Pages

Jumat, 31 Mei 2024

Perjuangan dan Kesuksesan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Skripsi

Indonesia merupakan negara yang memiliki sejarah yang sangat panjang atas perjuangan. Apalagi perjuangan yang dilakukan oleh para pemuda yang menjadi pilar utama dalam pembentukan identitas bangsa. Momentum penting yang melibatkan para anak muda didukung oleh semangat persatuan dan kesatuan ditandai melalui Sumpah Pemuda. Berdasarkan catatan sejarah yang dipelajari oleh masyarakat Indonesia momen Sumpah Pemuda terjadi tanggal 28 Oktober 1928. Dalam momentum Sumpah Pemuda didalamnya membuat para pemuda dari seluruh Indonesia bersatu untuk menegaskan satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Sumpah yang dilakukan oleh para pemuda tersebut menggambarkan semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Perjuangan dan semangat persatuan yang ditanamkan oleh para pemuda tidak hanya terjadi ketika sebelum kemerdekaan. Tetapi telah sejak lama juga dapat terlihat hingga setelah Indonesia mengalami kemerdekaan. Setelah kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tahun 1945 peran pemuda mengalami perubahan menjadi pembangunan bangsa ke arah yang lebih baik. Dimana para pemuda mulai terlibat dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, pendidikan, sampai budaya. Para pemuda kini telah menjadi transformasi menjadi agen perubahan yang kritis dan inovasi dalam mengejar kemajuan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. Belum lagi para pemuda memiliki kegigihan sampai dedikasi yang menjadi tulang punggung aktivitas sehari-harinya. Dimana pada akhirnya para pemuda akan membawa harapan sampai aspirasi yang menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi Indonesia ke depannya.

Berbicara mengenai mahasiswa kini sedang mendapatkan sorotan utama dari berbagai percakapan publik seperti media massa yang cetak maupun elektronik. Dimana para mahasiswa tersebut dibicarakan melakukan sebuah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai respon terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kenaikan UKT tersebut dinilai oleh mahasiswa sangatlah memberatkan karena sangat signifikan menguras dompet secara habis-habisan sampai kering kerontang. Melalui demostrasi yang dilakukan mahasiswa menunjukan bahwa mahasiswa masih tetap kritis dan tidak hanya terlibat dalam urusan akademis saja. Tetapi para mahasiswa Indonesia juga secara aktif dalam memperjuangkan hak-hak yang terkait kepentingan mahasiswa dalam mendapatkan pendidikannya.

Di tengah-tengah permasalahan mengenai kenaikan UKT mahasiswa juga harus tetap menjalani pendidikan di perguruan tinggi yang mementingkan aspek akademis. Meskpiun terlibat dalam aksi demonstrasi untuk memperjuangkan hak-hak sebagai mahasiswa tetapi tetap tidak melupakan akan pembelajaran dan pengembangan ilmu di perguruan tinggi. Kesembangan antara perjuangan sosial dan akademis harus dijaga dengan baik agar tidak mengorbankan proses pendidikan yang menjadi pondasi bagi perubahan yang lebih luas di masyarakat. Keseriusan mahasiwa dalam bidang akademik dapat terlihat dari nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Di Indonesia berbicara mengenai IPK ditanyatakan dalam skala 0 sampai 4,00. Semakin besar skornya didapatkan oleh mahasiswa menandakan prestasik akademisnya di perguruan tinggi semakin baik.

Menurut data yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) memaparkan bahwa sarjana Indonesia yang lulus tahun 2022 memiliki secara rata-rata meraih IPK dengan angka 3,33. Angka tersebut merupakan nilai rata-rata IPK sarjana secara nasional antara gabungan dari perguruan tinggi negeri sampai swasta atas beragam bidang ilmu. Secara rinci berdasarkan keilmuan rata-rata IPK sarjana tertinggi di Indonesia di tahun 2022 dari studi agama dan pendidikan diangka 3,38. Setelah itu bidang pertanian 3,25 sampai humaniora 3,35. Untuk lebih jelasnya angka IPK para mahasiswa dari berbagai studi dapat terlihat dari gambar yang ada dibawah ini:

Untuk mendapatkan angka IPK yang tinggi tersebut para mahasiswa harus melewati perjalanan panjang yang melibatkan berbagai aspek akademik. Mulai dari tugas mandiri membutuhkan dedikasi dan disiplin tinggi untuk menyelesaikan secara mandiri. Selain itu juga mahasiswa harus menyelesaikan tugas kelompok untuk menguji kemampuan berkolaborasi sampai berkomunikasi. Tidak hanya itu dibeberapa waktu mahasiswa juga harus melewati Ujian Tengah Semester (UTS) sampai Ujian Akhir Semester (UAS). Dua momen berupa UTS dan UAS menjadi momen penting dalam melakukanevaluasi pemahaman materi sambil yang telah diberikan tenaga pengajar berupa dosen. Selama proses akademik terjadi mahasiswa dituntut untuk terus belajar sampai mengembangkan keterampilan maupun pengetahuan yang didapatkan.

Di akhir perjalanan akademik para mahasiswa harus menghadapi tantangan berupa raja terakhir dan besar berupa skripsi. Proses penulisan skripsi membutuhkan dedikasi, kesabaran, sampai ketekukan untuk mengumpulkan data, menganalisis informasi, serta menyusun argumen yang kuat. Skripsi merupakan wujud dari kemampuan mahasiswa untuk melakukan penelitian secara mandiri dan menyumbangkan kontribusi baru dalam bidang studi yang ditempuh. Proses penulisan skripsi tidak hanya menguji kemampuan akademik tetapi juga kemampuan manajemen waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek besar tersebut.

Mengerjakan skripsi merupakan tantangan yang sangat sulit bagi banyak mahasiswa. Proses ini sering kali dipenuhi oleh berbagai macam kendala. Kendala tersebut dimulai mengidentifikasi topik yang relevan hingga kesulitan dalam mengumpulkan data yang memadai. Terkadang mahasiswa juga menghadapi kesulitan dalam melakukan analisis data yang kompleks serta menyusun argomen yang konsisten dan meyakinkan. Selain itu mahasiswa juga memiliki batasan akan waktu menjadi beban tambahan. Apalagi mengingat skripsi harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu disesuaikan dengan ketentuan perguruan tinggi. Keseulitan tersebut tidak jarang membuat banyak mahasiwa merasa stress dan tertekan mengingat pentingnya skripsi sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana. Hal ini sangat relevan dengan kondisi mahasiswa di Indonesia yang mana sistem pendidikan terkadang kurang mendukung serta beban ekonomi dan sosial yang menjadi hambatan dalam proses belajar dan menyelesaikan tugas akademik. Oleh karena itu sangat penting untuk mendukung sosial dan mental yang kuat serta kemampuan untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul selama proses pengerjaan skripsi.

Sangat sulitnya menyelesaikan skripsi sampai menelan korban jiwa bagi mahasiwa. Salah satunya terjadi pada mahasiswa yang berinisial MAS (24) warga Kepanjen, Kabupaten Malang yang nekat bunuh diri dengan cara menceburkan diri pada aliran sungai Brantas. Korban mahasiswa tersebut tercatat masih berada di semester 9 pada salah satu perguruan tinggi negeri di Malam. Dimana korban masih memiliki status sebagai mahasiswa karena diduga karena adanya depresi karena belum menyelesaikan skripsi. Dengan hal tersebut maka korban belum dinyatakan lulus dari bangku kuliah dari salah satu perguruan tinggi yang sedang ditempuh.

Dari hasil penyelidikan petugas menemukan sebuah rekamana CCTV. Hasil tersebut korban berupa mahasiwa meloncat dari pagar rumah pada tanggal 6 Januari 2024 pukul 03.01 WIB. Korban diduga pada saat itulah meninggalkan rumah dan memutuskan untuk melakukan bunuh diri. lebih lanjut berdasarkan keterangan yang didapatkan dari pihak keluarga korban tersebut memaparkan bahwa korban pernah mencoba melakukan bunuh diri pada pertengahan 2023. Tetapi nyatanya peristiwa tersebut tidak terjadi dan membuat korban kemudian kembali pulang ke rumah. Walaupun demikian beberapa saat ke depan ditemukan sosok mayat berjenis kelamin pria ditemukan mengpung pada aliran sungai Brantas, di Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Dimana jasat tanpa identitas tersebut ditemukan pertama kali oleh pemancing. Setelah itu dari hasil menghimpun keterangan salah satunya seseorang pemancing memaparakn awalnya ia mencurigai adanya sosok mayat mengapung di aliran Sungai Brantas kurang lebih pada pukul 06.00 WIB.

