Setiap
orang tua pastinya menginginkan anaknya dapat berkembang yang baik dimasa
depannya. Dengan perkembangan yang baik tersebut tentunya membawa harapan besar
yaitu membuat kehidupan sang anak menjadi lebih bak. Adanya alasan tersebut membuat
banyak sekali orang tua yang memaksakan anaknya untuk dapat melakukan banyak
hal. Salah satu contoh dari banyak hal tersebut yaitu dalam sisi akademik. Dimana
banyak sekali orang tua yang memaksa anaknya untuk dapat menguasai sebeuah ilmu
pengetahuan pada akademik.
Bahkan
saking memaksanya pihak orang tua ketika sang anak tidak bisa salah satu
pelajaran maka orang tua akan memberikan sebuah les dengan mendatangkan sang
guru. Memang jika dilihat dari kacamata umum pastinya hal yang dilakukan oleh
orang tua memiliki tujuan yang baik. Tetapi bagaimana jika sang anak memang
tidak tertarik dengan pelajaran tersebut tetapi memiliki ketertarikan dan nilai
yang bagus. Dimana ambil sebuah contoh saja, jika sang anak memiliki keunggulan
dalam pelajaran menggambar (seni) tetapi kurang baik pada pelajaran matematika.
Maka mengapa banyak orang tua yang memberikan les atau pelajaran akan pelajaran
matematika dibandingkan pelajaran menggambar (seni).
Dengan
diberikan les atau pelajaran tambahan kepada sang anak pastinya akan memberikan
dampak yang kurang baik. Dampak kurang baik tersebut seperti membenci diri
sendiri sampai membuat kesuksesan yang seharusnya dekat menjadi kian jauh. Maka
untuk tetap sang anak dapat meraih kesuksesannya maka dibutuhkan kekuatan baik
dari dalam (inner strength). Tentunya
sang anak tidak dapat mengeluarkan inner
strength secara mandiri maka dibutuhkan pihak orang tua yang membimbingnya.
Salah satu contoh bentuk dari inner
strength pada anak berani, percaya diri, tangguh, dan masih banyak lagi.
Kita
sebagai orang tua bisa bayangkan seberapa hebat sang anak jika memiliki inner strength yang dikombinasikan
dengan skill yang dipunya. Secara contoh jika sang anak memiliki skill sebagai
pemain sepak bola yang dikombinasikan dengan inner strength yang dimiliki. Maka sang anak pastinya dapat menjadi
generasai muda yang sangat kuat karakternya serta mampu menorehkan prestasi
yang membanggakan bagi dirinya maupun orang tua.
Ya,
olahraga sepak bola merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh oleh orang
tua untuk dapat mengeluarkan inner
strength dalam diri sang anak. Berani, dimana sang anak harus memiliki
keberanian dalam mengambil keputusan baik itu ketika mau mengoper kepada teman maupun
membawa bola ke daerah lawan. Tangguh, ketika sang anak harus melewati beberapa
lawan yang mau merebut bola yang sedang dibawa.
Tetapi
perlu digaris bawahi bahwa olahraga sepak bola tidak hanya memiliki tujuan
untuk memenangkan dengan memasukan bola ke gawang lawan saja tetapi didalamnya
terdapat beberapa tujuan lain. Dimana salah satu tujuan lainnya yaitu melatih
setiap pemain dalam hal ini inner
strength yang terpendam dalam diri. Untuk itu maka dalam melaksanakan olahraga
sepak bola tidak bisa sembarangan diperlukan sebuah sekolah sepak bola yang
dapat mengeluarkan sisi inner strength
seperti dalam Sekolah Bola Online BISKUAT ACADEMY 2022.
Disini
khususnya pihak Biskuat sangat percaya bahwa setiap orang khususnya anak-anak
memiliki inner strength yang dapat
berpengaruh kepada perkembangan masa depannya. Maka dari itu orang tua harus
dapat mendukung pengeluaran potensi inner
strength pada diri sang anak. Oleh karena itu disini pihak Biskuat mengajak
kepada seluruh para orang di Indonesia untuk dapat menciptakan sebuah #GenerasiTiger
yang mana generasi yang tersebut memiliki karakter tangguh, baik hati,
pemberani, dan percaya diri. Dimana salah satu cara yang dilakukan oleh Biskuat
yaitu dengan Biskuat Academy yang lebih tepatnya yaitu Sekolah Bola Online BISKUAT ACADEMY 2022.
Bisa
dikatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan serangkaian acara tahunan yang
dilakukan oleh pihak Biskuat. Tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberikan
pembelajaran olahraga kepada anak-anak Indonesia sehingga anak-anak tersebut
dapat mengembangkan tidak hanya kekuatan fisik tetapi kekuatan inner strength. Adanya kedua hal
tersebut yang telah dikeluarkan dalam diri sang anak diakhirnya dapat menciptakan
sumber daya manusia atau menciptakan #GenerasiTiger Indonesia yang dapat
membawa perubahan besar pada masyarakat.
Maka
dari itu tidak ada salahnya disini pihak orang tua untuk memasukan anak-anaknya
kedalam BISKUAT ACADEMY lebih
spesifik lagi ke Sekolah Bola Online BISKUATACADEMY 2022 sebagai wadah serta kesempatan yang bagus untuk mengeluarkan
potensi skill mengenai olahraga sepak bola dan inner strength yang terpendam dalam diri sang anak.
Semoga
tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca. Terima kasih.
Dibeberapa
tahun kebelakang bisa dikatakan bahwa pembangunan di Indonesia masih terpusat
pada Pulau Jawa. Hal tersebut dapat terlihat dari sisi penerimaan negara yang
masih didominasi berasal dari Pulau Jawa. Setidaknya kurang lebih mencapai 80%
penerimaan pajak di Indonesia berasal dari Pulau Jawa. Penyataan mengenai
dominasi penerimaan pajak dari Pulau Jawa selaras dengan pemaparan yang
dikeluarkan oleh pihak Menteri Keuangan yang dijabat oleh Sri Mulyani. Berikut
ini adalah pemaparan dari Menteri Keuangan yaitu:
"Kalau
dilihat ketimpangan di Indonesia, Indonesia it's not only Jakarta atau Jawa.
