Pages

Jumat, 25 Februari 2022

Mendapatkan Pekerjaan Dengan Outsourcing

Didalam menjalani kehidupan akan ada beberapa moment-moment kehidupan yang akan dilalui secara umum oleh banyak orang. Salah satu contoh momnet kehidupan tersebut adalah mencari pekerjaan. Biasanya moment mencari pekerjaan dilakukan oleh setiap orang ketika selesai menyelesaikan pendidikan formal.

Ada sebuah desas-desus kengerian dalam mencari pekerjaan ditengah kehidupan ini. Dimana kegerian tersebut adalah sulitnya mencari pekerjaan. Sulitnya mencari pekerjaan tersebut dibarengi oleh tingginya calon pekerja yang tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang ada. Sehingga ada sebuah informasi kurang baik yang beredar didalam masyarakat bahwa seseorang yang diterima bekerja adalah seseorang yang memiliki orang dalam.

Salah satu contoh sulitnya mencari pekerjaan dialami oleh teman penulis yang sudah lulus kuliah. Ia bercerita bahwa dari setelah lulus sampai dua tahun ke depan sudah banyak lamaran yang dikirimkan. Baik itu dalam kota sampai luar kota semua dikirim dengan harapan akan diterima bekerja. Tetapi pada kenyataanya puluhan sampai ribuan lamaran pekerjaan tersebut belum ada satupun yang sampai lolos diterima.

Ia juga sudah cukup sering bulak-balik ke kantor depnaker untuk mengurus beberapa hal. Dengan ditemani oleh tas serta beberapa berkas baik itu CV ataupun hal lain selalu ia bawa kemana-mana. Sudah banyak biaya yang dikeluarkan baik itu untuk transportasi, makan, sampai berkas-berkas yang dibutuhkan. Akibat susahnya mencari pekerjaan tersebut ia sempat putus asa serta setiap kali ia berjalan membaca amplop coklat teringat akan sebuah lagu dari Iwan Fals tentang sarjana muda yang lelah mencari kerja. Seolah-olah ia terjun masuk ke dalam lagu itu didalam kehidupannya. 

Dikarenakan di kota kelahiran tidak ada berita lowongan pekerjaan, ia pun beberapa kali melakukan merantau ke beberapa kota lainnya. Dari perusahaan A sampai perusahaan Z semua dikirim berkas lamaran. Walaupun ada peluang kecil pun ia tetap kirim dengan harapan dapat diterima bekerja. Pernah beberapa kali beberapa teman menjanjikan sebuah pekerjaan. Tetapi beberapa pekerjaan yang ditawarkan tersebut harus dilakukan pembayaran diawal. Dimana biaya pembayaan tersebut pada saat itu ia bercerita cukup tinggi apalagi dengan kondisi sudah mulai menipis uang tabunganya.

Sehingga dari banyaknya tawaran pekerjaan dari teman yang harus membayar banyak yang ditolak oleh ia. Dari sekian banyak ada satu lamaran tersebut diterima walaupun harus membayar. Sesampainya di tempat pekerjaan ternyata tidak langsung diterima tetapi harus menunggu informasi lebih lanjut yang lama. Beberapa hari, beberapa minggu, sampai sebulan sudah ditunggu barulah mendapatkan pekerjaan tersebut.

Pertama kali datang ke tempat pekerjaan tentunya ada hal yang menarik salah satunya diberikan tempat tidur. Dengan adanya tempat tidur yang diberikan dapat menghemat biaya. Setelah melihat tempat tidurnya ternyata harus ditempati oleh ber-6 dengan luas yang begitu sempih. Bahkan untuk tidur secara lurus sangat sulit karena ber-6 orang tersebut. Tidak hanya sulit untuk tidur tetapi juga ada beberapa nyamuk yang selalu berusaha menghisap darah serta berisik ketika terbang terdengar oleh telinga.

Lingkungan tempat tidur yang seperti itu serta dikombinasikan oleh tekanan pekerjaan yang tidak sesuai dengan perjanjian awal membuat ia mulai berubah. Sekian banyak perubahan yang ia alami yang terlihat secara mata telanjang dari badannya. Badan ia mulai terlihat kurus seperti tidak ada daging yang ada hanyalah tulang-belulang. Akibat perubahan pada badan ditambah mulai perlahan-lahan banyak beberapa pekerja lain mengundurkan diri membuat ia juga mengundurkan diri. Untungnya uang hasil dari pekerjaan tersebut masih dapat digunkan untuk biaya transportasi kembali kerumah. Setelah keluar ia mencari pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian dirinya. Tetapi ternyata setelah beberapa tahun berlalu belum ada pekerjaan yang nyantol kepadanya.

Rasanya ia hampir putus asa karena penolakan akibat pekerjaan tersebut. Berdoa yang dikombinasikan dengan berusaha secara maksimal selalu dilakukan tetapi ternyata hasilnya masih belum terlibat. Apalagi dengan kondisi teman seangkatan yang sudah mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan-pekerjaan teman seangkatan tersebut sudah diterima di perusahaan besar dengan gajih yang sudah berada di angka dua digit. Akibat perbedaan kondisi tersebut sering kali ia bertanya-tanya dengan sebuah pertanyaan klasik tetapi selalu terbayangi, pertanyaan tersebut yaitu:

BAGAIMANA TEMAN-TEMAN SEANGKATAN BISA MEMILIKI PERBEDAAN YANG CUKUP JOMPANG DENGAN SAYA???

Saat tersebut juga ada beberapa teman seangkatan lainnya yang sudah mulai bisa membeli berbagai barang dengan merek-merek terkenal. Sedangkan pada saat itu kondisi ia masing lontang-lantung tidak jelas kemana arah tujuan. Walaupun terkadang ada kerja serabutan tetapi tidak dapat mencover biaya kehidupan sehari-hari.

Dan dari kisah kehidupan teman tersebut membuat penulis membuat termenung. Termenung akan sebuah pertanyaan yang selalu muncul akibat kisah yang ditengar. Dimana pertanyaan yang terpikirkan oleh penulis terhadap teman penulis yaitu:

MENGAPA TEMAN-TEMAN SEANGKATAN YANG DAHULU DAPAT MENDAPATKAN PEKERJAAN LEBIH BAIK DARI PADA TEMAN PENULIS TERSEBUT, SEHINGGA SEOLAH-OLAH SEKOLAH TIDAK BEGITUH BERMANFAAT?

Memang untuk mendapatkan jawaban akan pertanyaan tersebut cukup lama pengamatan yang dilakukan penulis. Tidak hanya pengamatan tetapi penulis juga melakukan sebuah analisis lebih dalam. Sekian banyak jawaban dari hasil pengamantan dan analisis yang dilakukan jawaban yang dipilih adalah ketrampilan. Ternyata ketrampilan merupakan perbedaan yang sangat mencolok antara seseorang yang menerima pekerjaan dengan mudah setelah lulus dengan yang tidak. Untuk dapat tetap mendapatkan pekerjaan setelah lulus dibutuhkan sebuah kontribusi atas kehadiran sebuah perusahaan alih daya Profesional/Outsourcing.

Outsourcing merupakan sebuah istilah yang sudah cukup terkenal didalam dunai ketenagakerjaan di Indonesia. Jika disuruh disederhanakan outsourcing bisa diartikan sebagai alih daya. Sedangkan menurut UU Nomor 13 Tahun 2003 atau UU Ketenagakerjaan mengatakan bahwa outsourcing adalah penyerahan sebagian pekerjaan kepada perusahaan lain (subkon). Biasanya di Indonesia penyerahan sebagai pekerjaan melalui sebuah mekanisme perjanjian borongan atau melalui penyediaan jasa pekerjaan atau buruh.

Di Indonesia awal-awalnya munculnya merupakan sebuah pekerjaan yang tidak memliki hubungan secara langsung dengan sebuah bisnis inti dari perusahaan tersebut. Sehingga akibat kondisi tersebut pihak perusahaan dapat mengalihkan pekerjaan tersebut kepada pihak atau perusahaan lain. Akibat penerapan tersebut biasanya para karyawan yang tergabung dalam outsourcing berukan karyawan yang dari perusahaan pengguna. Diujungnya membuat para karyawan yang termasuk ke dalam bagian dari outsourcing tidak memiliki sebuah kejelasan pada jenjang karier seperti karyawan tetap pada perusahaan.

Biasanya pekerjaan yang termasuk ke dalam outsourcing ada banyak sekali seperti operator call center, katering, petugas keamanan, dan masih banyak lagi. Dikarenakan kemudahaan yang ditawarkan oleh pihak perusahaan ooutsorcing terus menarik untuk digunakan beberapa perusahaan lainnya. Berdasarkan sebuah penelitian oleh Deloitte Global Outsourcing Survey ada beberapa faskta dan statistik mengenai alasan banyak perusahaan memilih menggunakan jasa outsorcing untuk kegiatannya yaitu:

Pertama adalah mengurangi biaya sebesar 59%, kedua untuk dapat fokus kepada tujuan bisnisnya sebesar 57%, ketiga untuk mengatasi permaslahan kapasitas 47%, keempat adalah meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan sebesar 31%, dan kelima adalah mendapatkan bantuan tim yang sudah profesional pada bidangnya sebesar 28%.