Apakah para pembaca memiliki pengalaman menarik saat mengerjakan skirpsi???. Jika ada maka silahkan untuk memaparkan pengalaman tersebut didalam kolom komentar. Diharapkan dengan adanya pemaparan dari para pembaca akan dapat terjadi pertukaran informasi antara pembaca dengan penulis.

Pengalaman Menjadi Mahasiswa Saat Mengerjakan Skripsi

Dalam momen saat mengerjakan skripsi penulis juga pernah merasakan akan hal tersebut. Melalui momen tersebut penulis belajar bahwa mengerjakan skripsi akan membentuk kemampuan untuk selalu bangkit kembali setiap kali terjatuh. Harus diakui mengerjakan skripsi bukan hanya sekadar tugas akademik semata tetapi juga mengenai ujian nyata mengenai ketahanan mental dan emosional. Meskipun terkadang rasanya pada saat momen tersebut hanya seorang diri yang berada di tengah-tengah badan. Namun nyatanya jika melihat dengan sudut pandang yang sangat luas nyata terdapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu dukungan tersebut berasal dari keluarga, teman-teman, sampai dosen pembimbing akan selalu siap membantu penulis saat mendapatkan berbagai kesulitan yang datang. Dibalik setiap kesulitan penulis menemukan kekuatan baru dalam diri penulis yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya. Dimana penulis nyatanya mampu menyelesaikan tantangan berupa skripsi sebagai tantangan akhir dari menyelesaikan akademik. Sehingga pada akhirnya penulis akan ditanyakan lulus dan mendapatkan gelar dari studi yang ditempuh. Tidak lupa penulis juga mendapatkan kepercayaan diri yang tidak tergoyahkan dan keyakinan bahwa penulis akan mampu menghadapi segala tantangan yang menghampiri dimasa depan nantinya.

Sebelum benar-benar menyelesaikan pengerjaan skripsi selesai maka langkah pertama yang dilakukan oleh penulis sama seperti pada mahasiswa lainnya. Dimana langkah pertama yang dilakukan oleh penulis berupa pencarian judul yang menjadi gerbang akan bos akhir dari perjalanan akademis yang dihadapi. Untuk dapat menyelesaikan langkah pertama melalui pencarian berbagai literasi. Seperti pada mahasiswa lainnya literasi yang digunakan oleh penulis kebanyakan berupa jurnal baik itu nasional maupun internasional. Supaya informasi yang dibutuhkan untuk pencarian atas judul skripsi yang mau dilakukan diterima maka tidak lupa penulis menggunakan skripsi yang relevan sebagai referensi. Tentunya tidak semua jurnal maupun skripsi menjadi bahan referensi penulis untuk judul tetapi hanya yang kurung waktu lima tahun ke belakang saja.

Dalam melakukan pencarian judul skripsi melalui berbagai literasi penulis mendapatkannya melalui berbagai sumber. Salah satu sumber yang digunakan daring atau datang langsung ke perpustakaan yang dimiliki oleh perguruan tinggi di sekitar tempat tinggal penulis. Untuk sumber daring yang digunakan seperti database akademik, repositori universitas, sampai situs penelitian menjadi tambahan yang berharga dalam memperkaya bahan referensi. Tidak lupa penulis juga mengunjungi ke beberapa perpustakaan untuk mengeksplorasi koleksi referensi yang tidak mungkin tersedia secara daring. Dua metode yang digunakan tersebut nyatanya menurut penulis memberikan cakupan yang luas dan mendalam saat mencari referensi yang relevan untuk mendukung judul skripsi yang diusulkan.

Setelah didapatkan beberapa judul skripsi yang dirasa penulis cocok maka tahap selanjutnya penulis akan menyampaikan kepada dosen pembimbing. Peran dosen pembimbing sangatlah penting untuk melakukan evaluasi kecocokan judul sambil memberikan arahan maupun masukan untuk pengembangan lebih lanjut. Harus diakui saat memberikan beberapa judul skripsi ada beberapa cenderung kebanyakan ditolak atau minta diganti. Walaupun mendapatkan cukup banyak penolakan atas judul skripsi yang diberikan tetapi pada akhirnya penulis mendapatkan judul yang disetujui. Untuk mendapatkan persetuan dosen pembimbing nyatanya tidak mudah. Beberapa kali diskusi dengan dosen pembimbing membuat penulis mendapatkan pemahaman yang lebih baik relevansi, kebaruan, dan kerumitan topik yang diusulkan. Dengan demikian melalui beberapa kali diskusi membuat interaksi antara penulis dengan dosen pembimbing merupakan langkah awal yang krusial untuk menjaga kualitas dan tercapainnya tujuan akademis skripsi. Atas persetujuan dosen pembimbing terkait judul skripsi yang diberikan penulis maka tahap selanjutnya berupa penyusunan proposal.

Proses penyusunan proposal setelah mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing merupakan tahapan yang memerlukan kesabaran dan ketekukanan. Dimana proses tersebut biasanya akan bertransformasi menjadi cukup sulit dan memakan waktu karena akan terjadi beberapa kali revisi dan bimbingan. Untuk pengalaman penulis sendiri melakukan puluhan kali pertemuan dengan dosen pembimbing. Jadwal untuk penulis bimbingan sangatlah padat tanpa cela karena bertemu empat kali atau lebih dalam seminggu. Meskipun dalam proses kegiatan yang dilakukan sangatlah melelahkan namun banyaknya bimbingan yang dilakukan dengan intensitas tinggi diharapakan mampu mempercepat pengerjaan skripsi. Setiap bimbingan yang dilakukan bagi penulis bertujuan untuk memperbaiki proposal sebaik-baik mungkin. Perbaikan yang dilakukan dari mulai memperjelas konsep sampai menyesuaikan dengan masukan dari dosen pembimbing. Pada akhirnya proposal yang disusun oleh penulis akan menjadi lebih matang dan berkualitas.

Harus diakui saat proses penyusunan proposal berlangsung interaksi intens antara penulis dengan dosen pembimbing menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas proposal yang dibuat. Diskusi dilakukan berulang kali yang akhirnya membuka ruang bagi penulis untuk memperolah pemahaman yang lebih dalam terkait permasalahan yang sedang diteliti serta cara terbaik untuk menghadapi. Selain itu dengan bimbingan yang rutin dan terjadwal dengan jelas memungkinkan penulis mendapatkan feedback secara langsung dan melakukan perbaikan sesuai arahan tanpa adanya yang ditunda-tunda. Meskipun saat proses penyusunan proposal penulis merasa menantang tetapi dengan adanya komunikasi yang baik antara penulis diharapakan akan memercepat pengerjaan tahap proposal.

Meskipun jika dilihat dari kacamata pihak luar proses penyusunan proposal penulis terasa lancar tetapi nyatanya bagi penulis yang menjalaninya seperti berada di roller coaster. Dimana didalamnya penulis merasakan naik turunnya proses penyusunan prosal yang cukup menguras tenaga, waktu, sampai pikiran secara habis-habisan. Terkadang saat sedang bimbingan terjadi perbedaan pendapat antara penulis sebagai mahasiswa dengan dosen pembimbing. Walaupun pada kenyataan jika ditarik sebuah benang berahnya perbedaan pendapat tersebut tetapi memiliki tujuan yang sama. Tujuan tersebut berupa menghasilkan sebuah proposal yang berkualitas. Perbedaan pendapat tersebut tentunya memicu diskusi yang cukup panjang dan alot dengan waktu, pikiran, sampai tenaga yang dikuras sangat besar. Adanya perbedaan pendapat tersebut menjadi sebuah kesempatan bagi penulis untuk memperdalam pemahaman tentang topik penelitian dan mempertimbangkan terhadap sudut pandang baru yang mungkin belum pernah terpikiran sebelumnya.

Selain terdapat perbedaan pendapat masalah lain yang dihadapi oleh penulis saat menyusun proposal skripsi terkait penggunaan organ mata dan laptop sebagai media kerja. Proses mencarian referensi yang membutuhkan waktu cukup lama dalam membaca literatur sampai hal lain membuat organ mata penulis menjadi mudah lelah. Apalagi pencarian literatur tersebut terbiasa menghabiskan waktu sangat lama sampai berjam-jam atau berhari-hari di depan layar laptop. Hal tersebut tentunya akan dapat meningkatkan resiko gangguan pengelihatan seperti mata kering atau mata lelah. Masalah kesehatan yang ditimbulkan lainnya dari penggunaan laptop dalam waktu sangat lama menyebabkan masalah postur tubuh yang buruk. Contohnya saja seperti nyeri leher dan pinggan karena kurang sesuai kesehatan saat dukuk menatap layarnya.