Walaupun kalau dilihat dari sisi PDB atau kontribusi terhadap tax, like it or
not, Jawa mendominasi ekonomi Indonesia. 80% penerimaan negara dari pajak
berasal dari Jawa sendiri," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam
paparannya di CIMB Niaga Economic Forum di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta,
Kamis (26/1/2017).
Melihat
kondisi tersebut dapat dikatakan bahwa pihak pemerintah Indonesia belum dapat
mengaplikasikan sebuah nilai dari Pancasila khususnya sila kelima. Dimana bunyi
dari sila kelima pada Pancasila yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat
Indonesia”. Ada banyak sekali arti dari sila kelima tersebut. Tetapi secara
sederhana salah satu contoh arti dari sila kelima yaitu pemerataan. Arti dari
pemerataan tersebut yaitu ketika masyarakat yang di Pulau Jawa merasakan
pembangunan infrastuktur yang terdiri dari jalan, rumah sakit, dan lain-lain
maka masyarakat yang berada di luar Pulau Jawa seperti yang tinggal di daerah
3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) juga harus dapat merasakan pembangunan
infrastuktur tersebut.
Nyatanya
masyarakat yang berada diluar Pulau Jawa seperti di daerah 3T masih belum dapat
merasakan dari pembangunan infrastuktur. Kondisi tersebut membuat pihak
Pemerintah Indonesia masih belum dapat mengaplikasikan atas sila kelima pada
Pancasila. Tentunya disini pihak Pemerintah Indonesia tidak mau dicap tidak
bisa mengaplikasikan atas sila kelima tersebut. Maka dari itu pihak Pemerintah
Indonesia dari tahun ke tahun mulai berubah dengan melakukan pembangunan
infrastuktur secara merata dari Sabang sampai Merauke.
Pihak
pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus
melakukan pembangunan infrastuktur secara merata. Bahkan pihak Direktur
Jenderal Pembiayaan yang dijabat oleh Herry Trisaputra Zuna memaparkan bahwa di
tahun 2022 terdapat 14 proyek yang dalam tahap penyiapan KPBU dan 16 proyek
dalam tahap transaksi. Sehingga secara total terdapat 30 proyek KPBU dengan
nilai investasi dengan angka kurang lebih sebesar Rp332,59 triliun. Beberapa
proyek-proyek besar dibawah kepemimpinan Bapak Jokowi pada pemerintah Indonesia
sudah bisa menyelesaikan seperti proyek MRT Jakarta, Tol Lampung-Palembang, dan
Tol Layang Jakarta-Cikampek.
Jika
melihat secara langsung material pembentuk infrastuktur yang digunakan oleh
masyarakat didominasi oleh material beton. Penggunaan material beton dipilih
karena memiliki kekuatan yang dibutuhkan dalam menopang beban pada infrastuktur
ketiga digunakan. Berdasarkan SK SNI T-1990-03 memaparkan bahwa beton yaitu campuran
antara semen, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan campuran yang
membentuk massa padat.
Dari
pengertian tersebut maka semen merupakan komponen yang sangat penting dalam
pembentukan beton. Fungsi semen yaitu untuk dapat mengikat butiran agregat
hingga dapat membentuk sebuah material yang memiliki massa padat dan mengisi
rongga-rongga udara di antara butiran agregat. Semen pada beton memiliki
komposisi hanya sekitar 10%, walaupun memiliki komposisi yang hanya 10%
tersebut tetapi memiliki peran yang sangat penting untuk mengikat berbagai
macam komponen didalam beton. Maka dari itu untuk dapat membentuk beton yang
berkualtias dibutuhkan pemilihan komponen semen yang baik.
Berikut ini cara
untuk memperoleh semen terbaik yang ada dipasaran untuk digunakan dalam membentuk
beton berkualitas pada infrastuktur yang akan dibangun yaitu:
1. Usia semen harus tidak
kadaluarsa.
Harus
diperhatikan disini tidak hanya makanan dan minuman yang memiliki kadaluarsa
saja tetapi produk semen memiliki waktu kadaluarsa. Semakin sebentar waktu
disimpan setelah diproduksi semakin bagus kualitas semen tersebut. Alasan
tersebut karena dengan waktu simpan yang sebentar maka zat-zat yang ada disekitar
lingkungan tersebut tidak akan mengontaminasi pada semen. Jika sudah
terkontaminasi produk semen dengan zat dilingkungan sekitar pastinya akan
menurunkan kualitas dari produk semen. Maka dari itu alangkah baiknya jika
ingin membeli produk semen langsung dari produsen setelah dikemas atau memiliki
waktu kadaluarsa yang tidak terlewat. Cara mengetahui waktu kadaluarasa dari
produk semen ada dua cara. Pertama adalah bertanya langsung ke penjualnya akan
waktu kadaluarsa. Sedangkan cara kedua adalah melihat kemasan dari produk semen
yang biasanya menamaparkan waktu kadaluarsa dan waktu diproduksi atas semen
tersebut.
2. Tekstur dan warna
Dilihat
dari tekstur produk semen yang memiliki kualitas bagus masih berbentuk debu
yang halus. Bahkan ketika disentuh permukaannya masih lembut dan bisa langsung
terurai. Sehingga ketika ditemukan produk semen dipasaran yang sudah mulai
memiliki tekstur seperti kerikil dan menggumpal, maka dapat dikatakan bahwa
tekstur pada semen menandakan bahwa semen sudah mengalami perubahan kualitas
dari yang baik menjadi kurang baik. Ketika produk semen sudah mengalami
perubahan kualitas pastinya akan berdampak pula pada beton yang akan
dihasilkan. Untuk dapat menghasilkan beton yang berkualitas baik dibutuhkan
semen yang dari sisi tekstur masih berbentuk debu yang hasul, lembut, dan dapat
terurai.
Sedangkan
dari sisi warna produk semen yang masih berkualitas baik memiliki warna abu-abu
kehijauan. Tetapi terkadang kita sebagai orang yang mau membeli produk semen
menemukan warna semen yang tidak abu-abu kehijauan tetapi mulai berwarna gelap
(cenderung hitam) atau terlalu terang (cenderung putih). Tentunya kedua warna
tersebtu patut untuk tidak dipilih karena perubahan warna yang terjadi pada
semen salah satu disebabkan adanya zat aditif yang digunakan terlalu banyak
pada produk semen. Adanya kelebihan zat aditif tersebut membuat terjadi
perubahan warna yang dari abu-abu kehijauan menjadi warna gelap atau terang.