Perusahaan yang menggunakan layanan dari outsorcing juga tidak perlu menyediakan berbagai macam hak maupun fasilitas seperti pekerja tetap diperusahaan tersebut. Alasannya karena semua hal maupun fasilitas sudah diberikan oleh perusahaan outsourcing. Pada aturan UU Nomor 13 Tahun 2013 tersebut mengatakan bahwa pihak outsourcing tidak boleh digunakan untuk pekerjaan yang berkaitan secara langsung pada proses produksi. Sehingga mau tidak mau pihak pengguna dari penyedia layanan outsourcing hanya dapat digunakan pada jasa-jasa penunjang saja. Untuk lebih jelasnya mengenai akan hal tersebut berada di Pasal 66 UU Ketenagakerjaan yang mengatakan "Pekerja/buruh dari perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh tidak boleh digunakan oleh pemberi kerja untuk melaksanakan kegiatan pokok atau kegiatan yang berhubungan langsung dengan proses produksi, kecuali untuk kegiatan jasa penunjang atau kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi".

Tidak mudah untuk dapat menemukan sebuah perusahaan outsourcing yang dapat dipilih sebagai partner kerja. Walaupun kini sudah ada berbagai macam media cetak, elektronik, dan internet yang memaparkan keunggulan perusahaan outsourcing tetapi untuk menggunakan layanan tersebut tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum sebuah perusahaan menggunakan layanan dari outsourcing tetapi salah satu hal yang diperhatikan tersebut yaitu:

Pertama adalah melakukan pencarian dan seleksi mengenai beberapa perusahaan penyedia jasa outsouricing. Pencarian data mengenai perusahaan tersebut dilakukan sebanyak-banyaknya minimal sampai 20 atau mungkin lebih. Setelah didapatkan beberapa perusahaan outsourcing terpecaya dilakukanlah seleksi. Seleksi yang dilakukan dari mulai kejelasan alamat perusahaan, rekam jejak, komplain yang diterima, dan masih banyak lagi. Pastinya ketika dilakukan seleksi tersebut akan terjadi gugur beberapa perusahaan outsourcing karena tidak sesuai persyaratan yang ditentukan. Diakhir seleksi yang dilakukan dipastikan didapatkan sebuah perusahaan outsourcing dengan persayatan spesifikasi yang diinginkan oleh pihak penyewa layanan outsourcing tersebut.

Kedua adalah fleksibel terhadap peraturan yang berlaku. Pastinya disini pihak perusahaan outsorcing memiliki sebuah peraturan sendiri dengan pihak perusahaan pengguna layanan outsorcing. Adanya peraturan yang sendiri-sendiri tersebut memiliki potensi akan terjadi gesekan antara kedua belah pihak. Maka dari itu disini sebelum pihak perusahaan pengguna layanan outsorcing terlebih dahulu pastikan bahwa pihak penyedia layanan outsorcing memiliki sifat fleksibel terhadap peraturan pengguna layanan outsorcing agar tidak ada sebuah adapatasi baru lagi yang membutuhkan waktu dan tenaga yang lama bagi para pekerjanya.

Ketiga adalah harga dan metode pembayaran. Harga merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan ketika mau menggunakan layanan outsorcing. Disini pihak pengguna layanan outsorcing jangan hanya tergoda dengan harga yang miring. Biasa saja harga yang miring tersebut memiliki kualitas sumber daya manusia yang kurang baik. Tentunya jika sudah didapatkan sumber daya manusia kurang baik yang merasa dirugikan balik lagi kepada pihak pengguna layanan outsorcing. Tetapi bukan berarti bahwa harga yang mahal akan sebanding pula dengan kualitas sumber daya manusianya. Maka dari itu disini pihak pengguna layanan outsorcing harus terlebih dahulu mengecek harga yang ditawarkan.

Setelah dirasakan cocok dengan harga yang ditawarkan hal lain yang harus dicek adalah metode pembayaran. Setiap perusahaan pemiliki layanan outsorcing pastinya memiliki cara sendiri-sendiri dalam metode pembayaran. Beberapa pihak pemilik jasa outsorcing ada yang menginginkan metode pembayaran diawal, diakhir, atau awal serta akhir. Apabila tidak dicek diawal bisa pihak pemilik layanan outsorcing menginginkan metode pembayaran yang berbeda-beda disetiap bulannya. Jika sudah demikian maka bisa saja terjadi ketika pengguna layanan sedang tidak memiliki keuangan yang baik kemudian ditagih pembayaran atas penggunaan layanan outsorcing. Ketika sudah terjadi kondisi demikian maka akan merugikan kedua belah pihak khususnya pengguna layanan outsorcing. Bisa saja akibat terjadi penunggakan karena tidak diketahui metode pembayaran bulannanya membuat kedua pihak tersebut sampai bertarung di meja hijau.

Keempat adalah metode perekrutan sumber daya manusia. Inti dari penyedia outsorcing adalah menyediakan sumber daya manusia yang dapat membantu perusahaan lain selain bidang produksi. Sehingga dengan kondisi tersebut pihak pengguna layanan outsorcing harus memperhatikan metode perekrutan sumber daya manusia pada perusahaan penyedia outsorcing. Ada banyak sekali metode yang digunakan untuk perekrutan sumber daya manusia sebelum benar-benar ditetapkan menjadi bagian didalamnya. Disini sebelum benar-benar menyetujui pihak pengguna layanan outsorcing lebih baiknya meminta hasil dari metode perekrutan sumber daya manusia yang dilakukan. Dari hasil tersebut maka pengguna layanan tersebut dapat yakin bahwa sumber daya manusia yang dikirimkan benar-benar memiliki skill yang dibutuhkan.

Pada dasarnya ada banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan sebelum perusahaan pengguna layanan outsorcing tetai salah satu hal tersebut telah dipaparkan diatas. Berbicara perusahaan penyedia layanan outsorcing maka pertama kali yang terlintas oleh penulis adalah PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS). Kemudian timbul sebuah pertanyaan yaitu:

APA ITU 

PT.SINAR JERNIH SUKSESINDO (SJS)???

PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang outsourcing. PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) juga menyediakan berbagai layanan dengan tenaga kerja dan layanan outsourcing khusus bagi para penggunanya. Alasan utama berdirinya PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) agar dapat memenuhi tingginya kebutuhan akan permintaan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas bagi berbagai macam perusahaan yang ada. Dengan adanya PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) sebagai penyedia layanan outsourcing dapat memenuhi akan kebutuhan tenaga terampil dan berkualitas bagi agar perusahaan yang membutuhkan tetap dapat berjalan tanpa adanya hambatan didalamnya.

Setelah berjalan dari mulai awal sampai saat ini sudah banyak sekali para pengguna layanan outsourcing dari pihak PT.SinarJernih Suksesindo (SJS). Bahkan bisa dikatakan bahwa para pelangganya tersebut mulai dari perusahaan lokal maupun multinasional yang sudah tersebar di berbagai macam industri pada seluruh tanah air. Dengan sudah banyaknya pengguna layanannya tersebut PT.SinarJernih Suksesindo (SJS) selalu memiliki komitmen dapat meningkatan layanannya dari mulai inovasi, layanan, dan berbagai macam hal lainnya.

Ada hal yang menarik pada PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) adalah sebuah keyakinan. Dimana didalam PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) yakin bahwa aset terbesar pada perusahaan tersebut bertumpu pada sumber daya manusianya. Akibatnya para sumber daya manusia yang terlibat pada harus diseleksi sangat ketat sehingga yang bergabung memiliki skill yang sesuai dengan posisi dibutuhkan. Tidak hanya itu saja pihak PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) sebagai pihak penyedia layanan outsourcing juga turut memberikan sebuah konstribusi yang besar bagi pengelolaan tenaga kerja di Indonesia salah satu yaitu:

Pertama adalah memberikan sebuah keterampilan dengan tenaga pelatih yang profesional. Secara khusus disini pihak PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) memberikan sebuah keterampilan. Keterampilan tersebut diberikan oleh tenaga profeional kepada pihak pengguna layanan dari PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) sesuai dengan kesepakatan awal dan kesepakatan tingkat layanan yang digunakaan. Ada banyak sekali keterampilan yang diberikan dari mulai pelatihan soft skill seperti pelatihan motivasi sampai pelatihan hipnoterapi sampai yang lainnya. Belum lagi disini pihak PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) melalui pelatih profesional melakukan sebuah penyusuaian terhadap materi yang diberikan sesuai kebutuhkan. Agar lebih maksimal pihak PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) juga menyediakan sebuah staf in house trainer yang berpengalaman bagi para pengguna layanan tersebut. Sehingga diakhirnya keterampilan bagi tenaga kerja dapat meningkat lebih baik dari pada sebelumnya.

