mengurus investasinya.

Tips Memilih Reksadana 

Berdasarkan Pengalaman Bapak Kos

Bapak kos walaupun sudah beberapa tahun terjun didalam dunia investasi tidak menutup kemungkinan mengalami kerugian juga. Berbicara kerungian pastinya sudah banyak sekali pahitnya yang dialami oleh bapak kos. Bahkan menurut cerita bapak kos ada beberapa produk investasi yang dibelinya sampai saat penulis berbincang-bincang masih belum menunjukan keuntungan yang didapatkan. Apalagi dipaparkan oleh bapak kos biaya yang sudah dicukurkan untuk membeli produk investasi tersebut tidaklah sedikit. Maka dari itu ada beberapa tips-tips yang diberikan oleh bapak kos kepada penulis sebelum mau membeli produk investasi reksadana. Berikut ini adalah beberapa tips yang diberikan oleh bapak kos kepada penulis yaitu:

  1. Memahami tujuan yang ingin dicapai. Didalam dunia investasi ada sebuah istilah yang cukup umum dengan nama high risk high return. Dimana arti dari kata-kata tersebut semakin tinggi resiko yang diberikan akan semakin tinggi pula keuntungan yang diberikan. Maka dari itu sebelum memahami akan istilah tersebut seseorang seperti penulis harus merencanakan terlebih dahulu tujuan apa yang mau dicapai. Dengan sudah mengetahui tujuan yang mau dicapai maka penulis dapat memberikan sebuah batas resiko yang dapat diterima serta keuntungan yang maksimal. Hal tersebut tentunya dapat menekan dampak kerugian yang diberikan serta meningkatkan potensi atas keuntungan yang dapat diraih.
  2. Menetapkan waktu untuk merealisasikan tujuan. Setelah mengetahui tujuan yang ingin dicapai selanjutnya adalah menetapkan waktu untuk merealisasikan tujuan. Memang didalam investasi reksadana ada banyak sekali produk yang diberikan. Untuk bapak kos sendiri waktu terkadang mempengaruhi atas produk reksadana yang dibeli. Untuk 1-2 tahun biasanya produk investasi didominasi oleh reksadana pasar uang. Untuk 2-4 tahun biasanya didominasi oleh reksadana pendapatan tetap. Sedangkan untuk 4-6 tahun biasanya didominasi oleh reksadana campuran. Tetapi apabila diatas 6 tahun biasanya lebih didominasi oleh reksadana saham. Maka dari itu disini penulis atau pihak lain yang mau berinvestasi reksadana harus menentukan waktunya karena akan berpengaruh pada produk reksadana yang akan dibeli.
  3. Memilih Manajer Investasi yang baik. Pada point ketiga ini sebenarnya lebih ditekankan kepada pihak mahasiswa yang tidak mau mengelola produk investasi reksadananya secara mandiri. Sehingg solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan manajer investasi. Ketika sudah memilih manajer investasi jangan sampai terjadi jebakan batman. Dimana seharusnya dengan manajer investasi mengelola dana pemilik lebih baik sehingga menghasilkan keuntungan tetapi malah manajer investasi secara asal-asalan mengelola dananya sehingga kerugian yang didapatkan. Walaupun kerugian yang didapatkan tetapi biaya pembayaran atas jasa dari manajer investasi tetap stabil. Tentunya hal tersebut hanya menguntungnkan pihak manajer investasi. Maka dari itu disini pihak mahasiswa ataupun penulis apabila mau menggunakan manajer investasi harus pahami seluk beluk dari pihak manajer investasi tersebut.
  4. Tempat pembelian investasi reksadana haruslah jelas. Semua point-point atas tips-tips akan sangat percuma apabila kita dalam hal ini penulis atau seseorang pembeli produk investasi reksadana tidak jelas tempatnya. Apalagi dengan teknologi yang sudah semakin maju pastinya akan ada banyak pihak yang memberikan tempat pembelian investasi reksadana. Dengan banyaknya tersebut tentunya dimanfaatkan oleh para oknum-oknum nakal untuk mencari keuntungan dengan menjebak masyarakat. Maka dari itu disini baik harus diperhatikan terlebih dahulu tempat pembelian investasi reksadana sebelum benar-benar menanamkan dana didalam tempat tersebut.

