Penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia Bittime Writer
2024 atas kesempatan luar biasa yang telah diberikan kepada penulis. Terlebih lagi
penulis dalam kompetisi tersebut menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi. Tentunya
dalam melaksanakan proses seleksi dilakukan sangat ketat dengan penilaian yang
sangat objektif. Kondisi tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga
bagi penulis yang terjun dalam dunia kepenulisan. Penulis menjadi sangat
terhormat untuk dapat berpartisipasi dalam ajang bergensi tersebut. Terlebih
lagi penulis harus bersaing dengan karya yang sangat luar biasa lainnya.
Tidak
lupa penulis ingin mencucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah
bekerja keras untuk menyelenggarakan kompetisi. Kerja keras yang dicurahkan
dalam mempersiapkan sampai mengelola kompetisi begituh profesional dan patut
untuk diacungi jempol. Pengalaman yang penulis dapatkan saat mengikuti Bittime
Writer 2024 menjadi motivasi yang besar untuk terus berkarya dan mengembangkan
diri dalam dunia literasi. Semoga dengan kompetisi yang diikuti oleh penulis
tersebut akan terus berlanjut di kemudian hari dan melahirkan banyak sekali
penulis muda berbakat lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Akhir
kata penulis berharap semoga dengan keberhasilan ini tidak hanya menjadi
sebatas prestasi pribadi tetapi menjadi inspirasi bagi para penulis lainnya
untuk terus berani dalam mengungkapkan berbagai ide sampai gagasan. Terima
kasih sekali lagi kepada para panitia Bittime Writer 2024 atas kesempatan yang
diberikan. Penulis sangat menghargai dan merasa bangga telah menjadi bagian
dari kompetisi tersebut. Semoga kita semua yang terlibat dalam kompetisi
tersebut diberkahi dengan samangat untuk berkarya dan berbagi cerita yang
menginspirasi. Terima kasih.
Masyarakat
Indonesia dikenal sangat luas sebagai bangsa yang memiliki sifat ramah tamah
dan penuh keramahan. Ungkapan tersebut selaran dari Detikedu.com yang
memaparkan Indonesia menempati urutan ketujuh sebagai negara teramah di dunia.
Posisi tersebut didukung oleh mayoritas para turis yang memaparkan bahwa
masyarakat Indonesia mudah untuk diajak berkomunikasi. Tidak hanya itu
kebanyakan masyarakat Indonesia juga sangat mudah tersenyum. Beberapa kondisi
yang ada pada masyarakat Indonesia itulah yang menjadikan layak dalam
mendapatkan posisi tersebut.
Contoh
nyata lainnya dapat terlihat pada berbagai kesempatan baik dalam konteks formal
maupun informal. Dimana masyarakat Indonesia akan selalu menyambut para tamu
dengan senyuman hangat dan bersikap terbuka. Keramahan yang dimiliki oleh
masyarakat Indonesia tidak hanya terlihat dalam interaksi sehari-hari tetapi
juga tercermin dalam tradisi dan budaya yang mengedepanka nilai-nilai saling
menghormati dan mengahargai satu sama lain. Maka dari wilayah Sabang sampai
Merauke yang terdiri dari setiap suku akan selalu memiliki cara untuk dalam
menunjukan hospitality. Cara unik tersebut menjadikan pengalaman akan
berinteraksi dengan masyarakat Indonesia yang berkesan.
Keberadaan
akan sikap ramah tamah juga memberikan dampak karena menjadi salah satu daya
tarik utama bagi bagi wisatawan untuk datang ke Indonesia. Para wisatawan
tersebut ketika datang ke Indonesia tidak hanya disambut akan pemandangan alam
yang menakjubkan secara visual saja tetapi kehangatan masyarakat lokal yang
selalu ingin berbagi cerita, kebudayaan, sampai kuliner khas. Hal tersebut
membuat setiap kunjungan yang dilakukan oleh para wisatawan sering kali merasa
seperti menjadi bagian dari keluarga besar karena interaksi yang hangat dan
bersahabat. Secara tidak langsung kondisi tersebut mampu menciptakan sebuah
jembatan yang kuat antara budaya lokal dengan para wisatawan. Pada akhirnya
mampu menjadikan wilayah Indonesia sebagai salah satu destinasi yang menarik
untuk dijelajahi.
Kepemilikan
atas sifat ramah tamah pada masyarakat Indonesia tidak hanya terlihat dalam
interaksi pribadi tetapi juga mulai meresap ke dalam operasional berbagai
perusahaan di tanah air. Banyak sekali berbagai perusahaan baik skala besar
maupun kecil menyadari terhadap pentingnya menciptakan pengalaman positif bagi
pelanggan melalui layanan yang penuh kehangatan. Contoh nyata dapat terlihat
dalam sektor perhotelan dan pariwisata dari para staf yang terlibat didalamnya.
Dimana para staf tersebut akan dilatih secara maksimal untuk melakukan berbagai
hal seperti memenuhi kebutuhan para tamu sampai berinteraksi secara personal.
Tujuan dilakukan oleh para staf tersebut untuk mampu menjalin hubungan yang
lebih dekat dan akrab sehingga mampu menciptakan momen berkesan. Ketika sudah
tercipta momen berkesan membuat peluang pelanggan akan selalu balik lagi
menggunakan layanan tersebut.