Walaupun mendapatkan banyak sekali tantangan dalam penyusunan proposal skripsi tetapi penulis tetap gigih dan fokus dalam menyelesaikannya. Terkadang bahkan sangat sering tubuh penulis merasakan ketidaknyamanan karena postur duduk yang tidak sesuai standar kesehatan. Tidak hanya itu organ mata juga selalu merasa saja lelah dan kering karena terlalu lama untuk menatap layar laptop. Meskipun berbagai tantangan yang datang menerjan tetapi semangat untuk menyelesaikan tugas akhir menggerakkan penulis untuk tetap berjuang sampai ke garis finish. Hal tersebut menunjukan dedikasi dan ketekukan penulis dalam menyelesaikan tahapan akademis meskipun dihadapkan pada berbagai hambatan.

Pada akhirnya hasil dari perjuangan ditambah kerja keras yang dilakukan penulis dalam menyusun proposal skripsi terbayar luas ketika proposal yang disidangkan dengan lancar. Selain lancar proposal skripsi yang dibuat oleh penulis mendapatkan persetujuan dari pada dosen penguji dengan masukan dari sebagai penyempurna. Dengan demikian maka dapat dikatakan membuat penulis berhasil melewati berbagai rintangan dan menunjukan kemampuan serta kompetensi dalam menghadapai tantangan yang dihadapi selama proses penyusunan proposal skripsi berlangsung.

Namun di balik kesuksesan menyelesaikan tahapan proposal skripsi menyisakan jejak kelelahan yang mendalam. Proses yang dilakukan benar-benar menguras waktu, tenaga, sampai pikiran yang membuat penulis terkadang merasa hampir menyerah. Kelelahan yang dialami penulis terasa secara fisik maupun mental yang menjadi sahabat setiap pada tahapan penyusunan skripsi. Walaupun merasakan kelelahan tersebut tetapi tetap saja penulis memilih untuk terus melangkah maju. Pada akhirnya penulis setelah sehari sidang proposal skripsi langsung jatuh sakit.

Penyakit yang menyerang penulis setelah melewati badai berupa sidang proposal skripsi sungguh sangat menganggu perjalanan dalam menyelesaikan tugas akademis tersebut. kehadiran penyakit tidak hanya mengganggu secara fisik tetapi juga fokus sampai konsentrasi. Dimana konsentrasi pada awalnya sudah terbagi-bagi dengan baik dengan didominasi oleh proses penyusunan skripsi. Tetapi dengan kondisi sedang sakit maka penulis harus merubah berbagai konsentrasi yang sudah dibagi baik jadi terganggu. Kini penulis harus mengatasi penyakit yang menyerang agar tidak menganggu terlalu lama dalam proses penyusunan skripsi. Oleh karena itu langkah cepat yang dilakukan oleh penulis berupa memutuskan untuk mengunjungi dokter guna mendapatkan penangan yang tepat.

Setelah mendatangi dokter dan melakukan pemeriksaan maka hasilnya memaparkan bahwa sakit yang dialami oleh penulis disebabkan oleh kelelahan fisik dan mental yang berlebihan. Dokter juga memberikan penjelasan yang mendalam tentang pentingnya istirahat yang cukup dan menjaga keseimbangan antara kesehatan dengan akademik. Selain itu penulis juga diberikan beberapa obat untuk mempercepat proses pemulihan. Pihak dokter juga memberikan beberapa tips kepada penulis agar kesehatan dan akademik berupa pengerjaan skripsi dapat berjalan bersama-sama. Maka berikut ini beberapa tips yang diberikan oleh dokter kepada penulis yang berstatus mahasiswa:

Pertama menekankan akan pentingnya mengatur jadwal tidur agar teratur. Istirahat yang cukup sangatlah penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental apalagi saat sedang menyelesaikan tugas akademik yang menuntut fokus dan konsentrasi tinggi. Penulis disarankan oleh pihak dokter untuk memiliki jadwal tidur yang konsisten. Dimana waktu tidur harus konsisten dan mengusahakan selama 7-8 jam dalam setiap malamnya. Harapannya dengan jam tidur tersebut penulis akan memiliki tubuh yang siap untuk beraktivitas pada pagi harinya.

Kedua menyarankan penulis untuk mengatur pola makan agar seimbang dan teratur. Konsumsi makanan yang bergizi dan sehat akan membantu menjaga energi dan daya tahan tubuh. Penulis juga disarankan untuk menghindari makanan cepat saji dan lebih memilih makanan yang mengandung nutrisi penting. Maka penulis disarakan untuk mengonsumsi sayuran, buah-buahan, protein, sampai karbohidrat komples. Contohnya saja seperti oatmeal atau telur rebus sebagai sarapan yang bergizi dan cocok untuk mahasiswa. Sedangkan untuk sayuran hijau dan protein nabati dapat melalui tempe atau tahu yang masuk ke dalam menu makanan yang dikonsumsi. Dengan memperhatian pola makan yang sehat diharapkan penulis akan dapat menjaga stamina dan fokus dalam mengerjakan skripsi.

Terakhir penulis diberikan saran untuk penulis agar mengonsumsi jamu yang akan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Jamu tradisional akan dapat membantu mengatasi kelelahan dan mempercepat proses pemulihan tubuh. Dengan mengonsumsi jamu membuat penulis akan dapat menjaga kesehatan tubuh selalu berada dalam kondisi prima agar seiap menghadapi tantangan akademik berupa skripsi. Sebenarnya masih banyak sekali tips yang diberikan oleh dokter tetapi salah satunya telah dipaparkan diatas.

Dari dua tips yang dipaparkan sebenarnya penulis tidak menjadi masalah tetapi untuk yang terakhir penulis menjadi harus berpikir dua kali. Hal tersebut karena menurut pandangan penulis jika mengonsumsi jamu maka seseorang tersebut sudah memiliki usia yang sangat-sangat dewasa. Maka dari itu penulis jika harus mengonsumsi jamu sudah pasti sangat canggung karena bertolak belakang dengan keyakinan penulis. Namun karena demi kesehatan terjaga agar dapat menyelesaikan skripsi dengan cepat maka penulis akhirnya mengonsumsi jamu. Adanya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh telah menjadi prioritas utama. Meskipun pada saat mengonsumsi jamu tersebut penulis harus melangkah keluar dari pemikiran kuno yang melakat dalam diri penulis dan meyakinkan diri sendiri bahwa mengonsumsi bukanlah hanya untuk golongan yang sangat-sangat dewasa saja. Melainkan mengonsumsi jamu merupakan tindakan bijak untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran supaya mampu menghadapi tantangan akademik.

Salah satu jamu yang dikonsumsi oleh penulis berupa jamu kunyit asam yang katanya terkenal di masyarakat akan khasiatnya dalam meningatkan sistem kekebalan tumbuh dan membantu rasa lelah maupun stres akibat jadwal yang padat. Untuk rasa dari jamu kunyit asam berupa segar dan sedikit asam. Kedua rasa tersebut memberikan sensasi yang menyegarkan lidah dengan sentuhan rempah khas dari kunyit yang menghangatkan di tenggorokan. Jenis jamu yang dikonsumsi oleh penulis berupa jamu temulawak yang menjadi pilihan baik karena memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Kedua sifat tersebut mampu membantu melawan radikal bebas sambil menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tetapi untuk jamu temulawak hal pertama yang dirasa penulis berupa rasa hangat yang nyaman tetapi terdapat sentuhan pahit yang masih dapat ditoleransi bagi penulis. Walaupun demikian kedua jenis jamu tersebut memberikan pengalaman untuk tetapi tetap menyehatkan bagi penulis yang mengonsumsinya.

Jamu ketiga yang dikonsumsi oleh penulis berupa jamu jahe merah. Jamu tersebut dikenal akan efektif dalam meningkatkan stamina dan energi. Belum lagi kandungan zat aktif dalam jahe merah seperti gingerol dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah. Peningkatan yang terjadi akan membantu tubuh dalam menghadapi tekanan dan kelelahan yang dirasakan selama proses penyelesaian skripsi bagi penulis. Rasa yang diberikan saat mengonsumsi jahe merah menurut penulis merupakan kombinasi yang unik. Dimana rasa yang ditawarkan berupa pedas dan manis tetapi tetap menyegarkan lidah. Setiap tegukan dari jahe merah membawa sensasi hangat yang mengalir di tenggorokan sehingga memberikan rasa nyaman dan menyegarkan. Aroma dari jahe merah sangat khas yang memberikan kesan menyegarkan saat dikonsumsi oleh penulis.