Berdasarkan hasil bincang-bincang dengan bapak kos memang ada banyak sekali tips-tips yang diberikan tetapi hanya empat saja yang diberikan oleh penulis. Dari keempat point yang dipaparkan ada satu point yang masih terbayang didalam benak penulis ketika selesai berbincang-bincang. Dimana dari keempat point tersebut point ke empatlah yang selalu menjadi perhatian penulis. Apalagi harus diakui juga kini sudah tumbuh subur akan tempat pembelian investasi reksana membuat penulis menjadi binggung. Akhirnya telah selesai perkuliahan penulis langsung berselancar didalam dunia internet dengan mengambil tema tentang investasi reksadana. Akhirnya penulis menemukan sebuah tempat bernama invesnow.

Pengenalan invesnow

Pihak invesnow bisa dikatakan merupakan sebuah pihak agen yang sangat profesional serta sudah tersertifikasi dan memiliki pengalaman yang dalam dalam mengelola sebuah investasi reksadana. Tim-tim yang ada didalam invesnow juga sudah berpengalaman didalam bidang industri keuangan sehingga para pengguna layanannya akan diberikan sebuah hasil analisis serta rekomendasi yang disesuai dengan kebutuhan para pelangganya. Tidak hanya itu didalam tim yang ada didalam invesnow akan memberikan sebuah saran atas produk investasi yang telah diukur resiko sehingga potensi keuntungan yang didapatkan akan menjadi maksimal bagi para pengguna.

Didalam invesnow juga hanya menyediakan sebuah investasi atas reksadana yang memiliki minimal Bintang 3 ke atas dari hasil pilihan yang telah dilakukan analisis terlebih dahulu. Tidak hanya itu investasi portofolio reksadana yang ditawarkan juga mewajibkan setidaknya memiliki dana yang dikelola lebih dari Rp 25 miliar. Dengan jumlah dana yang dikelola tersebut memiliki tujuan agar dapat terhindar dari beberapa peluang kemungkinan atas terjadinya likuidasi investasi reksadana. Sehingga produk-produk investasi reksadana dapat memberikan hasil yang maksimal ketika dibeli oleh masyarakat secara luas.

Tentunya pihak invesnow juga mengetahui bahwa pastinya didalam melakukan kegiatan investasi tidak dapat dipatok semua secara rata akan menghasilkan keuntungan yang banyak. Pastinya ada beberapa produk-produk investasi reksadana yang pastinya mengalami kerugian. Walaupun terdapat peluang kerugian tetapi didalam pihak invesnow selalu memiliki cara-cara lainnya agar kerugian yang dapat diterima tidak begitu dalam akan menguras dompet. Dimana cara yang dilakukan oleh pihak invesnow untuk menekan kerugian bagi para pengguna layanannya dengan beberapa hal seperti menjual investasi reksadana yang meiliki kinerja akan historis yang unggul, dikelola oleh manajer investasi yang memiliki pengalaman yang sudah banyak, sampai memiliki Corporate Governance yang baik.

Kelebihan invesnow

Setelah mengetahui secara umum atas invesnow akan kurang lengkap rasanya jika tidak membahas mengenai kelebihan yang dimiliki oleh invesnow. Apalagi saat ini penulis sedang berjelajah didalam website yang bernama invesnow. Dari hasil jelajah yang dilakukan oleh penulis terhadap situs invesnow ada beberapa benang merah yang dapat ditarik oleh penulis mengenai kelebihan yang dimiliki oleh invesnow. Berikut ini adalah benang merah atas kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh invesnow yaitu:

Jaminan yang kuat.