Penerapan
sifat ramah tamah yang selalu ada di sektor perhotelan dan pariwisata lakukan
mulai dilirik oleh sektor lain seperti perbankan. Dari sekian banyak contoh
perbankan tersebut salah satunya perusahaan tersebut dikenal oleh masyarakat
dengan nama Bank Rakyat Indonesia atau biasa disingkat menjadi BRI. Dalam operasionalnya para staf
yang dimiliki oleh BRI selalu
diberikan pelatihan untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dengan perhatian
maksimal. Hasil dari pelatihan tersebut diharapkan para nasabah akan merasa
dipahami dan dihargai. Pendekatan yang dilakukan mampu membuat BRI mampu menciptakan lingkungan yang
nyaman karena nasabah merasa aman dalam melakukan transaksi dalam beraktivitas
sehari-harinya.
Supaya
lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat pihak BRI menghadirkan kantor cabang yang tersebar secara luas. Jika
dihitung secara angka terhadap kantor cabang yang dimiliki BRI pada Maret 2024 mencapai 7.608 buah. Selain dari sisi jumlah
kantor cabang yang cukup banyak juga disokong oleh staf yang berpengalaman.
Satpam merupakan salah satu staf yang bertugas untuk memastikan keamanan sambil
membantu pengguna dalam mendapatkan layanan dari BRI. Staf lainnya seperti Customer Service (SC) akan selalu membantu
dalam menjawab pertanyaan sampai menyelesaikan berbagai permasalahan para
pelanggan. Tidak hanya itu staf lain seperti teller juga akan membantu
memproses berbagai transaksi keuangan dengan cepat dan akurat bagi para
pengguna. Sementara didalam operasionalnya akan terdapat staf berupa manajer
cabang yang bertanggung jawab untuk mengelola seluruh operasional serta
memastikan semua staf yang ada memberikan layanan terbaik kepada nasabah.
Lokasi
dari kantor cabang BRI ditempatkan
pada pusat wilayah atau lokasi dengan tingkat keramaian yang tinggi pada
masyarakat. Penempatan lokasi strategis tersebut mampu memudahkan akan akses
bagi masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan. Keberadaan dari kantor
cabang juga sangat mudah sekali untuk dijangkau yang membuat para nasabah tidak
perlu menghabiskan energi sampai waktu untuk sampai ke kantor cabang. Untuk
membantu kantor cabang lebih mendekatkan bagi masyarakat sampai pelosok wilayah
di Indonesia maka pihak BRI bekerja
sama dengan masyarakat untuk dalam menghadirkan layanan Agen BRILink.
Agen BRILink merupakan inovasi penting
yang dijalankan oleh BRI dengan
tujuan memperluas jangkauan layanan perbankan sampai ke pelosok wilayah
Indonesia. Hal tersebut terjadi karena melakukan kerjasama dengan nasabah BRI di masyarakat sebagai Agennya. Pada
layanan tersebut membuat peluang masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan
secara real-time dan online menjadi besar tanpa harus bergantung kepada kantor
cabang. Jenis transaksi yang dapat digunakan sangat beragam seperti transfer
antar bank, setor, sampai tarik tunai. Tidak hanya itu pada Agen BRILink juga menyediakan layanan
terhadap pembelian token listrik, pulsa, dan kebutuhan rumah tangga yang
semakin praktik dan mudah diakses oleh masyarakat. Banyaknya transaksi oleh
masyarakat membuat pemilik dari Agen BRILink
akan mendapatkan keuntungan melalui konsep sharing fee.
Selain
adanya kantor cabang dan Agen BRILink
juga diperkuat oleh layanan dengan jaringan yang lebih dari 12 ribu ATM yang
tersebar di lokasi strategis seperti mall atau tempat ramai lainnya. Keberadaan
ATM memiliki fungsi sebagai sarana pendukung yang mampu memudahkan nasabah
untuk melakukan berbagai transaksi secara mandiri dan cepat seperti penarikan
tunai, pengecekan saldo, sampai transfer antar rekening. Fasilitas ATM yang ada
membuat nasabah dalam menggunakan layanan perbankan tidak perlu lagi
mengunjungi kantor cabang atau Agen BRILink.
Pihak BRI juga menawarkan layanan
perbankan yang semakin lengkap dengan adanya lebih dari 9.000 Cash Recycle
Machines (CRM) dan lebih dari 664 ribu Electronic Data Capture (EDC) tersebar
di wilayah Indonesia. CRM memiliki fungsi sebagai mesin setoran tunai yang
membuat nasabah dapat melakukan penyetoran uang secara langsung tanpa perlu
mengantri di terller pada kantor cabang. Sementara itu pada EDC juga digunakan
untuk melakukan transaksi pembayaran menggunakan kartu debit atau kredit di
berbagai merchant pada toko retail hingga restoran. Keberadaan CRM dan EDC
diberikan oleh BRI tidak hanya mampu
meningkatkan kenyamanan dan efisiensi dalam bertransaksi di kehidupan
sehari-hari yang mampu mendukung cashless society di Indonesia pada masyarakat
modern.