Maka masyarakat yang mau membeli produk semen yang dilihat dari sisi warna maka
yang dipilih memiliki warna abu-abu kehijauan.
3.
Memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI)
Bisa
dikatakan bahwa point ketiga ini merupakan point yang terpenting dibandingkan
dua point yang telah dipaparkan. Dimana produk yang mau dibeli oleh masyarakat
harus memiliki logo SNI. Dengan memiliki logi SNI pada kemasan menandakan bahwa
produk telah lolos beberapa uji. Dimana uji yang dilalui pastinya ada banyak
sekali tetapi memiliki tujuan untuk mengukur kualitas, keamanan, sampai
spesifikasi agar produk semen tersebtu layak untuk dipasarkan di wilayah
seluruh Indonesia. Cara melihat sebuah produk semen sudah memiliki logo SNI
dengan melihat kemasannya. Pada kemasan tersebut dapat terlihat sebuah logo SNI
dengan adanya logo SNI pada kemasan menandakan bahwa produk semen tersebut
lolos dan layak untuk digunakan sebagai bahan komponen pembentukan beton.
Pada
dasarnya ada banyak cara-cara yang harus diperhatikan dalam memilih semen
terbaik yang ada dipasaran namun salah satu contoh caranya telah dipaparkan diatas.
Tetapi pada kenyataanya dimasyarakat ada banyak sekali produk semen yang
bertebaran. Perusahaan penyedia produk semen yang dapat dipilih masyarakat yang
ada di Indonesia yaitu PT Semen Tonasa.
Maka dari itu kini timbul sebuah pertanyaan yaitu:
Berdasarkan
sejarahnya PT Semen Tonasa
diresmikan di tahun 1968 oleh menteri peindustrian yang dijabat oleh Jenderal
M. Yusuf. Pada saat itu pemerintah memiliki komitmen yang sangat kuat untuk
dapat meningkatkan kehidupan orang banyak. Sehingga pada saat itu didirikanlah PT Semen Tonasa yang letaknya di Desa
Biring Era. Dimana di Desa Biring Era tersebut walaupun memiliki ukuran kecil
tetapi di desa tersebut kaya akan kandungan bahan baku untuk pembuatan semen.
Bisa
dikatakan bahwa PT Semen Tonasa
merupakan sebuah produsen semen yang besar berada di Kawasan Timur Indonesia.
Dimana lahan yang ditempati oleh PT Semen Tonasa seluas 1.571 hektar yang berada di Desa Biring Ere, Kecamatan
Bungoro, Kabupaten Pangkep. Desa Biring Ere jika hitung berdasarkan lokasi kota
Makassar desa tersebut memiliki jarak 68 kilometer. Pabrik yang dimiliki oleh PT Semen Tonasa sebanyak empat yaitu
Pabrik Tonasa II, III, IV, dan V. Adanya keempat unit pabrik tersebut mapa PT Semen Tonasa dapat menggunakan
proses kering dengan kapasitas masing-masing 590.000 ton semen per tahun untuk
Unit II dan III, 2.300.000 ton semen per tahun untuk unit IV serta 2.500.000
ton semen untuk unit V yang dapat mendukung kebutuhan semen secara nasional.
Bahkan dengan bahan baku yang masih berlimpah maka PT Semen Tonasa dapat terus menghasilkan semen yang berkualitas
untuk memberikan konstribusi kepada pemerintah dalam membangun infrastuktur di
wilayah Indonesia sampai beberapa kedepannya.
PT Semen Tonasa
memilih Sulawesi Selatan sebagai lokasi pabriknya. Pemilihan lokasi tersebut tentunya
bisa dikatakan sebagai lokasi yang sangat strategis. Alasan strategis karena
adanya lokasi pabrik ditempat tersebut dapat mengisi kebutuhan semen untuk
kawasan daerah Indonesia Bagian Timur. Apalagi untuk mendukung pasar di kawasan
ditopang oleh sembilan unit pengantongan semen yang melengkapi sarana distribusi
penjualan untuk meningkatkan penjualan PT Semen Tonasa. Untuk unit pengantongan perseroan terdapat di Palu (Sulawesi
Tengah), Mamuju (Sulawesi Barat), Kendari (Sulawesi Tenggara), Oba (Maluku
Utara), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Sorong (Papua Barat) dengan
kapasitas masing-masing 300.000 ton per tahun. Sedangkan untuk Unit
Pengantongan Makassar (Sulawesi Selatan), Bitung (Sulawesi Utara), Ambon
(Maluku), dan Samarinda (Kalimantan Timur), memiliki kapasitas masing-masing
600.000 ton per tahun.
PT Semen Tonasa
juga memiliki produk semen yang dapat dipilih oleh masyarakat. Produk semen
pertama pada PT Semen Tonasa yaitu Semen
Portland Komposit. Semen Portland Komposit merupakan sebuah semen dengan bahan
peningkat hidrolis dari hasil penggilingan bersama terak semen Portland dan
gipsum yang dikombinasikan dengan satu atau lebih bahan atau lebih yang hasil
dari hasil pencampuran bubuk semen Portland dengan bubuk bahan anorganik lain.
Produk semen yang kedua yang dihasilkan oleh PT Semen Tonasa yaitu Semen Portland Pozzolan. Semen Portland
Pozzolan merupakan jenis semen hidrolis yang terdiri dari campuran homogen
antara antara semen Portland dan pozzolan halus. Semen tersebut diproduksi
dengan cara menggiling klinker semen Portland dan pozzolan secara bersama-sama.
Dimana untuk sement ersebut memiliki kadar pozzoland sekitar 15-40% dari massa
Semen Portland Pozzolan.