Berbicara jaminan pastinya akan ada banyak hal yang dapat dilakukan tetapi oleh invesnow salah satunya mendapatkan sebuah izin kegiatan. Berbicara izin yang dimiliki oleh pihak invesnow salah satunya diberikan dari pihak Otoritas Jasa Keuangan sebagai Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang khusus didirikan untuk memasarkan Efek Reksa Dana yang sudah sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 39/POJK. 04/2014.

Tidak hanya itu saja jaminan yang diberikan juga ada hal lain dalam hal ini seperti kejelasan dalam komunikasi. Pihak invesnow selalu saja memberikan sebuah berbagai informasi kepada masyarakat secara luas akan beberapa cara untuk dapat menghubungi pihak invesnow. Untuk lebih jelasnya cara untuk menghubungi pihak invesnow akan dipaparkan oleh penulis melalui sebuah gambar dibawah. Harapannya dengan adanya berbagai macam cara untuk menghubungi pihak invesnow ketika para pengguna layanan dari pihak invesnow mendapatkan berbagai macam masalah segera diselesaikan oleh pihak invesnow.

Banyak Promo.

Didalam kegiatan sehari-hari dari pihak invesnow tidak bisa terlepas dari yang namanya sebuah promo. Ada banyak sekali promo-promo yang disediakan salah satu promonya yaitu “Investasi reksa dana Sinarmas Asset Management di Invesnow bisa dapat voucher reksa dana hinggaSamsung Galaxy Z Fold3 5G”. Untuk promo tersebut berlangsung dari tanggal 3 Januari – 28 Februari 2022 waktu tersebut masih bisa dikatakan lama sehingga para pengguna layanan dari pihak invesnow dapat bersiap-siap agar dapat mendapatkan promo tersebut. Promo yang diberikan tersebut kepada setiap para pembeli yang sudah membeli berbagai macam akan semua produk reksa dana yang berasal dari Sinarmas AM (kecuali jenis reksa dana pasar uang) yang dijual melalui website invesnow.

Selalu Memiliki Rencana Cadangan.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa berbicara mengenai investasi tidak hanya selalu berkaitan dengan keuntungan tetapi bahkan terkadang juga mengalami kerugian. Dengan masih memiliki potensi akan kerugian tentunya disini pihak invesnow selalu memiliki berbagai macam cara-cara agar potensi dampak dari kerugian yang didapatkan. Ada banyak sekali cara-cara yang dilakukan oleh pihak invesnow seperti yang telah dipaparkan. Agar lebih jelas mengenai rencana cadangan yang dilakukan oleh pihak invesnow penulis paparkan melalui sebuah gambar dibawah.

Pada dasarnya ada banyak sekali kelebihan yang dimiliki oleh pihak invesnow salah satunya telah dipaparkan diatas.

Harapan Penulis 

Dengan Adanya Pihak invesnow

Tentunya dengan ada sebuah harapan penulis terhadap pihak invesnow sebagai tempat penyedia layanan investasi reksadana. Penulis saat ini merupakan salah satu mahasiswa yang ada di negara Indonesia. Ketika masih mahasiswa ada sebuah momok yang menakutkan ketika menjalani kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa. Dimana momok yang menakutkan tersebut adalah saat menyusun tugas akhir. Pada umumnya biasanya ketika sedang menyusun tugas akhir akan ada banyak dana yang dikeluarkan. Dana-dana yang dikeluarkan tersebut ada banyak sekali dari mulai biaya ngeprint, transportasi, makan, dan masih banyak lagi. Saking banyaknya dana yang dibutuhkan tentunya dapat menjadi sebuah permasalahan jika tidak disiapkan. Maka dari itu disini penulis memiliki harapan ketika sudah menanamkan uang didalam pihak invesnow maka akan dapat memberikan hasil yang cukup untuk penulis dapat menyusun tugas akhir nantinya. Sehingga penulis tidak usah kembali terus menerus meminta dana kepada orang tua atau bisa dikatakan menyusun tugas akhir dari uang hasil investasi reksadana yang dimiliki dari pihak invesnow