Berbagai
sistem yang telah dipaparkan seperti kantor cabang sampai Agen BRILink yang diberikan oleh BRI pada dasarnya masih beroperasi
dalam kerangka sistem konvensional. Dapat diartikan atas sistem konvensional
berarti pihak nasabah sebagai pengguna tetap perlu melakukan interaksi secara
tatap muka langsung dengan pihak pengelola layanan keuangan dari BRI. Walaupun masih menerapkan sistem
konvensional pada layanan perbankan tetapi memberikan kemudahan bagi masyarakat
dalam mendapatkan layanan prima dari BRI.
Setelah beberapa waktu secara spesifik pada saat pandemik Covid-19 terjadi
membuat sistem konvesional perbankan dari BRI mengalami gangguan.
Di
Indonesia sendiri khususnya setelah pengumuman atas kasus positif Covid-19
pertama di Indonesia yang terjadi pada Maret 2020 memberikan dampak kepada
sektor perbankan. Dampak tersebut kian menjadi besar takala pihak pemerintah
menerapkan kebijakan atas pembatasan sosial dan protokol kesehatan bagi
masyarakat secara ketat. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan dalam layanan
perbankan karena nasabah telah terbiasa melakukan transaksi secara langsung
bertatap muka menjadi sulit untuk dilaksanakan. Maka untuk tetap lancar dalam
merasakan layanan perbankan dari BRI maka dilakukan inovasi khususnya dalam hal digitalisasi.
Langkah
nyata yang dilakukan oleh BRI dalam
mendukung inovasi infrastuktur digital berupa meluncurkan satelit BRIsat ditanggal 18 Juni 2016.
Peluncuran satelit oleh pihak perbankan berupa BRI menjadi bank pertama di dunia yang memiliki satelit secara
sendiri. Bahkan adanya BRIsat mampu
memainkan peran penting dalam memperluas akan jangkauan layanan ke seluruh
pelosok Indonesia tanpa hambatan yang sebelumnya belum mampu terjangkau. Dapat
dikatakan juga adanya BRIsat mampu
menjaga layanan perbankan BRI agar memiliki
kualitas dan hal kecepatan baik pada seluruh wilayah di Indonesia.
Peluncuran
atas satelit BRIsat tidak hanya
berdampak kepada jangkauan layanan perbankan BRI namun mengefisiensi biaya komunikasi secara signifikan. Hal
tersebut sesuai atas pemaparan dari Direktur Keuangan BRI yang dipegang oleh Haru Koesmahargyo dimana BRI sebelum menghabiskan sekitar Rp 500
miliar setiap tahunnya hanya untuk biaya komunikasi. Keberadaan BRIsat yang beroperasi selama 15 tahun
dengan potensi usia pemakaian mencapai 17 tahun mampu menghembat biaya
komunikasi hingga 40% per tahun. Pengematan yang dihasilkan membuat BRI mampu mengalihfungsikan biaya
dihemat untuk kebutuhan lainnya yang lebih membutuhkan.
Inovasi
digital demi pelayanan prima oleh BRI dengan meluncurkan aplikasi BRI Mobile (BRImo) sebagai komitmen BRI demi memudahkan layanan transaksi
perbankan bagi nasabah sebagai pengguna. Menurut Direktur komsumen Bank BRI yang pada saat itu dipegang oleh
Handayani memaparkan bahwa adanya BRImo
merupakan pengembangan teerbaru yang sebelumnya dari aplikasi BRI Mobilie yang sebelumnya.
“BRImo menggabungkan fungsi internet
banking, mobile banking, dan uang elektronik ke dalam satu aplikasi BRImo dengan menu transaksi yang lebih
lengkap dan menarik.” Ujar Handayani di acara launching BRImo yang diselenggarakan di Innovation Center Bank BRI, Jakarta Rabu 27 Febuari 2019.
Hadirnya BRImo mampu memberikan dampak cukup
signifikan bagi masyarakat hal tersebut terlihat dari banyaknya jumlah
pengguna. Dilihat secara angka pengguna BRImo
telah mencapai 13 juta pengguna dengan 575 juta transaksi untuk tahun 2018.
Pihak Handayani memaparkan keberadaan BRImo
memiliki segmen masyarakat berupa milenial, women, dan netizen yang
menginginkan kemudahan dalam melakukan transaksi dalam menjalani kehidupan.
Banyaknya jumlah pengguna dari BRImo
waktu ke waktu diharapkan mampu menarik 54 juta nasabah BRItama untuk beralih menggunakan aplikasi tersebut. Dalam
mendukung jumlah pengguna maka di tahun 2019 pihak BRI secara aktif melakukan promosi serta edukasi kepada para
nasabah yang berada di setiap kotanya.
Inovasi
dalam digitalisasi yang dilakukan oleh BRI berupa mengubah landscape layanan banking hall dari service centre menjadi
sales centre yang dilakukan secara bertahap. Buktinya dibuktikan dengan
hadirnya teknologi yang bernama Mesin New SSB (Digi UB) untuk diimplementasikan
pada Unit Kerja Operasional BRI.
Kondisi tersebut selaras dengan pemaparan oleh Direktur Jaringan dan Layanan BRI dipegang oleh Andrijanto. Menurut
Andrijanto memaparkan bahwa keberadaan layanan tersebut memiliki tujuan untuk
memberikan kemudahan akses dan pengalaman bertransaksi bagi nasabah dengan
tetap mempertahankan aspek kebersamaan di layanan perbankan.