Kedua adalah menyediakan sumber daya manusia dengan skill yang telah disesuaikan dengan kebutuhan industri. Disini sumber daya manusia yang dapat tergabung kedalam PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) hanya seseorang dengan skill terbaik dibidangnya. Cara untuk menyeleksi akan mendaptkan seseorang dengan skill terbaik adalah melalui perekrutan serta beberapa uji diawal. Beberapa uji yang dilakukan untuk dapat mengetahui akan skill dan kondisi dari pekerja tersebut. Sehingga dari hasil uji tersebut dapat menjadi sebuah patokan bagi PT.SinarJernih Suksesindo (SJS) untuk dapat menyarulkan seseorang kepada pihak pengguna layanan outsourcing sesuia dengan skill seseorang tersebut. Sehingga diakhirnya kebutuhan tenaga terampil di sektor industri dapat dipenuhi oleh PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) sebagai perusahaan penyedia layanan outsourcing sesuai skill yang dimiliki pekerja tersebut.

Ketiga adalah memberikan pengajian yang layak dan tepat waktu. Didalam PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) percaya bahwa dalam mengajih karyawan merupakan sebuah hal yang terpenting bagi karyawan tersebut. Pada umumnya gajih yang diberikan oleh PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) akan digunakan oleh karyawan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sehingga apabila pihak PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) memberikan telat dalam memberi gajih maka akan menganggu aktifitas kehidupan karyawan. Tentunya disini pihak PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) tidak mau akan terjadi pada karyawan sehingga pemberian gajih sesuai dengan komitmen diawal. Serta akan ada sebuah notifikasi bawaan yang dikirim melalui SMS mengenai detail gaih yang diterima bagi karyawan kontrak.

Keempat adalah memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan. Setiap pihak pastinya memiliki kebutuhan yang berbeda-beda antara perusahaan A dan perusahaan lainnya. Kondisi tersebut disini pihak PT.SinarJernih Suksesindo (SJS) selalu berusaha untuk memberikan sebuah layanan sesuai kebutuhan setiap pihak tersebut. Melalui pendekatan konsultatif pihak PT.Sinar Jernih Suksesindo (SJS) selalu dapat memberikan kebutuhan pengguna serta menindaklanjuti maupun menyesuaikan agar mendapatkan sebuah outpus sesuai kebutuhan pihak perusahaan penggunannya.

Berbicara mengenai konstribusi sudah ada banyak sekali hal yang dilakukan oleh PT.Sinar Jernih Suksesindo tetapi salah satunya telah dipaparkan diatas. Apalagi kini sudah 10 Tahun SJS berdiri jika dianalisis lebih dalam akan ada banyak sekali yang telah dilakukan. Dimana salah satunya yaitu training dan sosialisasi karyawan penempatan Jotun, sosialisasi karyawan penempatan BCA Multifinance, sampai sosialisasi karyawan penempatan Grab. Semua hal yang dilakukan oleh PT.Sinar Jernih Suksesindo membuat seseorang yang belum mendapatkan pekerjaan dapat yakin memiliki pekerjaan yang sesuai dengan skill yang dimiliki sehingga kata SJSYakin dapat kerja merupakan sebuah keyakinan yang harus selalu diyakini oleh pihak yang tergabung dalam perusahaan PT.Sinar Jernih Suksesindo.

LANTAS, BAGAIMANA CARANYA UNTUK DAPAT BERGABUNG MENJADI BAGIAN DARI PT.SINAR JERNIH SUKSESINDO???

Agar lebih jelas mengenai pemaparan atas pertanyaan diatas maka disini penulis memaparkan melalui sebuah video. Harapannya dengan dipaparkan melalui sebuah video para pembaca dapat lebih memahami karena video menampilkan gambar serta audio sehingga dapat dipahami dibandingkan hanya melalui sebuah tulisan yang mengandalkan kata-kata saja.

Dengan adanya kontribusi yang sangat besar dilakukan oleh PT.Sinar Jernih Suksesindo seperti yang telah dipaparkan diatas dapat memberikan dampak yang besar. Dimana salah satu dampak yang besar tersebut adalah penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Potensi industri Indonesia yang terus bertumbuh dibutuhkan sebuah sumber daya manusia yang memiliki skll sesuai dengan kebutuhan industri. Adanya PT.Sinar Jernih Suksesindo selain dapat menarik seseorang menjadi sumber daya manusia yang dapat memenuhi kebutuhan akan dunia industri yang sedang naik-naiknya. Tidak hanya itu saja juga dapat memberikan harapan cerah bagi seseorang yang belum mendapatkan agar kehidupannya menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.

Semoga dengan ada tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca. Terima kasih.

Sumber gambar, video, dan tulisan:

  1. https://money.kompas.com/read/2021/07/08/220300126/apa-itu-outsourcing--pengertian-contoh-dan-aturannya-di-indonesia?page=all
  2. https://phintraco.com/fakta-dan-statistik-seputar-outsourcing/#_ftn1
  3. https://www.youtube.com/watch?v=i4wmLsF6HMk
  4. https://www.youtube.com/watch?v=fg5H2DnseYU
  5. https://youtu.be/3jhy03zlEls
  6. https://serangid.id/tag/sinarjernihsuksesindo-co-id
  7. UU Nomor 13 Tahun 2013  
  8. http://sinarjernihsuksesindo.co.id/publik/
  9. https://pixabay.com/id/photos/kelulusan-remaja-sekolah-tinggi-995042/
  10. https://pixabay.com/id/photos/putus-asa-pengusaha-bisnis-2261021/
  11. https://pixabay.com/id/photos/pekerjaan-mencari-aplikasi-kriteria-3338103/

Selasa, 22 Februari 2022

Generasi Z Untuk Gemar Membaca Melalui Perpustakaan Unsyiah

Kutu Buku

Itulah julukan yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang yang memiliki sifat akan mencintai kegiatan membaca. Biasanya kegiatan membaca seseorang tersebut ditandai oleh selalu membawa buku kemana-mana. Akibat selalu membaca buku kemana-mana tersebut munculah sebuah julukan kutu buku bagi seseorang yang mencintai kegiatan membaca buku.

Seharusnya menjadi seseorang yang memiliki julukan kutu buku harusnya memiliki sifat positif. Dengan membaca buku berbagai macam hal pastinya akan membuat seseorang memiliki pengetahuan yang lebih banyak dibandingkan orang lain. Tetapi pada kenyataanya didalam masyarakat menjadi seseorang dengan julukan kutu buku kurang dipandang hal positif.

Kurang dipandangnya positif terhadap seseorang kutu buku karena diberbagai macam cerita sampai film seseorang yang digambarkan kutu buku kurang baik. Kaku, tidak menarik, pasif, punya dunia sendiri, pakaian ketinggalan zaman, sampai kacamata yang super tebal. Dengan penggambaran yang seperti itu membuat banyak anak-anak muda dalam hal ini yang termasuk ke dalam generasi Z tidak mau mendapatkan gambar tersebut pada dirinya.

Padahal generasi Z merupakan sebuah generasi penerus bangsa yang dapat menjalankan arah negara Indonesia menjadi lebih baik. Untuk dapat menjalankan arah negara tersebut diperlukan ilmu pengetahuan yang banyak. Ilmu pengetahuan tersebut didapatkan melalui kegiatan membaca buku. Pada umumnya tempat yang menyediakan berbagai macam buku adalah perpustakaan. Perpustakaan merupakan sebuah tempat yang gudang informasi karena terdapat banyak sekali berbagai macam buku didalamnya. Sehingga seharusnya disini pihak generasi Z harusnya akrab dengan perpustakaan untuk mendapatkan informasi akan ilmu pengetahuan.

Tetapi didalam kehidupa sehari-hari masyarakat bisa dilihat bahwa pihak generasi Z justru kebalikan dari apa yang diharapkan. Walaupun sudah ada perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti saat ini justru belum dapat menarik generasi Z untuk tetapi mau mengunjungi perpustakaan. Alasan masih kurang menariknya perpustakaan bagi generasi Z ada banyak sekali alasan-alasannya. Pertama adalah tidak maunya generasi Z mendapatkan julukan kutu buku. Kedua adalah adanya sebuah anggapan yang sudah melekat pada masyarakat bahwa perpusatakaan adalah tempat yang sudah ketinggalan zaman. Dari dua alasan tersebut saja sudah dapat memberikan sebuah pukulan besar untuk dapat menarik generasi Z untuk tidak mau menggunjungi perpusatakaan.