Dimana tujuan akhir atas harapan tersebut dapat setidaknya meringankan beban orang tua atas dana yang telah dikeluarkan begitu banyak saat penulis masih memiliki status sebagai mahasiswa. Apalagi penulis sudah setidaknya diberikan sebuah ilmu pengetahuan dari bapak kos serta pihak invesnow melalui berbagai macam video atau tulisan yang ada didalam website invesnow. Sehingga harapannya dengan hal tersebut dana yang dikumpulkan dari hasil investasi reksadana dari invesnow dapat memenuhi kebutuhan dana atas memenuhi segala macam hal dalam menyusun tugas akhir nanti.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.

Sumber tulisan, gambar, dan video:

  1. https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20570
  2. https://www.youtube.com/watch?v=eq7Uc8mNHjI
  3. https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/inflasi/default.aspx
  4. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/09/01/inflasi-tahunan-ri-meningkat-jadi-159-pada-agustus-2021
  5. https://invesnow.id/
  6. https://pixabay.com/id/photos/tangan-tanaman-tanah-tumbuh-1838659/
  7. https://pixabay.com/id/photos/sandwich-roti-makanan-sarapan-2301387/
  8. https://pixabay.com/id/photos/celengan-simpan-babi-ekonomis-1595992/
  9. https://pixabay.com/id/photos/euro-uang-inflasi-mata-uang-2387086/
  10. https://pixabay.com/id/photos/uang-koin-investasi-bisnis-2724241/

Kamis, 20 Januari 2022

Jangan Julid Dahulu, Pelajari Terlebih Dahulu Bisnis Sebelum Memulai

“Sudah sekolah tinggi ujung-unjungnya jualan”.

“Rugi tuh orang tua sudah keluar banyak modal”.

“Alah palingan rugi kalau sudah buka bisnisnya”.

Itulah salah satu contoh dari sekian banyak kata-kata yang dikeluarkan oleh masyarakat ketika seseorang yang sudah selesai menyelesaikan pendidikan sarjana memutuskan untuk memulai sebuah bisnis. Cemoohan sampai cacian baik itu dari masyarakat sekitar atau bahkan dari keluarga pastinya akan datang.

Dari sekian banyak cemoohan sampai cacian yang diberikan ada satu yang cukup menusuk kedalam hati. Dengan menusuk kedalam hati tersebut diolah menjadi sebuah dendam untuk membuktikan bahwa diri sendiri dapat sukses dengan pilihan sendiri.

“Sudah sarjana bukannya memilih kerja stabil seperti PNS malah memilih jualan, kalau gituh tidak usah kuliah”

Ya, harus diakui bahwa didalam masyarakat masih ada sebuah pemikiran yang selalu melekat. Dimana pemikiran tersebut adalah bahwa ketika seseorang dinyatakan lulus dari bangku perkuliahan maka seseorang harus bekerja. Bekerja yang harus dipilih oleh seseorang sarjana adalah pekerjaan yang memakai pakaian rapih seperti kemeja dan bekerja di gedung-gedung tinggi. Akibatnya ketika seseorang sarjana tidak bekerja dikondisi tersebut maka seseorang sarjana tersebut akan mendapatkan cemoohooan sampai cacian dari masyarakat.

Namun sadarkan para pembaca sekalian bahwa ternyata pemikiran tersebut melahirkan sebuah dampak yang kurang baik bagi masyarakat. Dampak kurang baik pada masyarakat karena muncul dimana seharusnya para sarjana sebagai agent of chance kini tidak bisa memaksimalkan perannya.

Kita tahu bahwa semakin bertambahanya tahun maka jumlah lowongan pekerjaan yang ada kian sedikit sedangkan untuk calon pencari kerja dari tahun ke tahun kian meningkat. Tentunya hal tersebut tidak dapat terjadi keseimbangan. Dengan tidak terjadi keseimbangan maka secara tidak langsung akan terjadi sebuah masalah.