Mesin
yang dikenal dengan nama Digital CS atau bisa disebut dengan mesin one stop
service memiliki fungsi melayani transaksi nasabah menggunakan konsep self
service. Belum lagi adanya digital CS merupakan konsep atas layanan perbankan
yang mampu menggabungkan teknologi digital dengan layanan pelanggan secara
personal. Sehingga layanan prima (service excellence) akan mampu diberikan oleh
pihak BRI dalam meningkatkan
terhadap customer experience. Layanan yang dapat dilakukan oleh digital CS
mampu melayani berbagai hal seperti pembukaan rekening (Tabungan BRIBRItama, BRItama Bisnis, BRItama Muda, Simpedes, Simpedes
Usaha), penggantian kartu, Reissue PIN, enable kartu, passbook printing (Card
& Cardless), cetak rekening koran (Card & Cardless), kirim rekening
koran via email (Card & Cardless), cetak 5 transaksi terakhir (Card &
Cardless), sampai penerbitan kartu debit.
Mesin
Digital CS juga menawarkan berbagai macam kelebihan yang signifikan dalam
meningkatkan efesiensi layanan BRI.
Pertama berupa mengurai antrian yang cukup panjang terjadi pada kantor-kantor
cabang. Sehingga para nasabah dapat dilayani secara lebih cepat dan efisien.
Tidak hanya itu adanya Digital CS mempercepat proses layanan sampai sangat
mulus dari awal sampai akhir bagi nasabah. Proses validasi bagi nasabah yang
menggunakan Digital CS juga sangatlah mudah dapat melalui tap E-KTP sampai
pemindaian sidik jari demi kemanan dan kenyamanan saat bertransaksi. Dalam sisi
keamanan pada Digital CS juga selalu dipantau dan terintegrasi dengan seluruh
kinerja perangkat dalam satu platform untuk memastikan setiap sistem beroperasi
secara optimal tanpa gangguan. Berbagai kelebihan yang dihadirkan oleh Digital
CS mampu menciptakan service excellence dalam melakukan berbagai transaksi
dengan lebih nyaman dan cepat.
Membahas
mengenai sisi perlayanan maka pihak BRI tidak hanya didukung oleh Digital CS saja tetapi juga BRI Digital Saving yang praktis dan tanpa ribet. Nasabah sebagai
pengguna dapat melakukan pendaftaran rekening tabungan BRI secara online tanpa harus datang mengunjungi kantor cabang. Hal
tersebut tercipta hanya untuk memudahkan nasabah dalam mengakses layanan
perbankan karena layanan tersebut diakses melalui digital. Dari mulai mengisi
formulir, mengunggah dokumen, sampai verifikasi dilakukan serba digital dalam
hitungan menit. Pada layanan BRI Digital Saving para nasabah dapat membuat berbagai jenis tabungan BRI seperti BRIBRItAma, BRIBRItAma Muda (BRItAma X),
sampai BRIBRItAma Bisnis.
Tahapan
membuka rekening pada BRI Digital
Saving sangatlah mudah dan pratis. Langkah pertama yang dilakukan berupa
nasabah harus memilih akan jenis tabungan yang diinginkan untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Setelah itu nasabah cukup membuka menggunakan teknologi
seperti ponsel pada laman laman https://bukarekening.BRI.co.id/digital-saving/info_open.
Ketika sudah dibuka nasabah akan diminta untuk memasukan nama atau lokasi
kantor cabang untuk mengelola rekening. Tidak lupa nasabah untuk menyiapkan
berbagai dokumen seperti KTP sampai NPWP untuk diunggah. Pada proses yang
dilakukan juga perlu data diri yang lengkap dan benar serta diikuti akan
verifikasi diri menggunakan video recording. Jika semua langkah telah selesai
maka nasabah hanya perlu untuk melakukan setoran awal dalam mengaktifkan
rekening. Supaya lebih maksimal dalam pengalaman layanan perbankan maka nasabah
disarankan untuk membuka akun BRIMO
untuk mengakses ke berbagai layanan digital BRI.
Keunggulan
yang ditawarkan dalam membuka rekening menggunakan BRI Digital Saving cukup banyak. Pertama berupa proses pendaftaran
tanpa harus mengunjungi kantor cabang BRI tetapi hanya menggunakan ponsel. Dengan hanya menggunakan cara tersebut nasabah
dapat menghemat waktu sampai tenaga. Kedua nasabah tidak perlu melakukan
pengunduhan aplikasi secara terpisah karena layanan dapat diakses melalui situs
web bukarekening.BRI.co.id atau
dengan memindai QR Code di halaman resmi BRI.
Ketiga nasabah tidak perlu menunggu dengan antrean panjang dan melelahkan
karena seluruh proses hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit. Keempat
sisi keamanan juga sangat tinggi karena menggunakan teknologi face recognition
yang didukung oleh PERURI. Semua tersebut hanya untuk memberikan pelayanan
terbaik bagi nasabah sebagai pengguna BRI.
Layanan
prima yang ditawarkan oleh BRI mulai
mengalami inovasi dibutikan akan platform artificial intelligence dan machine
learning dikenal dengan nama BRIBRAIN.