Agar lebih jelas mengenai pandangan generasi Z yang enggan untuk datang ke perpustakaan penulis melakukan sebuah survey secara kecil-kecil. Dimana survey tersebut hanya menanyakan pendapat orang-orang yang termasuk ke dalam generasi Z tentang perpusatakaan. Dari hasil survey yang dilakukan ada satu hal benang merah atas jawaban yang mereka berikan. Bahkan beberapa dari mereka jawaban yang diberikan cukup sama.

Hal yang pertama yang kebanyakan generasi Z berikan adalah mereka agak sedikit memberikan sebuah ekspresi mengerutkan wajah ditengah-tengah. Dilihat dari ekspresi wajahnya menunjukan bahwa mereka sepertinya tidak pernah mengunjungi perpustakaan sehingga timbul sebuah perasaan kebinggungan yang besar dari dalam dirinya. Setelah mengeluarkan eksperesi tersebut kemudian jawaban-jawaban diberikan. Semua jawaban yang diberikan hampir kompak mengatakan tidak pernah bahkan hanya satu kali atau dua kali karena hanya ada kebutuhan yang mendesak. Satu kali atau dua kali ke perpusatakaan karena disuruh oleh gurunya saat sekolah dahulu untuk mengambil buku paket.

Berbagai macam jawaban yang diberikan tersebut bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa generasi Z semakin kurang minat untuk datang ke perpusatakaan agar mau membaca buku yang ada. Akibat kondisi tersebut secara perlahan-lahan peristiwa tenggelamnya tempat perpusatkaan bagi generasi Z akan terjadi didepan mata. Padahal jika dilihat secara fungsi peran perpustakaan memiliki peran yang cukup vital dalam meningkatkan literasi serte memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi Z tersebut. Ketika sudah meningkat literasi serta ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh generasi Z maka secara tidak langsung negara tersebut dapat menciptakan sebuah generasi muda yang memiliki keunggulan, wawasan yang luas, dan lain sebagainya. Sehingga diujungnya para generasi muda yang berasal dari generasi Z dapat menjalankan arah negara Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Berdasarkan data yang diberikan oleh UNESCO mengatakan bahwa Indonesia menempati urutan kedua dari bawah mengenai literasi berskala dunia. Jika diartikan bahwa Indonesia memiliki kondisi akan minat baca yang sangat rendah. Untuk minat baca masyarakat Indonesia dapat terhitung memperhatikan hanya 0,001%. Arti dari angka tersebut mengatakan bahwa dari 1000 orang hanya 1 orang saja yang memiliki aktifitas kegiatan rajin membaca.

Bahkan sebuah riset yang bertakjub World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity di bulan Maret 2016 mengatakan bahwa Indonesia merada di urutan ke-60 dari 61 negara mengenai minat baca. Posisi ke-60 tersebut berada di bawah Thailand (59) dan diatas Bostwana (61). Padahal jika ditinjau dari sisi penilaian infrastuktur yang mendukung kegiatan membaca negara Indonesia sudah dapat disejajarkan dengan negara-negara di Eropa.

Bagaimana Caranya Agar Perpusakaan Dapat Menarik Generasi Z Untuk Mau Datang Dan Membaca Buku???

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara agar perpusatakaan dapat menarik generasi Z datang dan mau membaca buku yang ada didalamnya, terlebih dahulu menonton video dibawah ini.

Setelah melihat video diatas tentunya kita dapat menarik sebuah benang merah mengenai akan apa saja yang harus dilakukan oleh pihak perpustakaan. Berikut ini adalah pemaparan yang dapat dilakukan oleh pihak perusakaan untuk dapat menarik masyarakat khususnya yang beraad di generasi Z yaitu:

Pertama adalah membuat bangunan unik yang dapat memanjakan mata. Biasanya bangunan yang digunakan untuk tempat perpustakaan sangat monoton. Berbentuk seperti pada umumnya dengan dilengkapi oleh furnitur kotak-kotak yang warna dan bentuknya seragam. Dengan furnitur tersebut membuat tidak ada sama sekali keunikan yang dapat memanjakan mata. Padahal ketika perpustakaan sudah memiliki bangunan serta beberapa hal lainnya yang unik secara tidak langsung dapat membuat para penggunjung dapat membagikan kedalam sosial media mereka. Ketika sudah membagikan secara tidak langsung lainnya juga pihak pengunjung sudah mempromosikan perpusakaan tersebut. Jika hal tersebut terus terjadi maka perpusakaan tersebut akan kebanjiran para penggunjung dari berbagai generasi.

Kedua adalah menyederhanakan aturan yang berlaku. Sudah tidak usah diragukan lagi bahwa perpustakaan merupakan sebuah tempat yang banyak aturannya. Tidak hanya banyak aturan tetapi perpusakaan juga sudah sangat baku sekali. Hal simpel yaitu dari pembuatan kartu anggota perpusakaan. Ya, penulis pernah merasakan sangat sulitnya aturan yang harus dilakukan hanya demi mendapatkan kartu anggota. Dari mulai harus ke RT, RW, dan masih banyak lagi. Saking ribetnya aturan yang baku tersebut belum juga penulis mau meminjam buku sudah ada perasaan malas karena terlalu ribet cara untuk mendapatkan kartu anggota saja. Memang harus diakui ribetnya cara tersebut baik itu perpusakaan karena data akan menjadi jelan sehingga ketika ada satu hal buku yang dihilang dapat dilacak. Tetapi jika harus selalu ribet dan banyak prosesnya pastinya penulis dan generasi Z akan tidak mau datang ke perpusakaan apalagi untuk meminjam buku.

Ketiga adalah mengkombinasikan kegiatan perpustakaan dengan kegiatan yang disukai oleh anak muda zaman sekarang. Kita tahu bahwa kegiatan perpusakaan begituh-begituh saja yaitu meminjam, membaca, dan mengembalikan buku. Dikarenakan hanya kegiatan begituh-begituh saja membuat bosan bagi para generasi Z. Maka dari itu agar dapat lebih menarik kegiatan perpusakaan dapat dilakukan sebuah kombinasi akan kegiatan yang disukai oleh anak muda seperti live musik. Kegiatan live musik yang diadakan di lingkungan perpusakaan bisa dilakukan di dalam operasional perpusakaan sehingga kegiatan tersebut dapat terpantau dan tidak melanggar aturan yang ada.

Keempat adalah mendigitalisasi. Saat ini sudah banyak seklai hal-hal atas aktifitas sehari-hari yang dilakukan secara nyata kini dilakukan secara online dengan digitalisasi. Hal digitalisasi tersebut juga harus dapat diterapkan didalam kegiatan perpustakaan dalam hal meminjam buku. Apalagi dengan sudah didukung oleh banyaknya inovasi teknologi membuat digitalisasi kegiatan meminjam buku di perpusakaan menjadi lebih mudah. Hal pertama adalah dengan memperbanyak berbagai macam E-Book dan E-Jurnal yang dapat diakses secara mudah bagi masyarakat secara luas.

Kelima adalah menambah banyak jenis genre buku. Ya, hal yang terakhir yang dapat dilakukan adalah dengan selalu menambah jenis buku yang dimiliki oleh perpusakaan tersebut. Buku yang ada didalam perpusakaan tidak hanya didominasi oleh buku-buku untuk pelajaran saja tetapi harus dapat dikombinasikan dengan buku genre lainnya dari mulai novel, cerpen, puisi, dan masih banyak lagi. Agar dapat lebih banyak buku-buku yang disediakan tidak hanya yang menggunakan bahasa Indonesia tetapi bahasa asing juga. Ketika sudah lengkap maka para pembaca dalam hal ini generasi Z akan ada banyak sekali pilihan yang dapat dipilih atas buku yang dipinjamnya.

Pada dasarnya ada banyak sekali cara-cara yang dapat dilakukan oleh pihak perpustakaan untuk dapat menarik masyarakat khususnya generasi Z datang dan mau membaca buku tetapi salah satunya telah dipaparkan diatas. Apakah para pembaca memiliki cara lainnya diluar cara yang telah dipaparkan?. Apabila ada tidak ada salahnya para pembaca sekalian memaparkan didalam kolom komentar agar dapat terjadi saling bertukar informasi antara para pembaca dengan penulis. ‘

CINTAILAH PRODUK-PRODUK INDONESIA!!!

Pastinya kita sebagai masyarakat dari Indonesia pernah mendengar atau membaca slogan diatas diberbagai macam media yang ada. Memang secara tujuan diciptakan slogan tersebut agar mengajak masyarakat di Indonesia agar dapat mau menggunakan sampai membeli atas produk-produk yang dibuat oleh tangan-tangan Indonesia. Walaupun slogan tersebut memiliki sifat baik tetapi masih banyak saja masyarakat yang memberikan reaksi terhadap slogan tersebut kurang baik. Salah satu contoh respon yang ada dimasyarakat seperti:

“Mendingan produk luar sudah murah kualitas terjamin lagi”

“Emangnya produknya sudah sesuai standar”

“Alah jangan dipasarin dahulu, tingkatin dulu kualitasnya”

Itulah salah satu contoh dari sekian banyaknya respon yang diberikan oleh masyarakat kepada slogan atas mencintai produk Indonesia. Bagaimanapun juga dengan kondisi respon masyarakat yang kurang baik tetapi pihak pemerintah selalu saja menyarankan kepada masyarakatnya untuk dapat selalu mencintai dan membeli produk dari dalam negeri sambil dibarengi perbaikan kualitas produknya.