Masalah tersebut terjadi karena semakin banyaknya calon pekerja yang mencari kerja tetapi lowongan kerja hanya sedikit. Kondisi tersebut akan melahirkan berbagai macam masalah dari mulai persaingan ketat untuk calon pekerja, munculnya tingkat pengangguran, sampai berbagai macam kejahatan yang dilahirkan akibat tuntutan kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk dapat menekan berbagai macam permasalahan tersebut tentunya dibutuhkan sebuah para sarjana agar dapat menemukan sebuah solusi. Dimana solusi yang dapat dilakukan adalah dengan membangun sebuah bisnis sehingga pengangguran di negara Indonesia dapat terserap.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah pengangguran yang ada di negara Indonesia sudah mencapai 9,1 juta orang di bulan Agustus 2021. Angka tersebut mengalami penaikan di bulan Februari 2021 yang hanya mancapai 8,7 juta orang. Ketika dibandingkan dengan di bulan Agustus di tahun yang lalu mengalami penurunan dari angka 9,8 juta jiwa orang. Walaupun mengalami naik dan turun tetapi apabila dilihat sebatas angka tentunya jumlah tersebut sangatlah besar.

Angka pengangguran memang masih cukup tinggi diangka sekitar 9 juta orang. Tetapi jika dilihat dengan jumlah mahasiswa yang ada di negara Indonesia tahun 2019 berada diangka 7,3 juta orang. Tentunya dengan jumlah mahasiswa yang begitu banyak pastinya dapat menjadi sumber daya manusia penggeran perubahan yang lebih baik dalam hal pengangguran dengan membuka sebuah bisnis. Ambil contoh jika seseorang mahasiswa berhasil membuat bisnis membuat bisnis serta memiliki 1 atau 2 orang pegawai. Maka pastinya sudah banyak tenaga kerja yang terserap oleh bisnis yang dijalankan.

Untuk dapat berkembang dalam membangun sebuah bisnis bagi mahasiswa tidaklah mudah. Apalagi dengan banyak stigma kurang baik bagi seseorang sarjana memilih untuk berbisnis. Maka tidak usah heran jika saat ini banyak sekali para mahasiswa yang setelah lulus lebih memilih untuk mencari pekerjaan dibandingkan membuat sebuah bisnis. Memang ada sebuah perbedaan yang banyak dari seseorang menjadi pekerja bagi orang lain dengan membuat sebuah bisnis salah satunya yaitu:

Berbicara mengenai membuat bisnis yang sudah menghasilkan pundi-pundi uang memang tidaklah mudah. Apalagi ketika seseorang tidak ada sama sekali latar belakang sebuah bisnis atau tidak memiliki ilmu pengetahuan dalam menjalankan sebuah bisnis. Belum lagi ketika memulai sebuah bisnis biasanya akan ada banyak sekali masalah yang menghampiri. Namun sebelum membahas mengenai masalah yang dihadapi oleh para pemilik bisnis lebih baik membahas terlebih dahulu sebuah kisah menarik yang berkaitan dalam berbisnis. Bahkan kisah yang akan dibahas ini sudah cukup terkenal di dalam kehidupan masyarakat serta sudah dibuatkan sebuah film. Dimana nama film tersebut bernama The Billionaire.

Film tersebut menceritakan tentang Top yang merupakan anak SMA yang kecanduan dalam game online. Tetapi dari hasil game online tersebut Top menghasilkan uang yang cukup banyak. Sayangnya karena akun game online tersebut dihapuskan sehingga Top tidak bisa lagi mengakses game onlinenya.

Top kemudian memutar otak agar mendapatkan uang setelah akun game onlinenya dibebukan. Sebelum itu ada kenyataan pahit yang harus dirasakan Top yaitu orang tuanya mengalami ke bangkrutan. Bahkan orang tuanya mengalami utang 40 juta bath sehingga rumah harus disegel oleh bank serta pihak ke China. Tetapi Top menolak untuk mengikuti orang tuanya pergi ke China. Akhirnya Top mencoba berbagai macam bisnis seperti barang elektronik berupa DVD player.