Semen
ketiga yang diproduksi oleh PT Semen Tonasa
berjenis Semen Portland Tipe I. Semen Portland Tipe I merupakan jenis semen
yang hidrolis. Selain itu Semen Portland Tipe I dibuat juga dengan cara
menggilingkan terak dan gipsum. Tentunya Semen Portland Tipe I yang diproduksi
oleh PT Semen Tonasa juga telah
memenuhi persyaratan dari peraturan baik itu SNI 2049-2015 Jenis I dan ASTM
C150-2004 Tipe I. Dengan sudah memenuhi persyaratan peraturan tersebut maka
jenis Semen Portland Tipe I yang diproduksi oleh PT Semen Tonasa dapat digunakan oleh masyarakat dalam membangun
bangunan umum dengan kekuatan tekanan yang tinggi tetapi tidak memerlukan
sebuah persyaratan khusus. Dimana contoh dari bangunan infrastuktur tersebut
seperti bangunan bertingkat tinggi, perumahan, jembatan dan jalan raya,
landasan bandar udara, dan masih banyak lagi. Setelah mengetahui akan secara
permukaan mengetahui akan PT Semen Tonasa
pastinya para pembaca memiliki sebuah pertanyaan yang ada didalam pikiran
setelah membaca beberapa hal yang ada diatas. Berikut ini adalah pertanyaan
tersebut yaitu:
Mengapa para
perencana yang membangun infrastuktur berbahan dasar beton harus menggunakan
semen yang diproduksi PT Semen Tonasa???
Pastinya
jika pertanyaan diatas diberikan kepada setiap orang maka jawaban yang akan
diberikan sangatlah beragam. Hasil dari beberapa jawaban yang diberikan
tersebut pastinya ada sebuah benang merah yang saling berhubungan. Maka dari
itu berikut ini adalah tiga point benang merah dari beberapa jawaban yang akan
diberikan serta pemaparan yaitu:
1. Standar Nasional dan
Internasional
Produk-produk
semen yang dihasilkan PT Semen Tonasa
nyatanya sudah memiliki standar baik itu secara nasional maupun internasional.
Bukti untuk secara nasional dapat terlihat dari penghargaan yang didapatkan
oleh PT Semen Tonasa. Dimana
penghargaan tersebut yaitu SNI Award 2016. Penghargaan akan SNI Award merupakan
sebuah penghargaan tertinggi dari pihak pemerintah kepada pihak organisasi atau
perusahaan yang sudah dinilai baik serta konsisten dalam menerapkan SNI. Adanya
penghargaan tersebut menandakan bahwa produk semen yang dihasilkan oleh PT Semen Tonasa sudah dilengkapi oleh
SNI yang menyatakan bahwa keamanan dan standar sudah pasti diterapkan pada
produk tersebut. Sehingga produk-produk tersebut sudah dapat terjamin akan
kualitas ketika masyarakat menggunakannya.
Dikarenakan
pasar dari produk semen oleh PT Semen Tonasa
tidak hanya ingin menjangkau wilayah Indonesia saja tetapi kemungkinan akan
juga mulai merambah ke pasar internasional. Maka dari itu disini secara
perlahan-lahan dan pasti maka PT Semen Tonasa
juga menerapkan standar internasional. Salah satu contoh bukti penerapan PT Semen Tonasa mulai menerapkan
standar internasional seperti penerapan Sistem Manajemen Laboraturium (ISO/ IEC
17025;2005), OHSAS 18001:2007 (Occupational Health & Safety Assessment Series),
dan masih banyak lagi. Penerapan standar internasional tersebut harapannya
dapat penerapan standar nasional dan internasional dapat meyakinkan masyarakat
baik itu secara nasional maupun internasional bahwa kualtias produk semen yang
dihasilkan oleh PT Semen Tonasa
sudah berkualitas baik dilihat sampai diuji oleh standar nasional dan
internasional. Sehingga kualitas dari beton yang dihasilkan dengan menggunakan
semen produk PT Semen Tonasa
pastinya sudah berkualitas baik secara nasional maupun internasional saat
diterapkan pada infrastuktur yang sedang dibangun.
2. Banyaknya
Penghargaan
Bisa
diartikan bahwa semakin banyaknya penghargaan yang dimiliki oleh sebuah produk
menandakan bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang baik. Berbicara
mengenai penghargaan yang dimiliki oleh produk semen yang dihasilkan oleh PT Semen Tonasa ada banyak sekali.
Salah satu contoh penghargaan yang dimiliki seperti penghargaan TKMPN Kategori
PLATINUM Tim QIC RHINO, -penghargaan TKMPN Kategori PLATINUM Tim QCP DR. CEMENT,
dan masih banyak lain. Kita sebagai masyarakat sangat mengetahui bahwa untuk
mendapaktan sebuah penghargaan tidaklah mudah apalagi berfikiran seperti
membalikan telapak tangan. Untuk mendapatkan penghargaan dibutuhkan dedikasi
yang sangat tinggi dibarengi dengan konsisten dalam melakukan sebuah hal. Dalam
hal ini pihak PT Semen Tonasa
memiliki dedikasi yang tinggi serta konsisten dalam menghasilkan sebuah produk
semen yang berkualtias sehingga dapat menghasilkan beton yang berkualitas pada
infrastuktur.
Ternyata
berbicara penghargaan yang didapatkan oleh PT Semen Tonasa tidak hanya berkaitan akan produk semen saja tetapi juga ada
penghargaan lain. Dimana salah satu penghargaan tersebut berkaitan dengan Proper
Hijau. Lebih tepatnya penghargaan yang didapatkan oleh PT Semen Tonasa yaitu Penghargaan Proper Hijau dari Menteri
Lingkungan Hidup & Kehutanan pada tahun 2019. Proper hijau memiliki arti
secara sederhana yaitu perusahaan yang telah menerapkan pengelolaan lingkungan
yang lebih baik terutama dari sisi Keanekaragaman Hayati, Sistem Manajemen
Lingkungan sampai 3R Limbah Padat. Sehingga pihak PT Semen Tonasa tidak hanya berfokus menghasilkan produk semen yang
berkualitas tetapi juga turut membantu menjadi agen perubahan yang
menyelamatkan lingkungan dengan sudah dibuktikan dengan adanya Penghargaan
Proper Hijau dari Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan pada tahun 2019.
3. Testimoni
Sebuah
testimoni bisa dikatakan sebuah kunci pada sebuah produk. Dimana arti dari
kunci tersebut yaitu diterima atau tidaknya sebuah produk pada masyarakat.