Jamu yang dikonsumsi selanjutnya berupa jamu daun sihir yang menurut penjual pilihan yang tepat. Dimana daun sirih memiliki sifat antioksidan dan antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit. Tidak hanya itu saja jamu daun sirih juga dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga membantu menjaga berat bedan ideal. Mengonsumsi jamu daun sirih secara teratur kata penjual akan dapat menjaga kesehatan pencernaan sambil meningkatkan daya tahan tubuh secara alami. Sehingga penulis dapat fokus untuk menyelesaikan skripsi tanpa terganggu oleh masalah kesehatan. Dari rasa atas jamu daun sirih memberikan sentuhan segar melalui cara yang sangat unik. Keunikan tersebut dapat terlihat dari adanya campuran rasa pahit yang masih dapat menyegarkan saat bersentuhan dengan lidah penulis. Rasa pahit yang diberikan sangatlah lembut yang memberikan perasaan bersih dan menyegarkan saat penulis mengonsumsinya. Bahkan setiap tegukan dari jamu daun sirih membawa aroma alami dan rasa herbal yang sangat khas dari daun sirih. Sehingga penulis akan merasakan sensasi yang menyegarkan di tenggorokan.

Untuk mendapatkan beberapa jamu yang dipaparkan diatas biasanya penulis hanya mengandalkan dari penjual jamu keliling yang sering lewat di depan kosan pada sore hari. Setiap kali penjual jamu melintas maka penulis tidak ragu untuk membeli jamu yang akan dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. Meskipun terkadang penulis dibeberapa kali kesempatan harus menunggu dengan sabar di depan kosan untuk membeli jamu yang dijual. Hal tersebut karena penjual jamu tersebut tidak memiliki alat komunikasi sehingga sulit untuk dihubungi dan satu-satunya cara yang hanya bisa dilakukan berupa menunggu sampai tukang jamu tersebut datang. Walaupun demikian penulis tidak akan pernah menyia-siakan mengkonsumsi jamu yang dijual karena mengetahui betapa pentingnya menjaga kesehatan untuk menyelesaikan skripsi tanpa terkendala oleh masalah kesehatan.

Pada saat tersebut bisa dikatakan penulis menjadi pelanggan setiap dari penjual jamu keliling tersebut. Menariknya dari jamu yang dijual diproduksi masih secara tradisional sehingga tanpa adanya campuran akan bahan-bahan kimia yang membahayakan tubuh. Walaupun terdapat kelebihan tetapi dalam proses pembeliannya terkadang penulis memerlukan kesabaran yang tinggi karena penjual tidak memiliki alat komunikasi. Tetapi kondisi tersebut tidak pernah mengurangi minat penulis untuk terus mengonsumsi jami demi menjaga kesehatan.

Dengan mengonsumsi secara konsistem jamu dari penjual jamu keliling membuat penulis akhirnya tidak lagi merasa sakit saat menyelesaikan skripsi. Kesehatan yang selalu tetap terjaga dengan baik tanpa pernah mengalami gangguan yang menghambat proses penyelesaian tugas akademik berupa skripsi. Jamu yang dikonsumsi secara teratur juga membantu memperkuat daya tahan tubuh penulis. Sehingga penulis dapat fokus secara penuh dalam menyelesaikan skripsi tanpa terganggu oleh masalah kesehatan. Dengan demikian maka pada akhirnya penulis mampu menyelesaikan skripsi dengan baik dan kesehatan penulis tetap terjaga. Hal tersebut dapat dikatakan merupakan bukti nyata dari mafnaat positif yang diberikan oleh jamu tradisional saat dikonsumsi.

Contoh kesuksesan penulis dalam menjaga kesehatan ditengah-tengah tekanan skripsi berkat konsumsi jamu memotivasi keluarga untuk mulai tertarik mengonsumsi jamu. Bahkan penulis pada saat itu bisa dikatakan menjadi inspirasi bagi keluarga untuk memperhatikan kesehatan dan mengambil langkah preventif melalui konsumsi jamu secara teratur. Dengan demikian budaya menjaga kesehatan melalui konsumsi jamu tradisional tidak hanya bermanfaat bagi penulis sendiri. Secara perlahan-lahan namun pasti juga mulai meluas ke lingkungan keluarga agar menciptakan lingkungan yang sehat dan pedulit akan kesehatan tubuh.

Selain itu adanya perayaan akan Hari Jamu Nasional yang ke-16 menjadi momentum penting untuk mengapresiasi dan mempromosikan kekayaan warisan budaya jamu Indonesia. Adanya hari jamu tersebut akan mampu membangkitkan kesadaran akan pentingnya mengonsumsi jamu untuk menjaga kesehatan. Mengonsumsi jamu bagi masyarakat Indonesia juga akan memperkuat industri jamu sebagai salah satu aset budaya yang berharga bagi bangsa. Melalui peringatan Hari Jamu Nasional ke-16 diharapkan masyarakat sadar akan manfaat dan keunggulan jamu tradisional sebagai alternatif yang aman dan alami dalam menjaga kesehatannya.

Sumber tulisan, gambar, dan video:

  1. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/04/19/rata-rata-ipk-sarjana-indonesia-di-bawah-35
  2. https://www.detik.com/jatim/berita/d-7132997/motif-mahasiswa-malang-bunuh-diri-gegara-depresi-skripsi-tak-selesai
  3. https://www.youtube.com/watch?v=JI13B2OAsGE
  4. https://www.youtube.com/watch?v=oHH_vbiGmZk
  5. https://pixabay.com/id/photos/jatuh-pria-pohon-mengaburkan-4352856/
  6. https://pixabay.com/id/photos/kuliah-instruktur-ruang-kuliah-3986809/
  7. https://pixabay.com/id/photos/google-www-cari-online-mencari-485611/
  8. https://pixabay.com/id/photos/buku-pria-orang-pengusaha-guru-3205451/
  9. https://pixabay.com/id/photos/duisburg-harimau-dan-kura-kura-4158911/
  10. https://pixabay.com/id/photos/mustahil-menyerah-pengabaian-diri-3955912/
  11. https://pixabay.com/id/photos/angka-pria-berdiri-sakit-punggung-1707104/
  12. https://pixabay.com/id/photos/tempat-tidur-kamar-tidur-lemari-1839184/
  13. https://id.wikipedia.org/wiki/Jamu
  14. https://id.wikipedia.org/wiki/Jahe
  15. https://www.youtube.com/watch?v=SQEdme7VRfg

Sabtu, 25 Mei 2024

Social Engineering dalam Era Digital dan Peran Bank BRI

Indonesia merupakan tanah air yang kaya akan beragam keajaiban baik secara alam maupun budayanya. Selain itu sangat sering sekali Indonesia diidentifikasikan dengan berbagai macam julukan yang melekat pada dirinya. Dari sekian banyak julukan tersebut salah satunya memiliki nama berupa Nusantara. Munculnya julukan tersebut merupakan sebuah istilah Jawa Kuno yang mencakup kepulauan beragam di Indonesia. Selain itu melalui julukan tersebut Indonesia juga membahas mengenai kekayaan alam yang melimpah dengan lebih dari 17.000 pulau tersebar di antara dua samudera besar. Wilayah yang sangat besar tersebut menjadi habitat untuk berbagai flora dan fauta endemik. Tidak hanya itu saja hutan hujan tropis sampai terumbu karang yang eksotis dimiliki Indonesia.

Nyatanya julukan lain yang dimiliki Indonesia tidak hanya itu saja tetapi masih banyak lagi seperti “Tanah Air Pertiwi”. Secara arti dari julukan tersebut merangkum atas hubungan yang erat antara bangsa Indonesia dengan tanahnya sendiri. Dapat dikatakan bahwa arti atas Pertiwi merupakan ibu bumi dalam kepercayaan Jawa. Sosok tersebut memberikan makna spiritual atas filosofis dalam keberagaman Indonesia. Julukan tersebut menyoroti kedalaman hubungan budaya, spiritual, sampai sejarah yang ada di dalam masyarakat Indonesia. Semua hal tersebut mengakar secara dalam di setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia yang menciptakan identitas yang unik dan memikat.

Berbicara mengenai Indonesia nyatanya masih banyak julukan yang dimiliki salah satu contoh lainnya dengan nama “Bumi Pertiwi”. Julukan tersebut menekankan pada sisi kekayaan atas sumber daya alam yang melimpah. Hal tersebut dapat terlihat dari mulai tambang minyak, gas alam, sampai kehutanan yang subur di miliki Indonesia. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu produsen utama dalam kelapa sawit, kopi, sampai rempah-rempah. Melalui berbagai sumber daya alam membuat Indonesia memiliki peran penting dalam suplay kebutuhan dunia.