Tetapi ternyata DVD player yang dibelinya merupakan bajakan sehingga bukannya mendapatkan untung tetapi malah rugi yang didapatkan. Kemudian bisnis yang didirikan selanjutnya adalah kacang goreng khas Thailand bersama dengan pamannya. Saat sedang melakukan bisnis kacang goreng tersebut ada masalah yaitu asap yang dihasilkan dari mesin goreng mengotori dinding tempat berjualan. Sehingga Top harus keluar dari tempat tersebut. Diakhirnya bisnis yang dijalani oleh Top adalah rumput laut.

Difilm tersebut dipaparkan ada banyak sekali masalah-masalah yang harus dihadapi oleh Top agar dapat menghasilkan rumput laut yang enak, renyah, serta tidak pahit ketika dikonsumsi. Setelah selesai menyelesaikan masalah-masalah tersebut kini ada lagi tantangan didepan mata. Dimana tantangan tersebut adalah untuk dapat menyakini pihak 7-Eleven untuk mau memasarkan produknya. Ternyata untuk dapat diterima produk Top di 7-Eleven dengan syarat harus memperbaiki produk dan memiliki pabrik yang membutuhkan modal yang cukup besar. Diakhir cerita Top berhasil produknya diterima 7-Eleven serta melunasi hutang orang tuanya.

Memang kehidupan pembisnis penuhi dengan masalah-masalah yang harus dihadapi. Bahkan pembisnis yang sukses bisa digambarkan akan sebuah bongkahan es dimana yang terlihat hanyalah sekecil kesusesnya sedangkan dibawahnya ada banyak sekali masalah yang sudah dihadapi. Dari sekian banyak masalah yang dihadapi oleh pembisnis salah satunya yaitu tentang modal.

Ya, modal merupakan masalah utama yang selalu menghantui para pembisnis. Terkadang bagi beberapa pemula pembisnis ketika tidak memiliki modal maka merealisasikan bisnisnya hanya menjadi angan-angan saja. Padahal saat ini berbicara mengenai mendapatkan modal untuk memulai sebuah bisnis ada 1000 jalan yang diberikan. Salah satu contoh jalan tersebut adalah mendapatkan modal dari UMi.

UMi Berdayakan Usaha Kecilku, Yuyun Sumiyati

Yuyun Sumiyati merupakan seorang ibu rumah tangga yang sudah berusia 39 tahun dengan tiga orang anak serta tinggal di daerah Depok. Yuyun Sumiyati dikenal oleh masyarakat sebagai pedagang makanan ringan, olahan ikan, dan ayam segar. Menjadi UMKM memang tidaklah mudah apalagi Yuyun Sumiyati selalu menghadapi kendala dalam mengakses berbagai macam program pendanaan perbankan. Tetapi kini dengan adanya UMi permasalahan untuk akses modal dapat diselesaikan. Dari UMi Yuyun mendapatkan modal 2 juta yang dapat diputar kembali didalam UMKM yang dijalaninya. Sehingga dari hasil UMKMnya tersebut Yuyun dapat membantu keuangan keluarga dari mulai menyekolahkan anak-anaknya sampai membantu biaya pengobatan mata salah satu anaknya. Yuyun juga merupakan penggerak komunitas Marawis dengan pembiayaan dari UMi harapannya Yuyun dapat membeli berbagai macam peralatan Marawis.