Diawal-awal kehadiran dari BRIBRAIN
berfokus kepada layanan savings dan lending tetapi kini telah menjadi central
hub untuk solusi AI dalam memenuhi kebutuhan bisnis dan operasinal BRI di berbagai bisnis. Apalagi BRIBRAIN juga didukung dengan kemampuan
analisis yang canggih sehingga berdampak kepada peningkatan profitabilitas
bank, mengurangi resiko, sampai efisiensi biaya. Bahkan adanya BRIBRAIN memungkinkan BRI untuk mengoptimalkan pengalaman
nasabah dengan memanfaatkan dana dan analitik yang membuat interaksi dapat
menjadi lebih efektif. Secara permukaan dapat dikatakan keberadaan BRIBRAIN telah mampu mengembangkan
empat kapabilitas utama berupa:
Pertama
berupa Customer Engagement. Dimana didalamnya BRI memiliki fokus untuk membangun koneksi dan interaksi mendalam
dengan nasabah dapat menciptakan hubungan jangka panjang dengan produk dan
layanan BRI. Salah satu bentuk
medium adalah recommender system, lead management system untuk akuisisi nasabah
baru, next-best offer, sampai customer service Chatbot SaBRIna. Kedua Credit Underwriting yang memanfaatkan machine learning
dalam memprediksi skor kelayakan calon debitur didasarkan data historis
finansialnya demi mencegah gagal bayar. Model scoring yang digunakan oleh BRIBRAIN mampu menganalisis yang
didasarkan kepada pengajuan kredit, behavioral scoring, sampai prediksi churn
atau collection scoring.
Ketiga
berupa Fraud & Risk Analytics. Fungsi tersebut memiliki fokus untuk dapat
memprediksi, mendeteksi, sampai pencegahan fraud. Dimana salah satu cara untuk
mendapatkan fokus tersebut melalui pendeteksian akan anomali di dalam beberapa
hal seperti transaksi, suspicious login, dan memberikan Early Warning System.
Sedangkan untuk keembat berupa Smart Services & Operations. Adanya fungsi
tersebut dengan menggunakan AI mampu meningkatkan otomasi dengan berbagai
aktivitas back office dalam mengefisiensi kerja. Contohnya berupa penggunaan
robotic process automation (RPA) untuk pengganti entri data manual, AIOps untuk
penyederhanaan manajemen operasional IT, sampai model prediktif untuk mengelola
keluhan nasabah.
Hasil
dari penggunaan BRIBRAIN mampu
mendorong secara maksimum akan akuisisi debitur namun tetap menjaga kualitas
kredit. Dengan demikian kondisi tersebut mampu menunjukan implementasi pada
Link5 dalam platform internal BRI yang mambantu akan deteksi value chain dan ekosisitem bisnis nasabah UKM BRI demi closed-loop payment ecosystem.
Bahkan Link5 mampu mengakuisisi 8.000 debitur baru dengan nilai platfon
mencapai Rp 1,7 triliun dengan NPL hanya 0,009 persen. Tidak hanya itu saja
implementasi BRI melalui pipeline
usaha mikro mampu mengakuisisi 3,6 juta debitur baru dengan nilai plafon Rp
163,4 triliun, dan NPL terjaga di 0,05 persen.
Disepanjang
tahun 2023 atas rekomendasi yang diberikan oleh BRIBRAIN mampu mengakuisisi mencapai 22.000 AgenBRILink baru. Para Agen yang baru
tersebut menjadi tumpuan inklusi akan keuangan dari layanan BRI untuk masyarakat ke pelosok yang
sulit terjangkau. Banyaknya para Agen tersebut hingga pada kuartal ketiga tahun
tersebut mampu menghasilkan nilai sales volum diangka Rp 1,04 kuadriliun.
Inovasi
layanan yang prima oleh BRI pada
bidang AI dilakukan tahun 2018 dengan menciptakan Smart BRI New Assistant atau bisa disingkat SaBRIna. Dapat dikatakan bahwa SaBRIna
merupakan asisten virtual untuk memenuhi kebutuhan nasabah BRI dengan lebih efisien dan responsif. Sampai saat ini jumlah
pengguna dari layanan SaBRIna telah
mencapai 231.000 pengguna. Angka tersebut menunjukan akan betapa besarnya
antusiasme masyarakat terhadap layanan SaBRIna
dalam memudahkan nasabah. Fitur yang ditawarkan oleh SaBRIna tidak hanya berfokus kepada customer service tetapi juga
kepada pendampingan nasabah dalam menjalani aktivitas perbankan setiap harinya.
Layanan
SaBRIna juga dapat diakses melalui
berbagai cara seperti Facebook Messenger dan WhatsApp. Setelah menghubungi maka
SaBRIna akan memberikan berbagai
kemudahan kepada nasabah dalam berbagai informasi seperti lokasi kantor cabang,
ATM BRI, sampai detail produk sampai
promo terkini. Tidak hanya layanan SaBRIna
juga mampu menyelesaikan masalah yang banyak dialami para nasabah perbankan
tetapi dengan cara menyenangkan. Sehingga para nasabah sebagai pengguna dapat
menikmati layanan perbankan dengan cepat, akurat, aman, dan nyaman untuk
kepuasan nasabah sebagai pengguna BRI.