Kelebihan yang dimiliki oleh Indonesia masih banyak lainnya seperti dapat terlihat dari pertumbuhan jumlah penduduk dalam setiap tahunnya. Hal tersebut selaras dengan data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam data tersebut memaparkan bahwa jumlah penduduk di pertengahan tahun 2023 telah berada di angka 278,69 juta jiwa. Angka tersebut mengalami kenaikan 1,05% dari pada tahun sebelumnya. Dimana di pertengahan tahun 2022 jumlah penduduk Indonesia hanya berada di angka 275,77 juta jiwa. Untuk lebih jelas pertumbuhan penduduk di setiap tahunnya pada Indonesia dapat dilihat dari gambar dibawah:

Menurut data lainnya yang dimiliki oleh pihak BPS memaparkan bahwa 67,88% penduduk Indonesia telah memiliki handphone di tahun 2022. Persentasi tersebut telah meningkat jika dibandingkan tahun 2021 yang hanya berada diangka 65,87%. Dapat dikatakan dari angka tersebut merupakan rekor yang tinggi dalam sedekade terkahir. Dari persentasi tersebut secara spesifik wilayah yang kepemilikan handphone tertinggi berada di Provinsi Kalimantan Timur sedangkan yang terendah di Provinsi Papua.

Dengan pertumbuhan jumlah penduduk ditambah tingginya proporsi kepemilikan handphone di Indonesia menciptakan berbagai kasus. Salah satu contoh kasus yang cukup menyedot perhatian masyarakat dikenal dengan kasus yang bernama “mamah minta pulsa”. Kasus tersebut biasanya melibatkan teknologi berupa handphone sebagai media operasinya. Supaya lebih mulus maka sangat sering sekali pelaku menggunakan identitas seseorang yang dihormati seperti ibu atau mamah. Dengan menjadi sosok dihormati maka ketika sedang meminta bantuan atas kondisi yang mendesak untuk keperluan darurat seperti biaya medis sampau pulsa berpotensi diberikan lebih besar. Modus operasi tersebut akan semakin lancar tatkala masyarakat Indonesia memiliki sifat cenderung membantu keluarga atau kerabad dalam situasi darurat. Melalui kebiasaan tersebut para oknum jahat dapat mengambil keuntungan besar secara pribadi.

Untuk dapat melancarkan operasional dalam kasus tersebut didalamnya terdapat seluk beluk yang cukup rumit. Dimana para oknum jahat dalam melancarkan aksinya harus mengetahui identitas korban sampai orang terdekat disekelilingnya. Setelah mendapatkan informasi atas identitas maka para pelaku akan menggunakan teknik manipulasi emosi ditambah adanya tekanan waktu kepada korban agar merasa terdesar untuk memberikan bantuan sesegera mungkin. Setelah korban mengirimkan pulsa atau dana yang dibutuhkan maka pelaku langsung diblok atau dibuang komunikasi yang sedang terjalin. Modus tersebut menjadi salah satu contoh nyata atas bagaimana kejahatan online dapat memanfaatkan sisi emosi dan hal lain yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia untuk mencari keuntungan pribadi pelaku.

Maraknya kasus tersebut yang merugikan masyarakat membuat Polisi akhirnya turun tangan dalam menyelesaikan kasus tersebut. Kini pihak Polisi telah berhasil menangkap geng yang menjalankan operasional kasus tersebut dengan nama Effendi alias Keleng (36). Dari hasil penyelidikan didapatkan bahwa oknum bos besar tersebut berhasil menyita aset mencapai Rp 2 miliar. Jumlah dana tersebut merupakan taksiran atas sejumlah material seperti mobil CRV, motor besar, sejumlah alat elektronik yang digunakan untuk melakukan penipuan, dan juga termasuk rumah pelaku. Jika dihitung secara total kerugian dari para korban memiliki jumlah yang cukup fantastis mencapai Rp 13 miliar dengan operasional sudah 2 tahun beraksi.

Setelah cukup banyak dilakukan dalam menjaring masyarakat Indonesia dapat dikatakan bahwa kasus tersebut memiliki kelemahan. Dimana kasus tersebut operasinya terlalu jelas dan sering kali kurang bervariasi. Pihak penipu akan menggunakan pendekatan yang relatif sangat sederhana dengan mengirim pesan kebanyak orang tanpa melakukan penyesuaian yang signifikan terhadap terget kobrannya. Dengan dikirimnya ke banyak pihak maka sering kali pesan yang dibuat terlalu umum dan tidak personal. Pada akhirnya melalui pesan yang banyak tersebut dengan dikirim secara acak maka hanya menjaring sedikit korban. Dikarenakan hanya dapat menarik beberapa korban dalam hitungan jari dibandingkan jumlah pesan yang dikirim mencapai ribuan membuat hal tersebut tidak begituh efektif.

Maka dari itu kasus tersebut mengalami transformasi kini modus yang dilakukan melalui telepon dengan mengaku pihak yang berwenang. Sosok berwenang yang digunakan seperti polisi, pewagai bank, atau pihak lainnya. Agar lebih sukses sosok oknum jahat yang mengaku tersebut melakukan menakut-nakuti korban dengan ancaman hukum atau konsekuensi keuangan yang serius seperti penangkapan atau pembekuan rekening bank. Pihak oknum jahat tersebut akan meminta korban untuk memberikan informasi pribadi seperti nomor kartu identitas, nomor rekening bank, sampai kata sandi. Permintaan informasi pribadi yang diminta oleh pelaku kepada korban memiliki alasan untuk melakukan verifikasi atau investigasi lebih lanjut. Saat kondisi korban yang sedang terintimidasi pastinya memiliki potensi untuk memberikan informasi data pribadi agar keluarg dari kondisi tersebut. Ketika data pribadi korban didapatkan maka akan digunakan secara leluasa untuk menarik keuntungan secara maskimal dengan menguras korban.

Secara permukaan modus penipuan melalui telepon dengan menyamar sebagai pihak berwenang menciptakan korban dalam situasi yang mendesak dan tertekan. Bahkan dalam beberapa kasus pihak oknum jahat berhasil menggunakan trik psikologis yang lebih canggih untuk mengelabui korban. Hal tersebut karena telah berhasil memanfaatkan teknologi untuk menampilkan nomor telepon yang tampak berasal dari lembaga yang sah di masyarakat Indonesia. Pengabungkan taktik intimidasi ditambah teknologi yang dilakukan oknum penipu mampu menciptakan kondisi yang terasa nyata dan meyakinkan bagi korban. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan atas operasional penipuan yang dilakukan menjadi lebih maksimal.

Adanya kedua kasus tersebut menunjukan bahwa social engineering telah menjadi senjata utama bagi para oknum jahat dalam mendapatkan informasi sensitif korban. Dimana melalui dua kasus tersebut oknum jahat tidak hanya menggunakan teknologi modern saja. Bahkan oknum jahat juga memanfaatkan sifat manusia yang rentan terhadap manupulasi psikologis. Dalam kasus mamah minta pulsa maka oknum jahat tersebut mengambil keuntungan dari hubungan personal atau emosional dengan korban untuk meminta bantuan finansial dalam berbagai bentuk. Sedangkan untuk kasus modus penipuan melalui telpon pihak oknum jahat menyamar sebagai pihak berwenang untuk menipu korban agar mau memberikan informasi pribadi atau melakukan tindakan finansial. Dari pemaparan diatas pastinya para pembaca memiliki pertanyaan mengenai:

Apa Itu Social Engineering???

Jika mencari ke berbagai sumber ada banyak sekali berbagai pemaparan yang terkait dengan pengertian secara permukaan mengenai social engineering. Tetapi jika pertanyaan akan hal tersebut diberikan kepada penulis maka menurut penulis social engineering merujuk kepada sebuah praktik manipulasi menggunakan psikologi yang digunakan oleh invividu atau kelompok untuk memanipulasi kepada orang lain yang menjadi korban. Tujuan oknum pelaku melakukan social engineering agar mendapatkan informasi sensitif yang dimiliki korban. Setelah berhasil didapatkan maka oknum pelaku akan dengan sangat leluasa untuk menggunakannya dalam mencari keuntungan secara maskimal dengan menguras korban secara maksimal.

Melihat ke berbagai sumber munculnya istilah tersebut muncul ketika membicarakan mengenai keamanan informasi. Pada saat itu seseorang mulai menggunakan teknik psikologi untuk menipu orang lain agar memberikan akses ke sistem komputer atau informasi rahasia. Kini seiring berjalannya waktu khususnya saat ada teknologi dan penetrasi internet semakin canggih maka  social engineering bertransforamsi menjadi ancarman yang serius mengintai kehidupan masyarakat. Kini para oknum jahat sebagai pelaku dari kegiatan social engineering menggunakan berbagai platform online seperti email, media sosial, sampai telepon untuk mengelabui korban.