Semakin baiknya testimoni akan sebuah produk maka menandakan peluang yang lebih
besar produk tersebut diterima oleh masyarakat. Saking saktinya sebuah
testimoni dibeberapa kasus yang beredar hanya dengan testimoni yang kurang baik
diberikan oleh masyarakat dapat membuat masyarakat tidak mau menggunakan produk
tersebut lagi. Alasan bisa terjadi hal tersebut oleh testimoni karena testimoni
yang diberikan oleh masyarakat pastinya jujur tanpa adanya hal-hal yang
berlebihan didalamnya. Sehingga ketika produk yang digunakan tersebut kurang
baik maka testimoni akan bersifat kurang baik tetapi sebaliknya ketika produk
tersebut baik maka terstimoni akan bersifat baik. Berbicara terstimoni akan
produk semen yang diproduksi oleh PT Semen Tonasa ada banyak sekali. Tetapi berikut ini adalah salah satu contoh
terstimoni yang diberikan oleh masyarakat sehingga para pembaca dapat menilai
sendiri akan kualitas dari produk semen yang dihasilkan oleh PT Semen Tonasa.
Setelah
mengetahui akan pertanyaan yang telah dipaparkan pastinya para pembaca sekalian
akan timbul pertanyaan lain. Dimana pertanyaan lain yang akan muncul yaitu:
Bagaimana cara konstribusi PT Semen Tonasa dalam menciptakan
Pemerataan Infrastuktur Di seluruh wilayah Indonesia???
Ada
beberapa kegiatan nyata yang dilakukan oleh pihak PT Semen Tonasa untuk dapat menjadi bagian dari pihak yang
menciptakan pemerataan infrastuktur diseluruh wilayah Indonesia. Berikut ini
langkah nyata akan konstribusi dari PT Semen Tonasa dalam menjadi bagian dalam menciptakan pemerataan infastuktur
di seluruh wilayah Indonesia yaitu:
1. Pendirian
Pabrik Di Wilayah Timur
Dengan
pendirian pabrik di wilayah Timur Indonesia membuat harga produk semen menjadi
murah. Alasan murahnya karena jika produk semen didatangkan dari Pulau Jawa
pastinya akan ada biaya mobilitas sehingga menaikan harga semen ketika mau
dibeli. Semakin dekat pabrik semen dengan sebuah wilayah maka pastinya harganya
akan menjadi menurun. Alasan dapat menurunnya harga semen karena mobilitas
menjadi singkat serta tidak ada campur tangan pihak ketiga. Apalagi pada produk
semen yang dihasilkan PT Semen Tonasa
didukung oleh sarana disribusi penjualan yang berjumlah sembilan unit
pengantongan semen yang dapat membantu disribusi semakin baik.
Belum
lagi kapasitas terpasang 5.980.000 ton semen per tahun ini yang ditopang oleh empat
unit pabrik yaitu Pabrik Tonasa II, III, IV dan V. Sehingga dengan hal tersebut
kebutuhan produk semen yang banyak pada kawasan Timur Indonesia dapat
terpenuhi. Akibat sudah dapat terpenuhinya maka secara tidak langsung juga
mendukung akan terjadi percepatan pembangunan infrastuktur melaui penyediaan
semen yang banyak untuk menutupi kebutuhan semen.
2. Melakukan Inovasi
Walaupun
pada dasarnya PT Semen Tonasa
bergerak didalam produksi dan penjualan akan produk semen tetapi pada
kenyataannya tidak hanya itu saja. Pihak PT Semen Tonasa juga melakukan beberapa hal salah satunya akan inovasi. Salah satu
inovasi dilakukan oleh 2 tim inovator yang menjuarai KMST 2020 yaitu resmi
mendapatkan sertifikat paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual,
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Pada
paten pertama mengenai Pelindung Probe Gas Analizer Saluran Masuk Kiln yang
merupakan inovasi dari Tim QCC Mistis 2. Dari hasil paten pertama tersebut
mendapatkan sebuah predikat Platinum pada event Temu Karya Mutu dan
Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIII 2019 di Solo. Selain itu juga mendapatkan
hal lainnya seperti 3 Star yang merupakan predikat tertinggi dalam Asia Pasific
Quality Organization (AQPO) International Conference ke-26 di Perth, Australia
di tahun 2021.
Sedangkan
pada paten kedua mengenai Komposisi Laterite sebagai Bahan Baku untuk
Menurunkan Alumina Rasio (AM) pada Produksi Raw Meal di Industri Semen. Paten kedua
yang membahas hal tersebut dilakukan oleh inovasi yang dilakukan oleh tim QCP Mico.
Dimana dari hasil inovasi paten kedua tersebut sampai mendapatkan predikat
Platinum pada event Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIII
2019 di Solo. Serta mendapatkan 3 Star (Predikat tertinggi) pada International
Convention on Quality Control Circles (ICQCC) ke-45 2020 di Dhaka, Bangladesh.
Adanya
inovasi tersebut harapannya dapat membantu pihak pemerintah atau pihak yang
bekerja dalam pembangunan agar dapat menghasilkan beton yang berkualitas baik tetapi
dengan lebih efektif dari inovasi yang ditemukan oleh sumber daya manusia dari PT Semen Tonasa.
3. Melakukan Penanaman Kembali
Pepohonan
Pihak
PT Semen Tonasa mengetahui bahwa ketika
terjadi pembangunan infrastuktur selalu saja diiukuti oleh terjadi perusakan
lingkungan. Walaupun sudah dilakukan penekanan dari kerusakan lingkungan dengan
adanya Analisah Dampak Lingkungan (AMDAL). Tetapi pada kenyataanya kerusakan
lingkungan dari kegiatan pembangunan infrastuktur tidak bisa dihindari. Maka dari
itu untuk dapat menekan terjadi kerusakan lingkungan seperti yang dilakukan
oleh pihak PT Semen Tonasa.
PT Semen Tonasa
yang bekerja sama dengan pihak Kabupaten Pangkep, Forkopimda, dan masyarakat
sekitar melakukan kegiatan penanaman Mangrove dan bersih-bersih pantai dari
sampah plastik di Pulau Laiya, Pulau Polewali dan Pulau Karangrang, Minggu 2
Oktober 2022. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penanaman Mangrove dengan total
150 ribu Mangrove. Serta dilakukan bersih-bersih lingkungan sekitar. Harapannya
dengan adanya kegiatan tersebut kerusakan lingkungan yang sudah terjadi
dimasyarakat dapat dilakukan perbaikan lingkungan. Selain itu juga pihak PT Semen Tonasa melakukan penyerahan
bantuan terhadap pemeliharaan Mangrove. Sehingga tanaman-tanaman Mangrove yang
ditanaman tidak langsung mati karena tidak diurus tetapi dengan adanya bantuan
tersebut harapannya tanaman-tanaman Mangrove tersebut dapat mengembalikan
ekosisitem lingkungan menjadi lebih baik lagi. pihak PT Semen Tonasa juga melakukan bantuan akan semen terhadap
pembangunan tiga mesjid yang ada di ketiga pulau tersebut. Pihak PT Semen Tonasa juga melakukan
pemasangan rambu-rambu kebencanaan oleh Tim Reaksi Cepat Semen Tonasa.