Teknologi
di balik terciptanya SaBRIna yang
merupakan inovasi yang sangat interaksi yang lebih manusiawi antara pihak
nasabah dengan layanan perbankan BRI.
Pemanfaatan akan AI pada SaBRIna
dirancang untuk berkomunikasi menggunakan format percakapan yang intuitif.
Kondisi tersebut membuat pengguna saat merasakan layanan SaBRIna seakan-akan berbicara dengan seseorang manusia. Kunci dari
adanya layanan SaBRIna berupa
teknologi Natural Language Processing (NLP) yang membuat SaBRIna dapat memahami sampai memproses bahasa alami manusia. Bahkan
dengan proses ekstraksi pesan menggunakan NLP membuat SaBRIna mampu menangkap akan maksud dan tujuan dari pertanyaan maupun
permintaan nasabah. Tidak hanya itu layanan SaBRIna juga mampu memberikan respon yang tepat dan relevan untuk
menciptakan interaksi dengan baik dan lancar tanpa hambatan. Penerapan
teknologi canggih seperti SaBRIna
tidak hanya sekedar chatbot semata tetapi bertransformasi menjadi asisten
digital dalam memberikan solusi perbankan yang personal dan responsif.
Pengaplikasian
yang dilakukan oleh BRI melalui
layanan SaBRIna mampu meraih penghargaan
untuk kategori Best in Personalization Strategy. Penghargaan tersebut diberikan
pada acara Mata Lokal Fest yang mengusung tema "Local Thriving in the
Digital Era" di Menara Peninsula Hotel Jakarta. Keberadaan penghargaan
tersebut pada BRI mencerinkan
komitmen atas BRI dalam memberikan
layanan prima dengan memanfaatkan teknologi canggih didalamnya. Bahkan
penerapan Large Language Model (LLM) pada SaBRIna mampu merespon berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia.
Kondisi tersebut membuat alat komunikasi menjadi lebih inklusif dalam
menjangkau beragam lapisan masyarakt Indonesia yang kental menggunakan bahasa
daerah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya keberadaan SaBRIna diharapkan tidak hanya menjadi
sosok asisten digital tetapi menjadi jembatan untuk menghubungkan layanan
perbankan di BRI.
Keberadaan
akan layanan konvensional yang ramah sampai teknologi mutakhir seperti yang
telah dipaparkan diatas oleh BRI mampu menciptakan layanan perbankan yang tidak hanya efisien tetapi lebih
personal. Kehadiran dari mulai kantor cabang, Agen BRILink, sampai inovasi digital berupa BRImo sampai SaBRIna
memberikan akses yang luas dan mudah bagi nasabah di seluruh penjuru Indonesia.
Sehingga berbagai layanan prima BRI
mampu mendekatkan nasabah dengan perbankan menciptakan pengalaman yang
menyenangkan tetapi tetap bermanfaat. Upayah yang dilakukan oleh BRI dalam memberikan layanan prima
sampai tetap mempertahankan nilai keramahan dapat meningkatkan adaptasi demi
memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin modern.
Di
depan nanti yang akan terjadi sebentar lagi adanya layanan prima BRI mampu menjadi landasan kuat demi mendukung visi
Indonesia Emas 2045. Pengaplikasikan teknologi digital sampai AI menjadi
komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas layanan demi memenuhi kebutuhan
sampai harapan nasabah yang semakin modern. Sehingga BRI tidak hanya menjadi sosok lembaga keuangan semata tetapi juga
sebagai mitra strategis dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan pondasi
yang kokoh melalui layanan prima BRI
akan mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks juga
berkontribusi secara nyata bagi kemajuan masyarakat serta negara Indonesia
menjadi lebih baik.
Masyarakat
Indonesia merupakan masyarakat yang unik karena salah satu faktor yang dikenal
oleh masyarakat dengan nama Pancasila. Pancasila merupakan dasar negara yang
terdiri dari lima sila. Pada masing-masing tersebut mencerminkan nilai-nilai
leluhir yang menjadi pedoman masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kelima sila pada Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang
Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi
Seluruh Rakyat Indonesia.
Keberadaan
akan Pancasila bagi masyarakat Indonesia sangatlah berdampak. Jika ditinjau
sebagai ideologi nasional maka Pancasila memiliki peran untuk pemersatu dalam
menjembatani perbedaan dari mulai suku, agama, sampai budaya yang ada di tanah
air. Nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila mampu mengajak masyarakat
Indonesia yang memiliki perbedaan untuk dapat hidup rukun, saling menghormati,
sampai bekerja sama demi terciptanya kesejahteraan. Namun ditinjau pada konteks
sosial keberadaan Pancasila memiliki fungsi sebagai norma yang mampu membimbing
individu dalam berinterkasi. Hasilnya akan terwujudnya masyarakat Indonesia
yang adil, beradap, sampai penuh solidaritas. Berbagai tinjauan tersebut
membuat Pancasila bukan hanya slogan semata tetapi telah bertransformasi
menjadi bagian integral dari identitas dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Lebih
dalam lagi maka Pancasila dapat dipahami melalui konsep Trisila yang terdiri
dari tiga sila berupa nasionalisme, demokrasi, dan ketuhanan. Lahirnya konsep
Trisila merupakan perasan dari lima sila yang ada pada Pancasila. Nasionalisme
mampu mengajak masyarakat untuk mencintai dan menghormati tanah air. Demokrasi
lebih menekankan akan partisipasi rakyat dalam pengambil keputusan. Sedangkan ketuhanan
akan menegaskan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta. Nyatanya konsep
Trisila yang telah ada mampu melengkapi sampai menciptakan pondasi yang kokoh bagi
kehidupan berbangsa.