Penggunaan social engineering ditinjau dari bidang psikologi dan ilmu sosial dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para oknum jahat. Dimana para oknum jahat sebagai pelaku memanfaatkan kelemahan secara psikologi dan sosial seperti rasa ingin tahun, kepercayaan, sampai ketergantungan untuk mendapatkan akses akan informasi sensitif atau mengarahkan korban untuk bertindak sesuai keinginan pelaku. Istilah social engineering semakin populer dimasyarakat seiring meningkatkan ketergantungan masyarakat terhadap teknologi informasi dan peningkatan kesadaran akan internasi manusia dengan kehidupan digital.  

Aspek utama dalam menjalankan operasional social engineering berupa penggunaan teknik persuasif untuk mengelabui korban. Hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti memanfaatkan emosi, membangkitkan rasa urgnesi, sampai menipu korban agar merasa nyaman saat memberikan informasi rahasianya. Untuk menyukseskan tujuan biasanya para oknum jahat yang menjadi pelaku sering menyamar sebagai seseorang yang dikenal oleh masyarakat memiliki otoritas seperti rekan kerja, teman, keluarga, atau pihak berwenang. Tujuan menjadi sosok tersebut agar mendapatkan kepercayaan dari korban serta mempermudah manipulasi yang dilakukan. Selain itu para oknum penipu yang menjadi pelaku juga sering kali melakukan riset untuk mengumpulkan informasi tentang korban. Hasil riset yang digunakan digunakan dalam memberikan skenario yang lebih meyakinkan bagi korban. Sehingga korban akan memberikan informasi yang bersifat pribadi dengan sesegera mungkin kepada oknum pelaku.

Dari beberapa hal yang dipaparkan dampak kurang baik adanya social engineering yang dilakukan oleh para pelaku bagi korbanya berupa hilangnya informasi pribadi. Dari informasi tersebut oknum pelaku akan meraih keuntungan finansial sebesar-besarnya untuk menguras korban secara maksimal. Di Indonesia tentunya operasional atas social engineering masih banyak para korban yang terjeratnya. Kondisi tersebut diperparah dengan masih banyaknya individu di masyarakat Indonesia yang sangat mudah memberikan informasi pribadinya.

Dampak lainnya yang dihasilkan dari social engineering berupa kerusakan reputasi dan citra individu atau perusahaan. Hidup di tengah-tengah era digital maka informasi yang tersebar dengan sangat cepat membuat momen viral sangatlah mudah dilakukan. Ketika seseorang individu atau perusahaan telah terperangkap dengan label korban atas serangan social engineering maka reputasi yang dibangun sangatlah lama dapat hancur dalam sekejap.

Contohnya saja jika seseorang karyawan dalam sebuah perusahaan mengungkapkan informasi rahasia perusahaan kepada pihak yang tidak bertanggung jawaban karena terkecoh atas social engineering. Maka dampak yang akan terjadi pada perusahaan berupa tercorengnya di depan mata publik sampai mitra bisnis. Dengan kerusakan yang ditimbulkan dari social engineering tersebut akan merusak pekerjaan yang sedang dilakukan atau bahkan pembatalan pada proyek yang akan dilaksanakan.

Apabila dampak dari social engineering dilihat konteks masyarakat Indonesia yang cenderung lebih bersifat kolektivis. Sudah pasti dampak yang diberikan kepada bidang sosial sangatlah merugikan masyarakat. Dilihat dari sisi sebuah organisasi atau komunitas yang menjadi korban atas social engineering. Hal ini akan dapat menciptakan ketidakpercayaan antaranggota komunitas atau jaringan sosial dimasyarakat yang akan dapat berpengaruh dalam merubah hubungan diantara pihak-pihak terlibat didalamnya. Sehingga jika hal tersebut terjadi dan tanpa adanya penyelesaian maka akan berpotensi terjadi perpecahan dalam organisasi atau komunitas tersebut di masa depan.

Dari pemaparan atas dampak yang diberikan sudah pasti diujungnya memberikan dampak kurang baik bagi korban. Maka dari itu untuk menghindari atas dampak yang diberikan dari social engineering seseorang dapat mengikuti beberapa hal berikut: Pertama yaitu meningkatkan kesadaran atas risiko keamanan digital di masyarakat Indonesia yang selalu mengintai. Pengetahuan yang harus ditingkatkan mengenai teknik manupulasi yang digunakan oleh pelaku social engineering. Tidak hanya itu saja masyarakat juga harus dapat dengan mudah melakukan identifikasi ciri-ciri social engineering agar lebih waspada ketika adanya permintaan informasi pribadi yang mencurigakan.

Kedua melakukan edukasi yang menyeluruh mengenai kebijakan keamanan informasi dan praktik cyber-hygiene untuk diterapkan oleh masyarakat. Secara spesifik penerapannya berupa penggunaan sandi yang kuat, kehati-hatian dalam membuka lampiran atau tautan yang mencurigakan dalam email atau pesan, sampai penggunaan mekanisme otentikasi untuk melindungi akun online. Melalui tahap kedua ini diharapkan setiap invididu akan dapat mengurangi risiko jatuh korban terhadap serangan social engineering yang menyerang.

Ketiga berupa masyarakat Indonesia yang membangun budaya yang saling mengingatkan dan berbagai informasi mengenai serangan social engineering. Melalui pemberian peringatan dan tips akan keamanan kepada sesama akan membentuk jaringan yang kuat dan solid. Apalagi melalui kebersamaan di masyarakat yang dibentuk maka sekecil apapun peluang atas serangan social engineering yang dilakukan oleh para pelaku akan diselesaikan secara bersama-sama. Dengan hal tersebut akan dapat membantu dalam meningkatkan kesadaran secara kolektif tentang pentingnya menjaga keamanan informasi di era digital saat ini.

Sedangkan cara yang terakhir menurut penulis lakukan yaitu kolaborasi. Dimana kolaborasi yang dilakukan antara beberapa pihak dari mulai pemerintah, sektor swasta, dan lembaga masyarakat sipil. Pihak-pihak yang terlibat tersebut akan melakukan berbagai cara seperti penyediaan pelatihan keamanan cyber bagi masyarakat umum, pemantauan aktif terhadap tren serangan, sampai penegakan hukum terhadap pelaku social engineering. Kerjasama yang solid yang dilakukan semua pada setiap pihak yang terlibat akan dapat menciptakan lingkungan online yang lebih aman dan terhindar dari dampak negatif dari social engineering.

Hidup di negara Indonesia yang memiliki semangat gotong royong sangat tinggi merupakan anugerah yang luar biasa. Apalagi masyarakat Indonesia memegang Pancasila sebagai dasar negara sehingga menekankan pada semangat kerjasama, persatuan, dan kebersamaan dalam mencapai kesejahteraan bersama. Semangat tersebut tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sehari-harinya. Hal tersebut dalam upayah mencegah dampak kurang baik akibat operasional social engineering yang dilakukan oleh oknum jahat sebagai pelaku. Semangat gotong royong tersebut terlihat dari kolaborasi antara beberapa pihak seperti pemerintah, sektor swasta, sampai lembaga masyarakat sipil yang bersatu untuk melindungi masyarakat dari ancaman keamanan digital khususnya yang disebabkan oleh social engineering.

Dari sekian banyak pihak yang turut secara langsung melalui semangat gotong untuk mencegah dampak dari social engineering salah satunya berupa Bank Rakyat Indonesia (BRI). Saat mendengar kata bank BRI masyarakat Indonesia secara langsung mengacu kepada salah satu bank terbesar di Indonesia. Selain itu bank BRI juga dikenal sebagai pihak yang tidak hanya fokus kepada pelayanan keuangan saja. Sudah sejak dahulu hingga saat pihak bank BRI selalu memberikan edukasi dan pelatihan keamanan digital bagi masyarakat umum. Sebelum membahas mengenai langkah yang dilakukan oleh BRI mengenai langkah nyata yang dilakukan alangkah baiknya jika membahas mengenai secara permukaan mengenai bank BRI terlebih dahulu.

Nama panjang dari bank BRI secara lengkap berupa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dimana pihak tersebut dikatakan merupakan sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang menyediakan berbagai macam atas layanan jasa keuangan. Melihat kedalam sejarahnya bank BRI didirikan di Purwokerto, 16 Desember 1895 yang dilakukan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja. Untuk kantor pusat dari bank BRI kini berada di Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Dilihat dari produk yang ditawarkan oleh bank BRI cukup banyak mulai dari simpanan, pinjaman, kartu kredit, reksa dana, sampai asuransi. Sedangkan merek yang ditawarkan oleh bank BRI salah satunya seperti BritAma, Junio, Simpedes, sampai Kupedes.