Slogan tersebut tentunya dapat berlaku juga kepada perpusatkaan. Setelah mengetahui akan hal-hal apa saja yang harus dirubah maka kini mau tidak mau perpusakaan harus melakukan sebuah transformasi yang lebih jauh. Dengan banyak orang yang sudah beralih dari perpusatakaan menjadi hp membuat perpusakaan kian rebut. Hp yang dapat digunakan memudahkan setiap orang khususnya generasi Z dalam mencari informasi dibandingkan harus datang ke perpusatakaan. Oleh karena itu agar tetap dapat eksistensi ditengah berbagai desakan yang ada maka pihak perpusakaan juga harus melakukan transformasi seperti yang dilakukan oleh UPT. perpustakaan Unsyiah.

UPT. perpustakaan Unsyiah atau bisa disebut juga dengan perpusakaan Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) didirikan di tahun 1970 yang dapat saat itu masih berada di gedung fakultas Ekonomi. Perpusakaan yang dimiliki oleh Unsyiah memiliki status sebagau Unit Pelayanan Teknik (UPT) di tahun 1980. Kemudian di tahun 1994 pihak Unsyiah memberikan sebuah gedung khusus untuk perpusakaan yang didirikan disamping dengan Kantor Pusat Administrasi (KPA) Unsyiah. Di bulan April 1994 melalui sebuah Surat Keputusan Rektor No. 060 tahun 1994 yang membuat pendayagunaan UPT Perpustakan Unsyiah ditingkatan melalui penyatuan semua perpusakaan yang ada di lingkungan Unsyiah menjadi satu dibawah nama UPT Perpustakaan.

Terhitung sampai bulan Januari 2022 kini pihak Perpustakaan Unsyiah telah banyak sekali koleksinya. Jika dihitung-hitung jumlah koleksi ada 75.114 judul atau 122.339 eksemplar. Angka dari koleksi tersebut terdiri dari berbagai macam seperti buku, jurnal, laporan akhir, skripsi, tesis, disertasi, majalah, dan masih banyak lagi. Koleksi yang ada didalam perpustakaan Unsyiah tidak hanya didominasi oleh koleksi yang tercetak saja tetapi juga masih ada banyak koleksi yang bersifat elektronik salah satunya dengan adanya e-book dan e-journal.

Mengambarkan UPT Unsyiah ada tiga kata yang cocok untuk mengambarkan akan hal tersebut yaitu mengedukasi, menarik, dan menghubungkan. Dimana ketiga kata tersebut merupakan sebuah julukan yang dapat mencerminkan UPT Unsyiah yang saat ini sudah mulai berbenah diri yang tidak hanya sebagai tempat meminjam buku saja.

MENGEDUKASI

Perpustakaan yang ada pastinya memiliki tujuan utama yaitu mengedukasi masyarakat. Edukasi yang diberikan oleh pihak perpustakaan khususnya UPT Unsyiah adalah dengan menyediakan berbagai macam buku yang berisi ilmu pengetahuan yang informasi dengan beragam kategori. UPT Unsyiah merupakan sebuah roda penggerak bagi universitas khususnya bagi mahasiswa dan mahasiswinya untuk dapat menerima ilmu pengetahuan melalui buku-buku yang ada.

Tujuan untuk dapat mengedukasi oleh UPT Unsyiah tidak hanya berhenti hanya kepada seluruh mahasiswa dengan cara datang ke UPT Unsyiah tersebut. Tetapi kini ada cara yang lebih mudah untuk dapat mengakses ScienceDirect dari luar Kampus Universitas Syiah Kuala. Berikut ini adalah cara agar seseorang dapat ScienceDirect dari luar Kampus Universitas Syiah Kuala agar lebih mudah dipahami maka cara yang dilakukan dipaparkan melalui sebuah video:

Tidak hanya itu saja digunakan oleh seluruh mahasiswa tetapi juga pihak UPT Unsyiah memberikan sebuah fasilitas bagi para dosennya dalam mengedukasi. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan UPT Unsyiah dalam memberikan fasilitas bagi para dosennya dengan booking room fasilitas ruang perpustakaan secara terbatas walaupun saat sedang berada di masa pandemik virus Corona. Walaupun digunakan oleh dosen akan fasilitas room yang disediakan oleh UPT Unsyiah tetapi ada beberapa persyaratan yang harus ditaati oleh dosen seperti jam buka 08.00 – 16.00, untuk menjamin kebersihan diharapkan untuk membawa alas meja, sampai untuk alasan kesehatan maka ac tidak dinyalakan. Agar lebih jelas mengenai aturan-aturan yang harus ditaati tersebut lebih baik para pembaca khususnya dosen yang mau meminjam UPT Unsyiah langsung saja mengakses website dari UPT Unsyiah. Berikut ini adalah langkah-langkah bagi dosen untuk dapat booking room fasilitas ruangan perpusatakaan didalam UPT Unsyiah yaitu:

MENARIK

Pada point menarik inilah yang dapat membedakan antara UPT perpusatakaan diluar sana dengan UPT. perpustakaan Unsyiah. Perbedaan tersebut dapat terlihat dari inovatif akan memberikan sebuah fasilitas serta mengelolanya. Biasanya ketika mendengar kata perpusatakaan hal yang pertama terlintas didalam benak para pembaca khususnya generasi Z adalah sebuah tempat yang sunyi dan ada beberapa rak-rak buku yang bentuk sampai warna yang sama. Tetapi kini didalam UPT. perpustakaan Unsyiah ada banyak sekali fasilitas-fasilitas tambahan yang dapat membuat nyaman para pengunjung khususnya para generasi Z. Berikut ini adalah beberapa contoh fasilitas-fasilitas yang ada didalam UPT. perpustakaan Unsyiah yaitu:

Pertama adalah ruang baca. Didalam UPT. perpustakaan Unsyiah ada sebuah ruang baca, yang menarik didalam ruang baca tersebut disediakan beberapa jenis ada yang ruang baca non pasca sarjana dan ada ruang baca pasca sarjana. Tentunya dengan adanya perbedaan tersebut membuat nyaman karena setiap orang yang mau membaca menjadi dapat berkumpulan dengan yang sesuai jenis bacaan yang sedang dibaca.

Berbicara pemisahan yang terjadi tidak hanya dibagi menjadi antara ruang baca non pasca sarjana dan ruang baca pasca sarjana tetapi ada hal yang lebih menarik. Di tahun 2016 pihak UPT Unsyiah melakukan sebuah gebrakan baru yaitu dengan membuat ruang baca yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Hal tersebut tentunya harus diapresiasi lebih banyak karena selain dapat menekan gangguang yang dihasilkan oleh para mahasiswa dan mahasiswi tetapi juga turut juga melaksanakan ajaran agama Islam. Apalagi Unsyiah merupakan sebuah tempat pendidikan yang berada di Aceh yang kental akan aturan-aturan agama Islam. Penerapan tersebut selain membuat nyaman perpusataan juga turut melakukan ajaran agama Islam sehingga kegiatan tersebut seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlewati.

Kedua adalah Ruang Teater Mini Adnan Ganto. Ketika tanggal 26 Maret 2019 UPT. perpustakaan Unsyiah telah meresmikan sebuah ruangan baru dengan nama Ruang Teater Mini Adnan Ganto. Ruang Teater Mini Adnan Ganto dapat digunakan sebuah ruangan dalam melaksanakan kuliah secara online maupun berbaga macam kegiatan live steaming. Hal yang menarik pada ruangan tersebut adalah nama. Ya, namanya adalah Adnan Ganto.

Adnan Ganto merupakan seseorang tokoh yang berasal dari Aceh yang lahir pada sebuah desa terpencil. Walaupun lahir disebuah desa terpencil tetapi Adnan Ganto sukses menjadi sebuah bankir kelas dunia bahkan bisa dikatakan menjadi seseorang Asia pertama yang berhasil menjabat akan posisi strategis pada sebuah Bank Inggris yaitu Morgan Bank Ltd yang bekerja selama 23 tahun. Kemudian di tahun 1987 Adnan Ganto diangkat untuk menempati posisi Director Investement Banking di Singapura. Sedangkan diakhirnya Adnan Ganto menjabat sebagai posisi Executive Direction di New York, Amerika Serikat. Nama kepanjangan dari Adnan Ganto yaitu Dr. HC. H. Adnan Ganto, M.B.A (4 Februari 1947 – 23 Maret 2021).