Harapannya
dengan adanya beberapa yang telah dipaparkan mengenai PT Semen Tonasa dapat membantu pihak pemerintah untuk dapat membuat
pemerataan pembangunan infrastuktur di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga ketika
sudah terjadi pemerataan infrasuktur di seluruh wilayah Indonesia masyarakat
dapat merasakan pengaplikasikan sila kelima. Hasil dari pemerataan infrastuktur
juga pastinya akan berdampak positif bagi masyarakat karena dapat membuat terkoneksinya
antar wilayah yang membuat ekonomi dapat berjalan dengan baik.
Semoga
tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca. Terima kasih.
Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit yang sampai saat
ini masih menghantui masyarakat di Indonesia. Belum lagi penyakit kusta dapat
menyerang siapa saja tanpa mengenal latar belakang, sosial, agama, maupun usia
seseorang. Buktinya berdasarkan data yang dikumpulkan oleh pihak Kementerian
Kesehatan per tanggal 24 Januari 2022 sudah mencatat bahwa kasus kusta yang
sudah terdaftar sebanyak 13.487 kasus dengan penemuan kasus baru sebanyak 7.146
kasus.
Pada sebuah kesempatan yang sama oleh Wamenkes Dante pada
sambutannya memaparkan bahwa sampai saat ini masih ada 6 Provinsi yang belum
mencapai eliminasi kusta di Indonesia. Dimana 6 provinsi tersebut yaitu
Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Ia juga
memaparkan bahwa prevalensi kusta di 6 provinsi tersebut masih lebih dari 1 per
10.000 penduduk. Dengan hal tersebut dapat diartikan bahwa setiap 10.000
penduduk pada daerah tersebut terdapat 1 orang yang menderita penyakit kusta.
“Deteksi sedini mungkin adalah hal
penting agar perlu segera diobati. Akibat kusta bisa timbul permasalahan
ekonomi, stigmatisasi pada penderita kusta beserta keluarganya,” kata Wamenkes
Dante.
Pengalaman Langsung Dari Penderita Kusta
Pada Masyarakat
Terkadang harus diakui bahwa ketika seseorang menderita
penyakit kusta terkadang didominasi oleh cerita kurang menyenangkan. Salah satu
contohnya dialami oleh penderita kusta yang tinggal di Makassar, Sulawesi
Selatan. Dimana seseorang penderita tersebut memiliki nama Dg Ca’di dengan umur
73 tahun. Diawal-awal Dg Ca’di pastinya tidak mengetahui akan penyakit yang
dideritanya termasuk ke dalam penyakit kusta. Ia baru mengetahui penyakit yang
diderita tersebut kedalam penyakit kusta melalui orang-orang yang melihat
kondisinya secara langsung.
Berdasarkan cerita dari Dg Ca’di memaparkan bahwa ia
menderita penyakit kusta dari tahun 1985. Pada tahun tersebut Dg Ca’di
memaparkan berada di Papua. Saat itu entah bagaimana tulang-tulang yang
dirasakan agak linu dan badan mulai mengalami bengkak-bengkak. Ketika sudah
terjadi penyakit tersebut Dg Ca’di memilih untuk tinggal di daerah tempat
kelahirannya yang berada di daerah Tamalanrea. Tetapi nyatanya ketika tinggal
didaerah tersebut ia mendapatkan perlakuan yang kurang baik. Sehingga di tahun
2017 Dg Ca’di memilih untuk pindah ke Kompleks Penderita Kusta Jongya. Dengan
perpindahan tersebut membuat Dg Ca’di merasa lebih nyaman dan mendapatkan
ketenteraman karena dapat hidup bersama dengan para penderita kusta lainnya.
Pengalaman yang dirasakan Dg Ca’di juga hampir sama dirasakan
oleh Ramlah. Awal-awal Ramlah dinyatakan menderita penyakit kusta dengan
merasakan demam panas. Demam panas tersebut dirasakan pada seluruh badannya.
Bahkan waktu ia masih berada di status siswa lebih tepatnya berada di kelas 5
SD. Sejak saaat itu pastinya Ramlah melakukan pengobatan ke beberapa rumah
sakit tetapi nyatanya hasil yang didapatkan belum maksimal.
Memang jika melihat dari dua pengalaman diatas para penderita
kusta mendapatkan perlakukan yang kurang baik oleh masyarakat. Perlakukan yang
kurang baik tersebut pastinya membuat penderita penyakit kusta menjadi lebih
tertekan. Tekanan pertama sudah pasti yang diakibatkan oleh penyakit kusta yang
dirasakan. Sedangkan tekanan lain bisa saja didapat dari keluarga sampai
lingkungan. Terkadang banyaknya tekanan yang dirasakan tersebut membuat
seseorang penderita kusta menjadi sulit untuk bergerak ke arah yang lebih baik
dalam hidup. Belum lagi banyaknya penolakan sampai pengucilan membuat peluang
ke arah yang lebih baik menjadi kian sulit.
Dari pengalaman hidup tersebut, maka disini pihak pemerintah
dan pihak lainnya harus saling bahu-membahu untuk mencegah terjadinya penyakit
kusta di masyarakat. Apalagi penyakit kusta ini tidak hanya menyerang satu
golongan saja seperti jenis kulit. Tetapi pada kenyataannya penyebaran penyakit
kusta ini menyerang setiap orang tanpa melihat latar belakang. Belum lagi
berdasarkan data angka kasus penyakit kusta termasuk yang tertinggi. Data dari
WHO di tahun 2020 memaparkan bahwa jasus kusta di Indonesia menduduki peringkat
ketiga terbesar di dunia. Kini juga ditemukan sebanyak 9,14% dari total kasus
kusta yang baru terjadi pada anak-anak. Untuk menekan angka tersebut serta
mencegah dampak kurang baik dari penyakit kusta bagi seseorang dibutuhkan sebuah
pencegahan yang baik dan efektif. Melakukan pencegahan yang baik dan efektif
dimulai dari mengetahui terlebih dahulu akan seluk belum dari penyakit kusta.