Secara Garis Besar Mengenai UMi

UMi merupakan sebuah singkatan dari kata Pembiayaan Ultra Mikro. UMi merupakan program tahapan lanjut dari program bantuan menjadi kemandirian usaha yang targetnya para pelaku usaha mikro yang berada di lapisan bahwa belum tersentuh fasilitas perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Secara sederhana UMi merupakan bantuan pinjaman modal dari pemerintah bagi membantu para pelaku usaha mikro atau kecil. Dana dari program UMi berasal dari APBN, konstribusi lembaga daerah, dan konstribusi lembaga keuangan baik domestik maupun global. Besaran pinjaman yang diberikan oleh UMi sebesar Rp 10 juta per orang.

Skema Program UMi

Dari dana sebesar Rp 10 Juta rupiah tersebut akan dikenakan bungan ± 0,95% per bulan dengan jangka waktu pelunasan hingga 48 bulan. Jangka waktu didapatkan dari hasil akumulasi bulan berlaku selama usaha pemilik tersebut termasuk ke dalam kategori usaha mikro atau kecil. Kementerian Keuangan memaparkan bahwa proses kegiatan UMi diawali dengan pembentukan sebuah kelompok. Kelompok tersebut berguna untuk dapat memberikan fasilitas kepada masyarakat yang tidak memiliki agunan melalui pendampingan yang intensif serta tanggungan renteng. Ketika usahanya meningkat tentunya ada harapan bahwa kelompok yang dibuat tersebut dapat menjadi lebih mandiri serta memiliki aset yang dapat dijaminkan. Apabila sudah dirasa mandiri serta memiliki aset sebagai jaminan barulah kelompok tersebut boleh mengambil skema pembiayaan individu.

Target Program UMi

Program KUR yang dilakukan oleh pemerintah dari 2007 baru menyerap 17,6 juta jiwa dari 62 juta usaha. Sedangkan 44 juta masih belum mendapatkan akses pembiayaan. Sukitnya mengakses pembiayaan karena seseorang pelakut usaha ultra mikro belum memiliki aset sebagai jaminan. Masih berada di angka 44 juta harus dapat diselesaikan oleh program UMi tersebut. Pemeintah menunjuk Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai coordinated fund pembiayaan UMi. Sedangkan untuk pembiayaan UMi disalurkan melalui LKBB seperti PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, sampai PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Agar lebih jelas memahami akan program UMi maka tidak ada salahnya untuk melihat video dibawah ini terlebih dahulu.

Harapan Dari Adanya Program UMi Bagi Mahasiswa Mau Membuka Bisnis

Tentunya dari setelah dipaparkan secara garis besar mengenai program UMi ada sebuah harapan bagi para mahasiswa untuk dapat mendapatkan dana. Apalagi mahasiswa pada umumnya belum memiliki sebuah aset yang dapat dijadikan sebagai jaminan dalam meminjam dana kepada pihak keuangan yang ada. Selain itu juga potensi perkembangan bisnis dari skala UMKM yang didirikan oleh mahasiswa memiliki potensi yang besar. Belum lagi untuk target pembeli pastinya ada disekitaran fasilitas pendidikan yang ditempuh baik itu dari mulai sesama mahasiswa, tenaga pekerja, sampai berbagai macam even kegiatan kampus yang dilaksanakan. Dari target tersebut tentunya pemutaran keuangan dari bisnis yang dijalankan sudah pasti dapat bergerak.

Dengan modal yang diberikan sebesar kurang lebih Rp 10 juta rupiah para mahasiswa dapat melakukan berbagai macam bisnis seperti bisnis makanan berat. Ada banyak sekali makanan berat yang dapat dibuat dari mulai nasi kuning sampai nasi uduk. Dimana target penjualan yang paling cocok dari pagi hari sampai siang hari. Terkadang mahasiswa banyak yang melewatkan makan pagi dengan berbagai macam alasan baik itu kesiangan, tidak ada waktu, dan sebagainya. Tentunya dengan para mahasiswa yang bergerak dalam pemodalan program UMi dapat membawa makanan berat dari mulai nasi kuning sampai nasi uduk ke dalam tempat-tempat yang mudah dibeli oleh para mahasiswa. Sehingga secara tidak langsung makanan berat yang dibawa akan diserbu oleh sebagian besar oleh para mahasiswa yang belum mengonsumsi makan paginya.