Ketiga adalah library coffee. Biasanya ketika para penggunjung merasa lapar ketika berada di perpusakaan akan sangat binggung. Alasan binggung tersebut karena ada sebuah jarak yang cukup besar antara perpustakaan dengan tempat penyedia makanan. Sehingga apabila para pengunjung khususnya generasi Z mengalami kelaparan saat diperpusakaan harus ditahan-tahan karena jarak yang jauh.

Tetapi berbeda dengan UPT. perpustakaan Unsyiah karena didalam tempat tersebut telah disediakan sebuah tempat yang bernama library coffee. Library coffee dapat digunakan bagi para pengunjung khususnya generasi Z yang merasa kelaparan dengan menikmati berbagai macam makanan dan minuman yang disediakan. Sehingga ketika perut sudah terasa penuh maka para generasi Z dapat membaca berbagai macam buku kembali dengan fokus yang tinggi untuk dapat memahami isi ilmu pengetahuan didalam buku yang sedang dibaca.

Berbicara mengenai hal menarik yang ada didalam UPT. perpustakaan Unsyiah tidak hanya didominasi dalam memberikan berbagai macam fasilitas seperti yang telah dipaparkan diatas. Tetapi ada banyak hal lain yang dilakukan oleh pihak UPT. perpustakaan Unsyiah salah satunya adalah dengan melakukan berbagai macam kegiatan seperti Lomba Cipta Puisi ULF 2020. Agar lebih jelasnya mengenai kegiatan tersebut penulis berikan sebuah gambarnya agar para pembaca lebih jelas.

MENGHUBUNGKAN

Salah satu cara yang dilakukan oleh pihak UPT. perpustakaan Unsyiah untuk dapat menghubungkan dengan mudah adalah melalui Unsyiah Integrated Library System (UILIS APP MOBILE). UILIS APP MOBILE bisa dikatakan merupakan aplikasi perpustakaan Unsyiah memiliki fungsi untuk dapat memudahkan para mahasiswa dan mahasiswi khususnya generasi Z dalam mengakses layanan Perpustakaan Unsyiah ketika menggunakan berbagai macam fitur-fitur yang telah disediakan.

UPT. perpustakaan Unsyiah

Merupakan Perpustakaan Segudang Prestasi

Dari sekian banyak hal yang menarik yang ada di UPT. perpustakaan Unsyiah ada satu hal yang menarik perhatian dari penulis yaitu segudang prestasi. Ya, harus diakui bahwa UPT. perpustakaan Unsyiah khususnya perpustakaan Unsyiahnya memiliki banyak sekali prestasi didalamnya. Sekian banyak prestasi yang dimiliki berikut ini adalah salah satu contoh prestasinya yaitu Akreditasi "A" dari Perpustakaan Nasional, Certificate ISO 9001:2015, Certificate ISO/IEC 27001:2013, Certificate ISO 20000-1:2018 dan Perpustakaan Unsyiah Juga Menerima Penghargaan SNI Award 2019 peringkat "PERUNGGU" dari Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Dalam hal ini UPT. perpustakaan Unsyiah terus saja dari waktu ke waktu melakukan berbagai macam inovasi agar dapat menarik para generasi Z untuk dapat mau datang dan membaca berbagai macam buku yang ada didalam UPT. perpustakaan Unsyiah. Tidak hanya itu saja dengan inovasi-inovasi yang dilakukan diharapkan dapat melunturkan secara perlahan-lahan akan julukan-julukan kurang baik terhadap seseorang yang mencintai kegiatan membaca buku. Ketika sudah lunturnya julukan kurang baik terhadap seseorang yang mencintai kegiatan membaca buku maka harapannya para generasi Z dapat menjadi seseorang yang gemar membaca buku. Dari buku-buku yang dibaca tersebut dapat membuat para generasi Z memiliki banyak sekali ilmu pengetahuan. Apabila pengetahuan sudah dimiliki oleh para generasi Z dengan banyak maka roda gerak dari Indonesia dapat terarah dan menjadi lebih baik dari pada sebelumnya terutama dalam hal menyelesaikan masalah besar.

USK Library Fiesta 2020

UPT. Perpustakaan USK

USK

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca. Terima kasih.

Sumber gambar, tulisan, dan video:

  1. https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/pengamat-minat-baca-indonesia-rendah-budaya-tutur-lebih-tinggi/#:~:text=Berdasarkan%20data%20UNESCO%2C%20Indonesia%20menempati,1%20orang%20yang%20rajin%20membaca
  2. https://www.youtube.com/watch?v=GT0S-QSEQ30
  3. https://youtu.be/stLUWTDMCVk
  4. https://youtu.be/nWDJifMvzXA
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Adnan_Ganto
  6. https://library.unsyiah.ac.id/ciptapuisi-ulf2020/
  7. https://play.google.com/store/apps/details?id=id.ac.unsyiah.library&hl=en_US
  8. https://youtu.be/ZufYAQL9HOo
  9. https://pixabay.com/id/photos/alkitab-buku-halaman-membuka-1868070/
  10. https://pixabay.com/id/photos/perpustakaan-buku-pendidikan-869061/
  11. https://beritamerdeka.net/news/adnan-ganto-tutup-usia-pada-umur-74-tahun/index.html

Bersama IndiHome Membangun Bangsa

Memiliki budaya literasi banyak sekali manfaatnya terutama bagi seseorang yang masih memiliki status siswa. Salah satu contoh manfaatnya adalah muncul maupun terbentuknya skill berpikir kritis. Apabila seseorang siswa sudah memiliki skill berpikir kritis maka seseorang tersebut akan dapat terhindar dari berbagai penipuan yang terjadi pada masyarakat. Tidak hanya itu saja dengan adanya skill berpikir kritis akan dapat menemukan berbagai sebuah solusi dari setiap permasalahan yang terjadi didalam kehidupan sehari-harinya seperti permasalahan sekolah mengenai memahami tugas atau hal lainnya.

Harus diakui bahwa membangun sebuah budaya literasi bagi para siswa dan siswi tidaklah mudah. Permasalahan mengenai budaya literasi memang harus dibenahi pada negara Indonesia. Berdasarkan kegiatan survei yang dilakukan melalui Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) di tahun 2019 membuat negara Indonesia prihatin. Bagaimana tidak Indonesia berada di peringkat ke 62 dari 70 negara yang disurvey. Dari pringkat 62 tersebut dapat menandakan bahwa Indonesia masih berada di 10 negara terbawah dengan kondisi tingkat literasi yang rendah.

Merubah posisi dari bawah menjadi atas akan budaya literasi memang tidaklah mudah apalagi berfikir seperti membalikan telapak tangan harus dibuang jauh-jauh. Kebiasaan-kebiasaan akan budaya literasi memang harus dibentuk dari kesadaran sendiri. Dengan dimulai oleh kesadaran diri sendiri biasanya kegiatan budaya literasi bagi para siswa dan siswi lebih melekat lama dibandingkan dibangun melalui sebuah kebijakan yang dipaksakan. Untuk dapat memulai sebuah kesadaran diri akan budaya literasi dibutukan sebuah program. Program yang dirancang untuk meningkatkan budaya literasi bernama KUKUCA.

Program KUKUCA tentunya memiliki nama cukup aneh terdengar bahkan apabila diketik ke dalam KBBI nama KUKUCA mungkin tidak dapat ditemukan. Kata “KUKUCA” merupakan sebuah singkatan dari buKU KU baCA. Tentunya KUKUCA masih mudah diucapkan serta diingat oleh masyarakat terutama bagi para siswa dan siswi. Program dari kegiatan-kegiatan KUKUCA ini ada banyak sekali tetapi masih harus berkaitan dengan menambah pengetahuan para siswa dan siswi seperti melalui opini, kisah, cerpen, dan masih banyak lagi.

Program KUKUCA agar lebih sukses dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa dan siswi dibutuhkan sebuah terlibat pisah yang selalu dekat dengan siswa dan siswi tersebut. Tentunya akan ada banyak sekali pihak yang selalu dikat dengan siswa dan siswi tetapi salah satunya adalah para pengurus organisasi siswa intra sekolah atau yang biasa disingkat OSIS. Apalagi OSIS merupakan sebuah pihak dari sekolah yang didalamnya terdiri dari siswa dan siswi sehingga pastinya lebih dekat.

Pelaksanaan program KUKUCA dilakukan mungkin digilir untuk tampil beberapa kelas dengan pengaturan dilakukan oleh pihak OSIS. Agar tidak menggangu jalankan kegiatan pembelajar yang utama disekolah kegiatan program KUKUCA dibuat sesederhana dan sesingkat mungkin. Waktu sebentar dalam melaksanakan KUKUCA mulai dari 20 menit sampai 1 jam. Kegiatan program KUKUCA dilakukan dipagi hari agar tidak menggangu kegiatan pembelajaran.