Pengenalan Secara Dasar Penyakit Kusta
Kusta atau biasa disebut juga dengan sebuah nama lepra
merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang dapat
menyebabkan penyakit kusta tersebut memiliki nama bakteri Mycobacterium leprae.
Penyebaran bakteri tersebut dari satu orang ke orang lain melalui sebuah
percikan cairan yang berasal dari saluran pernapasan (droplet) yaitu ludah atau
dahak yang keluar ketika melakukan bersin.
Walaupun penurunan tidak dapat dengan mudah menular kepada
orang lain. Tetapi dengan terus menerus terkenal percikat droplet dari
seseorang pengidap penyakit kusta dengan jenjang waktu lama dapat membuat
seseorang terjangkit penyakit kusta juga. Ketika sudah terkena didalam
seseorang bakteri ini tidak langsung bereaksi tetapi membutuhkan waktu kembang
dalam tubuh penderita yang lama. Perlu diingat pula bahwa penyebaran penyakit
kusta ini tidak dapat tertular hanya karena bersalaman, duduk bersama, sampai
melakukan hubungan seksual dengan sang penderita. Serta penyakit kusta juga
berdasarkan berbagai macam pendapat yang beredar mengatakan bahwa ibu yang
hamil tidak akan menularkan penyakit kusta kepada janinnya.
Gejala yang ditimbulkan dari penyakit kusta bagi seseorang
penderitanya. Bahkan untuk dapat dilihat secara visual saja tidak begituh
jelas. Dibeberapa kasus yang sudah terjadi seseorang penyakit justa dapat
terlihat jelas dalam tubuh seseorang selama 20 tahun atau lebih. Walaupun
dengan kondisi demikian terhadap beberapa kasus yang sudah terjadi ada beberapa
gejala seseorang menderita penyakit kusta seperti kulit yang mengalami mati
rasa, kulit tidak berkeringat, sampai kulit yang terasa kaku.
Penyakit kusta yang menyerang biasanya melakukan perusakan
pada bagian sistem saraf. Dimana sang penderita akan mulai kehilangan sensasi
rasa seperti rasa penyeri. Sehingga ketika seseorang mengalami sebuah luka atau
cedera pada tubuhnya membuat penderita tidak akan merasakan apapun terhadap
kulitnya. Setelah beberapa kasus kusta serta pembelajaran yang lebih dalam
disimpulkan bahwa terdapat tingkat keparahan gejala yang dikelompokan menjadi
enam jenis yaitu:
1. Intermediate leprosy. Pada penyakit kusta yang termasuk
kategori tersebut ditandai dengan adanya beberapa lesi datar yang berwarna
pucat atau lebih cerah dari warna kulit yang ada disekitarnya. Untuk penyakit
kusta yang termasuk kedalam jenis ini dapat dikatakan bahwa penyakit kusta yang
diderita terkadang dapat sembuh dengan sendirinya.
2. Tuberculoid leprosy. Pada penyakit kusta yang termasuk
kategori tersebut akan ditandai oleh beberapa lesi datar yang kadang ukurannya
cukup besar. Perasaan penderita mulai merasakan mati rasa yang disertai oleh
pembesaran saraf.
3. Borderline tuberculoid leprosy. Pada penyakit kusta yang
termasuk kategori tersebut akan mulai terlihat lesi yang berukuran kecil.
Walaupun demikian juga terdapat lebih banyak tuberculoid lepsrosy yang ada
dikulit penderita.
4. Mid-borderline leprosy. Pada penyakit kusta yang termasuk
ke dalam kategori ini ditandai dengan lesi kemerahan. Dimana lesi kemerahan
tersebut mulai tersebar secara acak dan asimetri. Adanya hal tersebut membuat
sang penderita merasakan mati rasa. Mati rasa tersebut juga dilengkapi oleh
terjadinya pembengkakan kelenjear getah bening pada sekitar kusta.
5. Borderline lepromatous leprosy. Pada penyakit kusta yang
termasuk ke dalam kategori ini ditandai dengan jumlah lesi yang mulai banyak.
Tidak hanya jumlahnya yang banyak juga bentuknya yang mulai beragam dari mulai
berbentuk datar atau benjolan. Jika seseorang mulai merasakan jenis penyakit
kusta dengan jenis ini maka bisa membuat seseorang tersebut merasakan mati
rasa.
6. Lepromatous leprosy. Pada penyakit kusta yang termasuk ke
dalam kategori ini penderita mulai ditandai dengan lesi yang menyebar dengan
simetri. Berdasarkan kasus yang sudah terjadi pada beberapa orang lesi yang
terdapat pada penderita memiliki kandungan bakteri yang banyak. Selain itu
penderita juga akan merasakan beberapa hal seperti rambut rontok, gangguan
saraf, serta kelemahan anggota gerak.
RAMBU-RAMBU YANG HARUS DIINGAT OLEH PARA
PEMBACA
Tidak
boleh seseorang dalam hal ini memberikan sebuah diagnosis kepada orang lain.
Apalagi orang tersebut memberikan diagnosis tersebut didasarkan pendapat. Orang
yang mampu memberikan diagnosis terhadap seseorang dinyatakan mengidap penyakit
kusta adalah dokter yang telah menempuh pendidikan dengan dinyatakan lulus dan
berhak untuk memberikan diagnosis. Sehingga ketika masyarakat umum menyatakan diagnosis
terhadap seseorang memiliki penyakit kusta maka dibutuhkan penyelidikan yang
lebih lanjut mengenai kebenaran tersebut.
Tentunya
disini pihak dokter juga dibutuhkan sebuah penyedikan terhadap seseorang yang
mengidap penyakit kusta. Cara penyelidikan untuk menyatakan seseorang menderita
penyakit kusta adalah dengan mengambil sample kulit dengan cara dikerok (skin
smear). Sample kulit tersebut akan dilakukan tahapan analisis pada laboratorium
dengan mengecek ada tidaknya keberadaan bakteri Mycobacterium leprae. Metode
analisis yang dilakukan termasuk pemeriksaan bakteri tahan asam (BTA). Agar
lebih jelas akan hasil seseorang mengidap penyakit kusta atau tidak biasanya
dokter juga memeriksa pasien dengan menyesuaikan akan gejala dari penyakit
kusta berdasarkan jawaban dari pasien. Dari beberapa hal tersebut maka dapat
hasil yang menyatakan bahwa seseorang tersebut menderita penyakit kusta atau
tidak sesuai dengan data yang jelas serta dipaparkan oleh orang yang berilmu
dalam hal ini yaitu dokter.