Melihat tahun 2022 saja pihak bank BRI juga melakukan mencatat kinerja keuangan yang cukup mengesankan. Pendapatan bank BRI mengalami peningkatan sampai berada di angka Rp 124,597 triliun, laba operasi naik sebesar Rp 64,306 triliun, dan laba bersih yang meningkat sebesar Rp 48,569 triliun. Tidak hanya itu saja secara total aset bank BRI juga mengalami kenaikan yang signifikan sampai di angka Rp 1.866 triliun. Tetapi jika melihat secara total ekuitas pihak bank BRI juga mengalami kenaikan sampai di angka Rp 303,395 triliun. Hal mengejutkan dari kepemilikan mayoritas dimiliki oleh dua pihak yaitu Pemerintah Indonesia sebesar 53,19% dan sisanya dimiliki oleh publik sebesar 46,81%. Sehingga dapat dikatakan bahwa bank BRI secara dominan dimiliki oleh pemerintah Indonesia sebagai penggerak aktifitas keuangan masyarakatnya.

Dalam mendukung kegiatan operasionalnya hingga akhir tahun 2022 pihak bank BRI didukung oleh 449 unit kantor cabang dan 13.863 unit ATM yang tersebar di wilayah Indonesia. Belum lagi pihak bank BRI juga mulai memiliki kantor di luar wilayah Indonesia salah satunya berada di New York, Hong Kong, Singapura, Cayman Islands, Taiwan, Colmera, Fatuhada, Hudilaran, dan Audian. Setelah mengetahui secara permukaan mengenai bank BRI maka berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan untuk mencegah operasional dari kegiatan social engineering sebagai berikut:

Langkah proaktif yang dilakukan bank BRI dengan menyelenggarakan kampanye bernama #BilangAjaGak. Atas kampanye tersebut pihak bank BRI memberikan edukasi dan langkah praktis kepada masyarakat untuk menghindari social engineering yang menghantui dan merugikan masyarakat. Kampanye tersebut mendorong masyarakat untuk menolak secara mentah-mentah atas jebakan yang dilakukan oleh oknum jahat sebagai pelaku melalui social engineering. Dengan memberikan kampanye yang jelas dan proaktif untuk menyebarkan pesan secara jelas dan tegas diharapakan akan membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dari upayah peluang dari tindakan social engineering. Pada akhirnya melalui kampanye tersebut tidak hanya melindungi nasabah bank BRI saja tetapi secara tidak langsung akan meningkatkan keamanan digital secara keseluruhan di masyarakat Indonesia.

Hal lain yang dilakukan oleh bank BRI dalam mencegah social engineering dengan memanfaatkan saluran komunikasi secara spesifik melalui konten hiburan web series. Pihak bank BRI memproduksi seri web dengan judul “Modus Operandi”. Seri web tersebut diharapkan dapat melakukan dua hal secara bersamaan yaitu memberikan edukasi sekaligus hiburan kepada masyarakat Indonesia. Untuk menonton web series dapat dimulai sejak tanggal 4 November 2022 melalui kanal YouTube resmi BRI. Secara sinopsis seri web tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap segala macam praktik kejatan menggunakan social engineering.

Pihak bank BRI juga melakukan kerja sama dengan kepolisian setempat. Kolaborasi tersebut memiliki tujuan untuk dapat menganalisis secara bersama-sama mengenai alur transaksi yang terlibat dalam kasus penipuan. Pendekatan yang dilakukan tersebut secara proaktif BRI mendukung atas proses pengungkapan dari hulu hingga hilir atas kejahatan menggunakan social engineering yang dilakukan oleh oknum jahat. Kegiatan kolaborasi tersebut selaras dengan pemaparan dari Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto sebagai berikut:

"Upaya BRI dalam memerangi social engineering di industri perbankan ini diantaranya adalah dengan dilakukannya pengaduan oleh BRI kepada Siber Polda Metro Jaya, bersama Polda Metro Jaya, BRI juga turut melakukan analisa terkait alur transaksi, pengungkapan modus, hingga melakukan penindakan dan penangkapan pelaku kejahatan social engineering".

Tindakan lain yang dilakukan oleh bank BRI untuk mencegah kejahatan menggunakan social engineering berupa saluran komunikasi yang siap membantu. Saluran komunikasi secara resmi telah diverifikasi (verified/centang biru) untuk menandakan keasliannya. Beberapa layanan komunikasi yang dapat dipilih dapat melalui situs web resmi www.bri.co.id, akun Instagram @bankbri_id, Twitter @bankbri_id. Selain itu ada beberapa akun lainnya seperti kontak_bri, promo_bri di Twitter, Facebook: bank BRI, Youtube: bank BRI, dan Tiktok: bank BRI, serta layanan Contact BRI di nomor 14017/1500017. Banyaknya layanan komunikasi yang diberikan untuk memberikan informasi agar masyarakat dapat menerima layanan informasi dengan cepat dan mudah.

Pihak bank BRI juga tidak hanya berfokus kepada pencegahan tetapi juga melakukan penangkapan terhadap pelaku kejahatan menggunakan social engineering. Salah satu penangkapan dilakukan Kamis (24/11) yang dilakukan oleh polisi berhasil menungkapan dan menangkap tersangka penipuan social engineering menggunakan modus phsing melalui situs palsu atas perubahan tarif transfer BRI. Dari hasil tersebut telah berhasil menangkap beberapa tersangka berinisial FI, H, dan N. Tidak hanya itu bank BRI juga melakukan pelaporan kepada polisi dengan nomor LP/B/0569/IX/2022/SPKT/BareskrimPolri tanggal 29 September 2022. Penangkapan yang dilakukan menunjukan secara jelas dan tegas atas komitmen bank BRI untuk melindungi nasabah sambil memastikan keamanan dalam penggunaan layanan perbankan.

Jika harus dipaparkan secara lengkap dan jelas memang ada banyak sekali cara-cara yang dilakukan oleh bank BRI untuk mencegah operasional tindakan social engineering yang merugikan masyarakat. Namun dari sekian banyak tindakan tersebut salah satu cara yang telah dilakukan telah dipaparkan diatas. Kini apakah para pembaca memiliki pemikiran yang berbeda dari pemaparan diatas?. Jika iya maka tidak ada salahnya para pembaca untuk memaparkannya didalam kolom komentar. Diharapkan dengan adanya pemaparan dari para pembaca akan terjalin transfer informasi yang saling berkolaborasi antara pembaca dan penulis.

Pengalaman Penulis Saat Berhadapan Dengan Social Engineering

Sebagai seseorang penulis yang merangkap jabatan mahasiswa menjadikan sehari-hari sangat padat oleh berbagai macam kegiatan. Dari mulai pagi sampai malam hari dipenuhi oleh berbagai kegiatan seperti kuliah, organisasi, lomba, rapat, sampai menulis. Semua kegiatan tersebut diambil tanpa menyisakan satu kegiatan yang terlewat. Alasan semua kegiatan diambil tanpa terlewat karena berpikir semua kegiatan pastinya akan berdampak dalam membuka pintu kesuksesan bagi penulis dimasa depan nantinya.

Walaupun dengan mengambil berbagai macam kegiatan tersebut akan memiliki dampak kurang baik berupa waktu istirahat yang akan berkurang. Pada umumnya waktu istirahat menurut berbagai informasi kesehatan yang beredar berada dalam jangka waktu 7-8 jam setiap hari yang tidak bisa dipenuhi. Maka dari itu ketika ada satu hari libur maka akan dimanfaatkan secara maksimal untuk beristirahat. Namun nyatanya ada satu hari yang harusnya beristirahat tetapi tidak bisa dilakukan. Pada saat itu penulis belum mengetahui bahwa pada saat itu sedang dilanda social engineering. Tetapi yang penulis tahu pada saat itu ada yang menelpon yang mengaku dari pihak bank.

Secara spesifik penulis sedang santai menikmati waktu sendirian dikosan karena pada hari itu tanggal libur karena seluruh aktifitas diliburkan. Tentunya penulis tidak hanya berdiam diri agar lebih merasakan ketenangan saat liburan penulis juga menonton film favorit sambil bersantai di atas kasur. Ketika sedang dalam posisi sangat santai tiba-tiba telepon berdering sangat keras memecahkan kenyamanan yang telah dibangun. Tanpa adanya pikir panjang penulis langsung mengambil hp untuk menjawab panggilan tersebut karena penulis yakin pasti ada yang sangat penting.