Lebih tepatnya ketika bel masuk sekolah berbunyi para OSIS akan mengumpulkan para siswa dan siswi sebuah tempat. Kemudian kegiatan akan dipandu oleh seseorang guru yang membuka kegiatan. Setelah sudah dibuka maka pihak OSIS akan mempersilahkan beberapa kelas untuk maju dan menampilkan akan hasil karya yang telah dibaca atau dibuat. Setelah itu beberapa siswa dari kelas lainnya memperhatikan. Tidak hanya memperhatikan tetapi juga beberapa siswa yang lain akan menuliskan akan kesimpulan mengenai materi yang ditampilkan.

Tetapi saat ini dikarenakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka mulai diganti oleh pembelajaran secara online maka pastinya akan berubah pula kegiatan program KUKUCA. Mau tak mau agar tetap dapat melaksanakan program KUKUCA maka harus dilaksanakan secara online. Para siswa dan siswi kini harus menggunakan sebuah media aplikasi penghubung video secara online. Tetapi ketika waktu sampai teknologi tidak memungkinkan maka para siswa dapat dikirimkan sebuah aplikasi chat yang sudah biasa digunakan oleh para siswa dan siswi. Dengan adanya sebuah solusi-solusi tersebut maka kegiatan KUKUCA dapat dilaksanakan walaupun saat ini sedang dilandai oleh sebuah pandemik yang tidak dapat membuat para siswa dan siswi bertemu secara langsung disekolah.

Hasil Dari Program KUKUCA

Setiap program yang dijalankan pastinya harus memiliki hasil diakhir agar dapat mengetahui seberapa baiknya program yang dijalankan. Ada banyak sekali produk-produk yang dihasilkan dari kegiatan KUKUCA ini. Tetapi lebih banyak produk-produk tersebut berupa cerpen, puisi, dan masih banyak lagi ditempel dimading sekolah. Dengan hasil karya yang dibuat oleh para siswa dan siswi dimading memiliki beberapa manfaat lainnya. Pertama membuat semangat lagi para siswa dan siswi dalam menghasilkan sebuah produk tulisan karena akan dipampang sehingga dilihat oleh seluruh pihak yang ada di sekolah tersebut. Kedua adalah menghidupkan kembali jiwa dari sosok mading yang selalu lesu karena tidak ada yang mengurusnya.

Pihak Guru Dalam Budaya Literasi

Berbicara mengenai budaya literasi tidak hanya bertumpu kepada para siswa dan siswi tetapi juga harus dilakukan oleh pihak guru. Biasanya kegiatan budaya literasi yang dilakukan oleh para guru adalah dengan membedah sebuah buku. Kegiatan membedah buku dapat menjadi sebuah cara guru untuk belajar kembali. Bukan berarti bahwa seseorang yang telah menyandang sebuah status menjadi guru lantas kemudian berhenti belajar. Disini guru juga harus terus belajar karena ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu selalu saja mengalami perubahan yang cukup besar.

Pihak guru sendiri melakukan kegiatan bedah buku dilakukan beberapa bulan sekali dengan rentang waktu kegiatan yang tidak begitu lama. Awalnya kegiatan dimulai dengan setiap guru membaca satu buah buku yang menarik tetapi masih tetap berkaitan dengan pembelajaran para siswa dan siswi. Setelah dibaca buku tersebut kemudian dirangkup agar mudah dipahami oleh guru lainnya. Hasil rangkuman yang dilakukan oleh para guru tersebut kemudian dibacakan agar guru lain mengetahui isi dari buku yang telah dibaca. Akibat dibacakan isi buku tersebut secara tidak langsung guru lain yang tidak membaca dapat memahami isi buku tersebut sehingga ilmu pengetahuan dapat dishare lebih cepat bagi setiap guru. Akibat sudah dishare tersebut membuat ilmu pengetahuan dari para guru dapat berkembang untuk dapat menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan yang terjadi.

Digitalisasi Program KUKUCA 

Dengan Menjadi Blogger

Jika hanya berorientasi pada lingkungan sekolah rasanya kurang tepat untuk dilakukan saat ini. Alasan kurang tepatnya karena kini setiap hal sudah digitalisasi sehingga mau tidak mau program KUKUCA juga harus melakukan digitalisasi atas karya yang dibuat. Salah satu contoh nyata digitalisasi atas program KUKUCA adalah dengan membuat para siswa dan siswi menjadi seseorang blogger.

Menjadi blogger pastinya terdengar cukup asing dikalangan para siswa dan siswi. Apalagi blogger merupakan sesuatu hal yang diajarkan secara baku disekolah. Dikarenakan tidak diajarkan secara baku didalam sekolah sangat wajar apabila para siswa dan siswi asing dengan kata-kata blogger. Secara sederhana kegiatan program KUKUCA melalui blogger hampir sama dengan yang dilaksanakan disekolah secara tatap muka. Tetapi ada sebuah perbedaan yang cukup mencolok diakhirnya jika program KUKUCA didalam disekolah secara tatap muka hasil akhirnya akan dipajang di mading. Jika program KUKUCA dilakukan menggunakan blogger maka hasil karyanya akan diupload pada blogger sehingga para pembacanya menjadi seluruh masyarakat yang ada di dunia maya.

Dengan dilaksanakan melalui blogger juga dapat menumbuhkan sebuah skill lainnya seperti memperindah blog, memasang link URL, sampai membuat foto maupun video. Sehingga secara tidak langsung dengan adanya blogger yang dibuat oleh para siswa dan siswi dapat menekan berbagai macam tulisan-tulisan yang kurang baik dibaca oleh masyarakat secara luar terutama yang bersifat hoax atau hal kurang baik lainnya.

Dikarenakan kegaitan program KUKUCA dengan menggunakan blogger terbilang baru maka dibutuhkan sebuah pengorbanan yang besar. Salah satu pengorbanan yang dilakukan adalah kegiatan yang dilakukan harus terjadwal. Mungkin alangkah lebih baik jika program tersebut dilakukan satu hari dalam seminggu sehingga tidak menganggu kegiatan proses belajar. Namun ketika memasuki waktu perlombaan blogger yang biasa diadakan maka kegiatan program tersebut dapat ditingkatkan tetapi tetap memerhatikan waktunya.

Agar dapat berjalan secara lancar atas program KUKUCA dengan menggunakan blogger dibutuhkan sebuah akses internet yang baik. Apalagi kegiatan blogger dihubungkan dengan dunia digital pastinya membutuhkan internet yang baik didalam setiap kegiatan. Dari mulai mencari referensi, membuat tulisan, sampai posting pada kegiatan blogger membutuhkan internet. Berbicara internet yang lancar di Indonesia akan membahas mengenai IndiHome yang disediakan oleh Telkom Group.

Bisa dikatakan bahwa IndiHome merupakan sebuah IndiHome merupakan layanan digital yang diberikan oleh perusahaan Telkom Group. Tujuan adanya layanan bernama IndiHome adalah terciptamnya sebuah layanan digital dengan menggunakan teknologi fiber optik yang dilengkapi oleh Triple Play. Tripel Play yang disediakan terdiri dari Internet Fiber (Internet Cepat), Telpon Rumah (Fixed Phone), dan TV Interaktif (Usee TV). Ketiga layanan tersebut dikombinasikan dengan sebuah nama IndiHome agar mencapai sebuah kedaulatan digital bagi seluruh rakyat tanpa memandang latar belakangnya yang terjadi di Indonesia.

Sebagai pihak yang memberikan sebuah layanan IndiHome yang membawahi layanan Triple Play pastinya tidak mudah. Apalagi wilayah Indonesia terdiri dari berbagai macam pulau sehingga untuk menghubungkan dalam sebuah jaringan rasanya cukup sulit yang dikombinasikan atas proses yang panjang. Walaupun demikian pihak Telkom selaku pemegang layanan dari IndiHome selalu berupayah secara maksimal dengan menggunakan teknologi fiber optik. Adanya teknologi fiber optik yang diterapkan harapannya dapat terjadi beberapa yaitu:

Pertama adalah meningkatkan kecepatan tranfer data. Jaringan yang menggunakan teknologi fiber optic dapat juga melakukan sebuah transfer data sampai 100 Mbps. Dari angkat tersebut tentunya teknologi fiber optic lebih baik dibandingkan menggunakan jaringan teknologi kabel koaksial atau kabel tembaga. Kedua adalah stabil dalam mentrasfer data. Jaringan yang menggunakan teknologi fiber optic jauh lebih stablik dibandingkan jaringan dengan menggunakan teknologi lainnya teruttama ketika sedang banyaknya pengguna yang digunakan secara bersamaan. Ketiga adalah andal, ya harus diakui bahwa terkadang saat menggunakan internet saat cuaca tidak bersahabat akan ada gangguan tetapi dengan menggunakan teknologi fiber optic gangguan tersebut dapat diminamalisir. Jika diartikan dari ketiga hal yang telah dipaparkan bisa ditarik sebuah benag merahnya bahwa IndiHome yang telah menggunakan teknologi fiber optic dapat menjamin atas kualitas dari layanan yang diberikan.