Bangkit Dalam
Kehidupan Akibat Stigma Buruk Akan Penyakit Kusta
Agar
lebih jelas mengenai cara bangkit seseorang atas stigma buruk dari penyakit
kusta dibutuhkan pemaparan yang lebih jelas. Maksud lebih jelas harus berasal
dari pengalaman diri seseorang pengidap penyakit kusta. Dari sekian banyak
seseorang pengidap penyakit kusta yang berhasil bangkit salah satu contoh
terhadap seseorang yang bernama Ernawati. Di tahun 2007 warga desa Kanjilo,
Kecamatan Baromobong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan melakukan habis merantai
dari Kalimantan. Setelah pulang ia merasakan keanehan yang terjadi pada
tubuhnya. Bahkan pada tubuhnya terdapat sebuah bercak putih pada bagian kaki
dan tangan. Setelah adanya hal tersebut ia langsung memeriksa kedalam fasilitas
kesehatan dan nyatanya hasil pemeriksaan ia menderita penyakit kusta.
Diawal-awal
ia mendapatkan cemoohan dari masyarakat kepada dirinya sehingga ia memilih
untuk tidak melanjutkan perawatan medis ke dokter. Padahal seharusnya ia sudah
menjalani pengobatan selama satu tahun lamanya. Tetapi akhirnya ia memutuskan
untuk melakukan pengobatan dalam dua bulan pertama. Dengan tidak mendapatkan
pengobatan membuat penyakit kusta yang dideritanya menggerogoti lebih parah
sampai membuat luka di sekujur tubuhnya yang membuat ia harus di lakukan opname
selama dua bulan lamanya.
Dari
dampak yang diderita tersebut membuat ia berjanji kepada diri sendiri untuk
tidak mau lagi melanggar aturan dalam melakukan pengobatan penyakit kusta.
Untungnya penyakit kusta yang diderita tersebut belum sampai memberikan dampak
kecacatan pada organnya. Bisa dikatakan pengobatan penyakit kusta yang
dijalaninya termasuk dengan cara meminum obat clofazimine dan dapsone. Adanya
cemoohan sampai meremehkan dirinya akan kesembuhan ia hiraukan yang ada didalam
pikirannya hanyalah satu kata yaitu “KESEMBUHAN”. Hasil pengobatan tersebut membuat
di tahun 2010 ia dinyatakan sudah terbebas dari penyakit kusta yang menyerang
tubuhnya.
Kini
Ermawati menjadi salah satu agen pejuang yang kini mulai menyebarluaskan akan
sebuah pesan anti diskriminasi terhadap seseorang penderita penyakit kusta. Ia
memiliki keinginan bahwa seseorang yang menderita penyakit kusta kini tidak
lagi mendapatkan perlakukan buruk seperti yang dialaminnya di masa lampau. Dari
hasil cerita pengalaman perjuangan sembuh dari penyakit kusta tersebut ada beberapa
tips-tips bangkit dari penyakit kusta yang diderita oleh seseorang yaitu:
1. Tetap melakukan pengobatan dengan
baik
Ya,
pengobatan merupakan cara ampuh untuk sembuh dari penyakit kusta yang diderita.
Dalam hal ini maksud dari pengobatan adalah dengan mendatangi fasilitas
kesehatan seperti rumah sakit. Tentunya rumah sakit akan memberikan berbagai
macam pengobatan terhadap penyakit kusta yang dideritanya berdasarkan ilmu
pengetahuan kesehatan. Dengan penyembuhan didasarkan ilmu pengetahuan kesehatan
membuat peluang kesembuhan menjadi lebih besar karena sudah dilakukan berbagai
macam penelitian sebelum dapat diterapkan kepada pasien.
2. Harus
diberikan dukungan dari orang tercinta
Berdasarkan
berbagai macam pengalaman seseorang penderita penyakti kusta biasanya
masyarakat akan memberikan pandangan yang kurang baik. Tidak hanya memberikan
pandangan yang kurang baik terhadap juga masyarakat memberikan perlakukan yang
kurang baik dengan cara menjauh atau tidak mau berdekatan. Padahal ketika
sedang menderita penyakit kusta seseorang dibutuhkan dukungan dari masyarakat.
Tetapi pada kenyataan justru aksi yang diberikan oleh masyarakat berbanding
terbalik dari harapan. Maka dari itu untuk tetap semangat bagi para penderita
penyakit kusta dibutuhkan dukungan dari orang tercinta. Ada banyak sekali cara
yang dapat dilakukan untuk mendapatkan dukungan dari orang tercinta seperti
dari orang tua, saudara, atau mendatangi komunitas.
3. Menemukan kegiatan yang menghasilkan
Disini
untuk tetap bangkit dan menjalani kehidupan sehari-hari para penderita penyakit
kusta harus memiliki kegiatan. Tentunya kegiatan yang dilakukan haruslah dapat
menghasilkan pendapatan bagi seseorang penderita kusta. Harapannya dengan
adanya pendapatan tersebut maka seseorang penderita kusta dapat berdiri dan
kuat secara finansial. Dengan hidup dizaman yang sudah cukup canggih tentunya
akan memudahkan dalam mencari pundi-pundi uang. Banyak cara yang dilakukan dari
mulai menulis, membuat video, foto, dan masih banyak lagi dengan bantuan dari
internet. Mungkin saja dengan adanya media internet tersebut membuat pendapatan
yang dihasilkan dengan dibayar menggunakan mata uang asing.
Pada
dasarnya ada banyak sekali tips-tips untuk bangkit dari keterpurukan akibat
penyakit kusta salah satu tipsnya telah dipaparkan diatas. Harapannya dengan
adanya tulisan ini banyak masyarakat yang saling bahu-membahu agar tidak ada
lagi seseorang penderita kusta yang dikucilkan serta dapat dengan mudah
mendapatkan dukungan agar sembuh. Tidak hanya itu penderita juga dapat terbebas
dari keterpurukan akibat penyakit kusta bahkan sampai memberikan dampak yang
besar bagi kehidupan sekitarnya.
Semoga
tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca. Terima kasih.