Di seberang sambungan nyatanya ada seseorang pria dengan suara yang sangat percaya diri tetapi tetap tenang. Beberapa detik berlangsung dalam panggilan tersebut ada banyak sekali informasi yang diberikan tetapi dipaparkan secara sistematis. Dari sekian banyak informasi secara intinya ia menyampaikan bahwa penulis mendapatkan sebuah dana cukup besar dikirim ke rekening pribadi penulis. Mendengar hal tersebut tentunya penulis senangnya bukan main seperti mendapatkan bongkahan berlian di tengah kondisi yang cukup sulit. Apalagi pada saat itu penulis masih berstatus mahasiswa yang memiliki sumber pendapatan hanya mengandalkan satu jalur. Dengan adanya satu jalur tersebut terkadang untuk memenuhi kebutuhan hidup yang kian tinggi menjadi sangat sulit.

Sebelum dana tersebut sampai kepada penulis nyatanya ada sebuah masalah dalam proses klaim hadiahnya. Pria di seberang sambungan juga menjelaskan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tetapi hal pertama yang harus dilakukan berupa verifikasi identitas penulis dan beberapa informasi tambahan. Diawal-awal masih menanyakan hal yang pada umumnya seperti nama namun pertanyaan mulai berubah ke hal senstifi dalam rekening penulis. Pada saat sedang dalam veritikasi sensitif berupa rekening tersebut tiba-tiba saja di sekeliling sambungan terdapat suara kemenangan. Tentunya hal tersebut membuat sambungan telpon langsung saja dimatikan tanpa adanya aba-aba. Respon yang diberikan penulis pun langsung heran atas situasi tersebut dikarenakan langsung dimatikan ketika penulis mendengar situasi kemenangan disebelah sambungan.

Di tengah-tengah kebinggungan tersebut penulis memutuskan untuk mengambil tindakan lebih lanjut berupa datang secara langsung ke pihak bank BRI. Tentunya setelah sampai di bank BRI penulis langsung berkomunikasi dengan institusi keuangan tersebut yang memahami akan seluk beluk hal tersebut. Saat sampai di bank BRI penulis diterima sangat baik oleh staf yang ramah dan responsift terhadap masalah penulis yang sedang diharapi. Setelah menjelaskan insiden yang sedang dialami oleh penulis secara tanggap langsung mengambil tindakan preventif untuk melindungi akun penulis. Secara spesifik penulis disarankan untuk mengganti PIN dan menguatkan langkah-langkah keamanan lainnya yang terkait dengan kata sandi.

Walaupun situasi penulis belum mancapai tahap dimana dana terserap tetapi hanya informasi rekening secara permukaan tetapi membuat penulis was-was. Setelah dilakukan berbagai langkah pengamanan data penulis bisa merasa lega dengan tanggapan cepat dan solusi yang ditawarkan oleh pihak bank BRI. Responsif dan proaktif dalam menangani inseden yang terjadi penulis oleh bank BRI sangatlah baik. Sehingga pada akhirnya penulis sangat merasa nyaman dan aman setelah berbagai cara dilakukan bank BRI untuk mengamankan data keuangan penulis. Setelah semua selesai diganti dan keamanan ditingkatkan penulis akhirnya kembali ke kosan untuk beristirahat. Tetapi saat sedang santai di kosan penulis kembali ditelepon oleh seseorang. Dimana ia menanyakan mengenai data diri yang sebelumnya terputus. Dikarenakan penulis sudah mengetahui akan hal tersebut termasuk ke dalam social engineering penulis tidak memberikan secara benar. Pada akhirnya seseorang tersebut cukup naik dalam hal emosionalnya dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.

Adanya momen tersebut menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi penulis akan pentingnya keamanan digital serta kewaspadaan terhadap upaya penipuan online seperti social engineering yang mencuri data pribadi. Tetapi dikarenakan penulis merupakan pengguna layanan dari bank BRI maka berbagai kejatahatan yang dihasilkan dari social engineering dapat diatasi secara baik. Hal tersebut karena pihak bank BRI akan selalu siap membantu penulis sebagai pengguna layanannya untuk selalu membantu dalam mengindari dampak kurang baik dari social engineering. Adanya berbagai hal yang dilakukan menegaskan bahwa bank BRI selalu berkomutmen untuk menjaga keamanan finansial dan informasi pribadi nasabahnya. Dengan demikian nasabah seperti penulis akan merasa nyaman dan aman ketika menggunakan layanan perbankan yang diberikan oleh bank BRI.

Berbagai cara yang dilakukan oleh bank BRI untuk menekan gerak-gerik dari kasus social engineering seperti yang telah dipaparkan diatas. Diharapakan melalui berbagai hal yang dilakukan oleh bank BRI tersebut akan dapat menekan korban seminimal mungkin. Sehingga dikemudian hari tidak akan terjadi lagi berbagai kasus seperti dialami oleh Zainuddin yang berasal dari Jombang, Jawa Timur. Dimana ia mengalami kerugian dana hilang mencapai Rp 44 juta dalam rentang waktu 11 menit. Hal tersebut terjadi menurut Zainuddin ketika sudah mendapatkan telepon dari seseorang yang merupakan petugas BRI.

Melalui berbagai pencegahan dan kebijakan lainnya diharapakan ketika Indonesia telah berada di tahun 2045 hal-hal tersebut tidak terjadi. Apalagi kini pihak bank BRI telah melakukan berbagai cara untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi. Salah satunya melalui kampanye #BilangAjaGak atau hal lainnya sehingga akan #MemberikanMaknaIndonesia yang lebih cerah. Pada akhirnya masyarakat akan dengan nyaman ketika menggunakan layanan perbankan sebagai penunjang kehidupan sehari-harinya tanpa harus terganggu oleh berbagai kegiatan kejatahan dari social engineering. Agar lebih jelas atas berbagai cara yang dilakukan oleh bank BRI para pembaca dapat melihatnya secara langsung ke dalam link ini.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca. Terima kasih.

Sumber tulisan, gambar, dan video:

  1. https://www.youtube.com/watch?v=Xx2_e0iu4ow
  2. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/07/13/penduduk-indonesia-tembus-278-juta-jiwa-hingga-pertengahan-2023
  3. https://www.youtube.com/watch?v=qKUlL7nZN7o
  4. https://www.youtube.com/watch?v=vDldp05xxck
  5. https://www.youtube.com/watch?v=0f7cqsSYR3Y
  6. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/03/08/67-penduduk-indonesia-punya-handphone-pada-2022-ini-sebarannya
  7. https://www.youtube.com/watch?v=qzvudg3gu0A
  8. https://www.youtube.com/watch?v=hMhYKTqkODM
  9. https://bri.co.id/infografis-detail?title=memberi-makna-indonesia-bri-cetak-laba-rp32-22-triliun  
  10. https://www.youtube.com/watch?v=c0w8uH1n2_g
  11. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:BANK_BRI_logo.svg
  12. https://www.brihongkong.com/index/memberi-makna-indonesia/
  13. https://www.facebook.com/BRIofficialpage/photos/a.447152235492010/2105144316359452/?type=3
  14. https://pixabay.com/id/vectors/dukungan-vektor-berkomunikasi-1950883/
  15. https://pixabay.com/id/illustrations/siswa-menyimpan-perpustakaan-5540227/
  16. https://pixabay.com/id/photos/baca-buku-gadis-untuk-belajar-515531/
  17. https://pixabay.com/id/photos/melihat-tidak-ada-kejahatan-3444212/
  18. https://news.detik.com/berita/d-3064799/total-kerugian-korban-korban-penipuan-mama-minta-pulsa-capai-rp-13-m
  19. https://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Rakyat_Indonesia
  20. https://www.bri.co.id/detail-news?title=bilang-aja-gak-ajakan-bri-perangi-modus-kejahatan-perbankan-social-engineering
  21. https://www.merdeka.com/uang/cegah-social-engineering-bri-luncurkan-web-series-modus-operandi.html
  22. https://www.cnbcindonesia.com/market/20220829204213-17-367569/bongkar-kejahatan-soceng-bri-lakukan-hal-ini
  23. https://bisnis.solopos.com/bri-turut-aktif-perangi-kejahatan-social-engineering-3-pelaku-diringkus-1407362
  24. https://www.bri.co.id/en/web/guest/waspada-modus-detail?title=kenali-4-modus-social-engineering
  25. https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20221128122147-72-391771/bri-dan-polri-proaktif-ungkap-kejahatan-perbankan
  26. https://regional.kompas.com/read/2020/08/13/14591901/social-engineering-kejahatan-yang-membuat-uang-rp-44-juta-milik-nasabah-raib?page=all
  27. https://bri.co.id/briedukasi