Agar dapat memanjakan para pengguna layanannya pihak Telkom melalui layanan IndiHome tidak hanya memberikan produk Triple Play (Internet, Telpon, dan IpTV) tetapi juga memberikan sebuah ekosistem lainnya. salah satu contoh ekosistem yang dibentuk adalah dengan memberikan sebuah layanan yang bernama Melody Online atau yang biasa dikenal oleh masyarakat dengan nama MelOn. MelOn merupakan sebuah layanan aplikasi yang berkaitan dengan musik digital yang menyediakan berbagai macam lagu yang dapat diakses selama 12 bulan. Layanan MelOn tersebut dapat digunakan oleh para siswa dan siswi dalam membuat sebuah karya dari program KUKUCA yang dilaksanakan.

Ketika dirasa layanan MelOn mulai bosan bagi para siswa dan siswi maka ada layanan lainnya yang dapat digunakan untuk mencari sebuah hiburan ketika sudah mulai bosan melaksanakan kegiatan program KUKUCA yaitu UseeTV Cable. UseeTV Cable merupakan sebuah layanan interaksi TV di Indonesia. Ada sebuah perbedaan antara channel TV biasa dengan UseeTV Cable yaitu terletak pada dapat ditonton kembali tayangan favorit yang sudah diterlewat. Secara sederhana adanya layanan IndiHome tersebut semua kendali atas tayangan TV yang mau ditonton batasannya hanyalah para pengguna. Hasil tayangan yang diberikan oleh IndiHome juga sudah berkualitas baik sehingga semut-semut atas gangguan tidak dapat dirasakan. Lebih asik layanan TV yang disediakan oleh pihak IndiHome dengan kualitas premium akan menyediakan banyak sekali channels yang dapat diakses dengan mudah memalui remote. Sehingga dalam hal ini pengguna seperti siswa dan siswi dapat menemukan hiburan dengan berbagai macam hal.

Kegiatan yang dilakukan oleh IndiHome melalui Telkom Group tidak hanya sebatas menyediakan layanan internet dengan kecepatan tinggi yang menerapkan teknologi fiber optik tetapi masih banyak lagi. Salah satu contoh kegiatan yang dilakukan oleh IndiHome adalah dengan menciptakan kedaulatan digital di Indonesia secara merata tanpa memandang latar belakang. Untuk dapat merealisasikan hal tersebut dibutuhkan beberapa cara seperti digital connectivity, digital platform, dan digital services.

Digital Connectivity

IndiHome yang dimiliki oleh pihak Telkom selalu memperkuat posisinya sebagai pihak leader market untuk Indonesia dalam menyediakan layanan internet. Maka tidak usah heran jika Telkom melalui IndiHome selalu saja memberikan layanan internet yang berkualitas serta dapat menjangkau secara luas. Bahkan digadang-gadang kecepatan internet yang disedaikan mencapai 100 Mbps disesuaikan sesuai kebutuhan para penggunanya. Adanya kecepatan tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi para siswa dan siswi yang sedang melakukan program KUKUCA melalui blogger karena dapat mengakses berbagai macam hal dengan mudah. Tidak hanya mengakses untuk mencari berbagai referensi tetapi juag ketika mengupload karyanya didalam sebuah blog.

Digital Platform

Berbicara mengenai digitalisasi dari produk IndiHome yang dimiliki oleh Telkom cukup banyak dilakukan. Tetapi ada beberapa digitalisasi platform yang contoh platform yang cukup terkenal oleh masyarakat adalah My IndiHome. My IndiHome merupakan sebuah langkah yang diambil oleh pihak Telkom untuk digital touch point sehingga dapat memudahkan para pengguna layanan tersebut dalam melakukan berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan layanan IndiHome dari mulai registrasi layanan, cek tagihan, dan masih banyak lagi. Adanya hal ketika para siswa dan siswi menggunakan layanan IndiHome dan ada sebuah gangguan dapat dengan mudah diselesaikan sehingga program KUKUCA melalui blogger dapat tetap berlangsung karena sudah diperbaiki dengan mudah.

Digital Services

Kebutuhan internet yang cepat untuk dapat melakukan kegiatan program KUKUCA memang sesutu hal yang wajib. Agar tetap dapat memenuhi kebutuhan internet tersebut dapat menggunakan salah satu produk layanan WiFi Corner yang dapat menghadirkan sebuah layanan akan kebutuhan digital para siswa dan siswi. Bahkan akses internet yang disediakan akan layanan tersebut memiliki kecepatan hingga 1 Gbps yang dapat diakses di kawasan Kantor Telkom terdekat. Harga yang ditawarkan untuk dapat menggunakan layanan WiFi Corner cukup nyaman didompet dari mulai Rp 10 ribu hingga Rp 50.000. Cara untuk dapat mengakses layanan WiFi Corner melalui wifi.id. Hal tersebut tentunya dapat digunakan oleh para siswa dan siswi ketika internet sedang tidak berfungsi dengan menggunakan layanan WiFi Corner.

Ketika pandemik virus Corona terjadi pihak IndiHome juha melakukan sebuah bentuk kepeduliannya dengan menyelenggarakan program IndiHome Charty. Bisa dikatakan bahwa program tersebut sebagai #internetnyaIndonesia yang menyerahkan sebuah bantuan dengan total sejumlah Rp 420 juta kepada beberapa hal baik itu lembaga, organisasi masyarakat, sekolah, maupun pihak lain yang menerima dampak dari pandemik. Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak pada hari Selasa tanggal 26 November 2021. Tujuan adanya program IndiHome Charty yaitu untuk dapat membangkitkan sebuah semangat untuk dapat terus produktif dan kreatif pada masyarakat di Indoneisa walaupun sedang berada di aktifitas kehidupan berada di pandemik virus Covid-19.

Manfaat Digitalisasi IndiHome 

Terhadap Program KUKUCA

Setelah dianalisis adanya digitalisasi yang dilakukan IndiHome tentunya memberikan dampak pada program KUKUCA khususnya melalui blogger. Dari sekian banyak salah satu manfaatnya terjadi penghematan dari mulai biaya, waktu, dan tenaga. Tetapi tidak hanya itu juga pembelajaran menjadi lebih efektif serta menarik karena melalui kombinasi teknologi. Jika masih menggunakan manual pastinya akan ada banyak biaya yang dikeluarkan dari mulai pembuatan materi sampai hal lainnya semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Adanya digitalisasi semua hal tersebut dapat dipangkas menjadi lebih mudah, murah, dan cepat.

Pada akhirnya ada banyak sekali karya yang dihasikan oleh program KUKUCA yang dibuat oleh para siswa dan siswi yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas. Ketika sudah banyak bahan bacaan yang dibuat oleh para siswa dan siswi harapannya dapat menekan berita yang kurang baik dibaca oleh masyarakat. Akibatnya berbagai hal yang tidak diinginkan yang diakibatkan oleh ebrbagai macam bahan bacaan tersebut dapat ditekan. Sehingga diujungnya kehidupan akan lebih baik karena budaya literasi sudah mulai tumbuh dibuktikan dengan sudah banyak bertumbuhnya bahan bacaan baik yang dapat dibaca oleh masyarakat. Maka dengan adanya IndiHome bisa dikatakan merupakan Internetnya Indonesia karena mendukung Aktivitas Tanpa Batas melalui program KUKUCA melalui layanan seperti IndiHome Mbois dalam membangun budaya literasi bangsa.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca. Terima kasih.

Sumber gambar, video, dan tulisan:

  1. https://www.kemenkopmk.go.id/tingkat-literasi-indonesia-memprihatinkan-kemenko-pmk-siapkan-peta-jalan-pembudayaan-literasi
  2. https://pixabay.com/id/illustrations/tanda-tanya-tumpukan-pertanyaan-2492009/
  3. https://pintek.id/blog/logo-osis-sma/
  4. https://pixabay.com/id/photos/pria-menulis-rencana-meja-catatan-593333/
  5. https://pixabay.com/id/photos/pembedahan-buku-antik-instrumen-5215230/
  6. https://pixabay.com/id/photos/blog-ke-blog-wordpress-menulis-684748/
  7. https://www.youtube.com/watch?v=79pZaqe5ouU
  8. https://pixabay.com/id/photos/lalu-lintas-jalan-raya-lampu-malam-332857/
  9. https://www.instagram.com/p/CaOtuR2vjov/?utm_medium=copy_link
  10. https://www.instagram.com/p/CaJubzKB15j/?utm_medium=copy_link
  11. https://www.instagram.com/p/CZV-dUdPbLK/?utm_medium=copy_link
  12. https://indihome.co.id/