Selain
itu juga kini muncul kembali konsep baru yang dikenal dengan nama Ekasila.
Dimana Ekasila merupakan rangkuman atas esensi dari konsep Trisila tetapi dalam
semangat gotong royong. Adanya semangat gotong royong tersebut akan mampu
mencerminkan nilai kolaborasi dan saling membantu di antara anggota masyarakat
di Indonesia. Dengan mengedepankan sisi gotong royong akan mampu membuat
masyarakat Indonesia memiliki sifat kebersamaan dalam menjalani kehidupan
sehari-hari.
Pada
kehidupan sehari-hari di masyarakat Indonesia akan sangat mudah sekali melihat
contoh nyata penerapan semangat gotong royong. Misalnya saja kegiatan
pembangunan infrastuktur desa berupa jalan, jembatan, atau bahkan tempat
ibadah. Pelaksanaan pembangunan tersebut terkadang para warga setempat akan
berbondong-bondong dalam bahu-membahu untuk menyelesaikan proyek tersebut. Para
warga akan juga menyumbang berbagai hal mulai dari alat, bahan, sampai makanan
yang dilakukan secara bersama-sama. Kebersamaan yang terjadi akan secara tidak
langsung memberikan dampak berupa suasana lingkungan tempat tinggal sekitar
mampu menjadi lebih akrab dan menyenangkan. Contoh lain atas gotong royong pada
masyarakat modern yang masih terlihat berupa tradisi membersihkan lingkungan
dikenal dengan nama kerja bakti. Adanya semangat gotong royong pada berbagai
macam kegiatan mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan sambil memperkuat
ikatan sosial pihak yang terlibat.
Dampak
positif yang dihasilkan dari semangat gotong royong dalam masyarakat Indonesia
mampu menginspirasi banyak perusahaan. Dari sekian banyak perusahaan salah satu
yang menerapkan nilai-nilai tersebut dalam operasionalnya bernama Bank Rakyat
Indonesia (BRI). Terlebih lagi BRI telah lama dikenal sebagai
perusahaan perbankan yang mengedepankan kolaborasi dan partisipasi masyarakat
dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi. Berikut ini salah satu program
layanan perbankan yang disediakan oleh pihak BRI sebagai berikut:
Pertama
berupa Program Desa BRILiaN. Program
tersebut merupakan langkah inisiatif yang dilakukan oleh Bank BRI dalam memberdayakan berbagai desa
yang ada di Indonesia. Fokus dari program tersebut dalam mengembangkan terhadap
potensi lokal melalui empat aspek utama berupa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),
digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan. BUMDes yang dilakukan secara aktif
memiliki tujuan dalam menggerakan ekonomi desa sampai mampu menciptakan
lapangan kerja. Digitalisasi menjadi kunci untuk melakukan konteksi antara desa
terhadap layanan keuangan modern dimiliki oleh BRI.
Produk
DesaBRILiaN juga mendorong berbagai
desa yang ada untuk dapat berinovasi terhadap menyelesaikan masalah sosial dan
ekonomi yang dihadapai. Selain inovasi aspek yang diperhatikan berupa
keberlanjutan untuk memastikan bahwa usaha yang dikembangkan mampu memberikan
manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat. Pendekatan dilakukan secara
holistik sehingga berbagai desa yang ada di Indonesia dapat menjadi mandiri,
tangguh, sampai sejahtera.
Sejak
diluncurkan akan Program Desa BRILiaN
mampu menunjukan pertumbuhan yang cukup signifikan terhadap jumlah desan yang
terlibat. Pertumbuhan tersebut mencerminkan akan antusiasme dan respon positif
yang diberikan oleh masyarakat. DI tahun 2020 program tersebut hanya baru
memberikan dampak 125 desa. Sedangkan memasuki tahun 2021 desa yang terlibat
didalamnya mencapai 1.182 desa. Memasuki tahun 2022 pertumbuhan desa yang
terlibat mencapai 2.182 desa dan tahun 2023 desa yang terlibat mencapai 3.178.
Banyaknya desa yang terlibat dalam Program Desa BRILiaN menunjukan komitmen yang kuat terhadap pemberdayaan desa di
Indonesia. Angka desa tersebut juga menunjukan bahwa program tersebut tidak
hanya berhasil meningkatkan kapasitas dan inovasi desa tetapi berkontribusi
pada pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan tangguh.
Mengikuti
akan Program Desa BRILiaN pastinya
akan memberikan berbagai manfaat bagi berbagai desa untuk mendukung
pengembangan. Salah satu keuntungan utama berupa akses ke pelatihan online
gratis demi memajukan desa dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang
relevan. Selain itu kapasitas dan kapabilitas manajemen juga mengalami karena
adanya bimbingan secara langsung oleh tim ahli. Berbagai macam keuntungan dari
Program Desa BRILiaN dapat dilihat
dari beberapa desa seperti Desa Labuhan Lombok yang berada di Kecamatan Pringgaya,
Kabupaten Lombok Timur.