Apabila dirasakan membuat makanan berat cukup sulit bagi para mahasiswa maka masih ada cara lainnya. Dimana cara lainnya tersebut adalah dengan membuat sebuah bisnis minuman. Saat ini ada banyak sekali bisnis minuman yang didirikan bahkan sampai ada sebuah istilah minuman kekinian. Tentunya tidak ada salahnya para mahasiswa mencoba membuka sebuah bisnis dari pendanaan akan program UMi. Membuat bisnis minuman tentunya tidak begitu terlalu sulit dengan membuat bisnis makanan berat yang harus memasak. Hanya bermodal beberapa campuran beberapa minuman yang dikemas menarik sudah dapat dijual produk minuman yang dibuat. Banyak sekali cerita seseorang pembisnis yang sukses dari melakukan bisnis minuman.

Tetapi apabila para mahasiswa merasa bisnis makanan dan minuman terasa terlalu ribet ada sebuah bisnis yang cukup gampang dilakukan. Bisnis yang dilakukan tersebut adalah berkaitan dengan desain. Kita pastinya sudah mengetahui bahwa didalam kegiatan mahasiswa tidak hanya didominasi oleh kegiatan pembelajaran tetapi ada juga kegiatan lainnya. Bahkan ada banyak sekali event-event yang digelar oleh mahasiswa. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tersebut tentunya membutuhkan berbagai macam desain baik itu dari mulai poster, baju, celana, dan masih banyak lagi. Peluang tersebut dapat disusupi oleh para mahasiswa untuk mencari pundi-pundi uang. Dengan modal yang diberikan program UMi tersebut dapat dibelikan akan sebuah teknologi. Teknologi tersebut yang dapat digunakan para mahasiswa untuk menciptakan berbagai macam desain yang berguna baik itu dari mulai poster, baju, celana, dan lainnya.

Harapannya diujungnya dengan adanya modal yang diberikan melalui program UMi sebesar Rp 10 juta dapat menjadi sebuah pematik roda aktifitas para mahasiswa untuk membuat sebuah bisnis. Dengan seseorang mahasiswa sudah melulai sebuah bisnis memiliki dampak lain yaitu penyerapan tenaga kerja yang ada didalam masyarakat. Ketika sudah berkembang bisnis yang dijalani tersebut pastinya secara tidak langsung membutuhkan banyak tenaga kerja yang membantu. Kondisi demikian membuat penyerapan tenaga kerja serta pengangguran menjadi kian sedikit didalam lingkungan sekitar tersebut. Hal tersebut membuat ekonomi menjadi lebih baik lagi bagi diri mahasiswa maupun lingkunganya.

Sumber gambar, tulisan, dan video:

  1. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/05/pengangguran-indonesia-kini-ada-91-juta-orang-turun-tipis-dari-tahun-lalu
  2. https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/jumlah-mahasiswa-di-indonesia-2014-2019-1592350059
  3. https://www.876fm.com/the-billionaire-film-inspiratif-terbaik-untuk-kamu-yang-ingin-menjadi-pengusaha/
  4. https://www.kemenkeu.go.id/umi
  5. https://youtu.be/LOcvFUQ3LGk
  6. https://www.ocbcnisp.com/id/article/2022/01/12/umi-adalah
  7. https://youtu.be/TE4ZMeYmZ40
  8. https://pixabay.com/id/photos/pekerjaan-kantor-tim-bisnis-5382501/
  9. https://pixabay.com/id/photos/nasi-goreng-makanan-thai-3023040/
  10. https://pixabay.com/id/photos/rintisan-papan-tulis-kamar-3267505/
  11. https://youtu.be/fVXxBtWnfRc
  12. https://www.facebook.com/523194768047358/photos/mau-tau-gak-bedanya-pebinsis-dan-pekerja-1-pendapatanpebisnis-pendapatan-nya-gak/802763020090530/