Berdasarkan
pemaparan dari Direktur Utama BRI yang dipegang oleh Sunarso memaparkan adanya program tersebut mampu
berkontribusi secara besar bagi masyarakat melalui berbagai indikator. Bentuk
nyata dari indikator tersebut berupa jumlah nasabah yang menabung mengalami
peningkatan kurang lebih 47,7% secara tahunan (year on year/YoY) serta lebih dari 3,2 juta
orang di masyarakat kini memiliki rekening tabungan. Dana dari pihak ektika
(DPK) yang dihimpun atas program tersebut juga mengalami kenaikan 29,9% dan lebih
dari Rp 6 triliun. Kehadiran dari program tersebut membuat para pelaku usaha
mampu mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi terlihat dari nasabah kredit
yang naik 26,5% atau sekitar 177.000 orang demi pertumbuhan bisnisnya.
“Yang
tadinya tidak berani ambil kredit sekarang berani ambil kredit. Dari jumlah
tersebut plafon pinjaman meningkat senilai 62% dengan nilai Rp 16,1 triliun,”
tutur Suharso dalam acara Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023, Rabu (10/1).
Untuk
seseorang desa dapat berpartisipasi dalam Program Desa BRILiaN di tahun 2024 terdapat beberapa persyaratan yang harus
dipenuhi. Pertama desa yang diikut sertakan harus belum pernah mengikuti
program tersebut dalam jenjang tahun 2020 hingga 2023. Selanjutanya desa
tersebut juga harus telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah
dilengkapi dengan layanan perbankan dari BRI berupa Simpedes BUMDes. Selain itu desa tersebut juga telah memiliki Produk
Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) sebagai bentuk inovasi dan keberlanjutan.
Persyaratan terakhir berupa mengisi Form Kesediaan Keikutsertaan peserta
Desa BRILiaN 2024 yang
ditandatangani oleh Kepala Desa dan perwakilan epserta desa dalam memastikan
komitmen mengikuti program tersebut. Form Kesediaan Keikutsertaan dapat diakses
melalui link bBRI.id/suratkesediaandesaBRIlian24.
Kedua
berupa Klusterku Hidupku. Klusterku Hidupku merupakan kelompok usaha yang
terbentuk didasarkan kepada kesamaan kepentingan, kondisi lingkungan, sampai
keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggotanya. Pengelolaan
akan program tersebut meliputi beberapa aspek kepentingan seperti pemasaran
produk yang terintegrasi untuk menjangkau pasar yang lebih luas sampai
kunjungan identifikasi untuk membantu membentuk paguyuban atau kelompok yang
solid.
Tidak
hanya itu saja pada pencatatan data melalui aplikasi klasterkuhidupku.BRI.co.id menjadi krusial untuk
memantau terhadap perkembangan anggota seperti jumlah pinjaman dan simpanan.
Melalui permberdayaan akan program tersebut khususnya melalui literasi,
pelatihan, sampai dukungan sarana maupun perasana. Semua hal tersebut dilakukan
untuk dapat memastikan bahwa setiap anggota memiliki kemampuan yang baik dalam
mengelola usaha ke arah yang lebih baik. Belum lagi dengan eksekusi target
bisnis yang jelas ditopang oleh monitoring dan evaluasi berkala sehingga mampu
memperkuat keberlanjutan dan kesuksesan kluster tersebut.
Contoh
sukses dari program tersebut dirasakan oleh seseorang yang bernama Ainur
Rohmatin yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur dengan usaha berupa Telur Asin
Sabiq. Menariknya dari perjalanan Ainur Rohmatin yang merupakan Ketua Kelompok
dari Klaster Telur Asin Sabiq Bejo yang ada di daerahnya.
“Usaha
telur asin ini dimulai sejak 2009. Kondisi perekonomian keluarga saya saat itu
sedang minus, karena ada utang. Lalu, saya memutar otak untuk mencari cara agar
bisa memenuhi kebutuhan hidup. Munculah ide beternak bebek. Ternyata dari 25
ekor bebek, mampu bertelur sebanyak 23 butir. Namun, jika dijual langsung harga
telur bebek terbilang murah, sehingga saya mencari cara untuk meningkatkan
harganya dengan menjadikan telur asin matang, harga jualnya pun jadi
meningkat,” ungkap Ibu Ain.
Pada
usaha telur asin yang dijalaninnya tidaklah susah karena membutuhkan gamar dan
bata merah dalam mengubah telur bebek menjadi telur asin. Pada produk yang
dihasilkan tentunya ada perbedaan akan telur asin Brebes karena lama prosesnya.
Untuk telur asin Brebes proses yang dibutuhkan selama 10 hari sedangkan produk
telur asin yang dihasilkan Ibu Ain hanya membutuhkan 10 hari.
Di
awal-awal merintis usaha yang dijalani hanya mengeluarkan modal Rp 70.000.
Tidak hanya itu saja produksi telur asin yang dihasilkan hanya 20 butir. Tetapi
seiring waktu proses produksi mengalami peningkatan menjadi 50 hingga 100 butir
per minggi. Ketika sampai di akhir tahun 2015 klaster usaha yang dilakukan
telah berhasil memproduksi 1.500 sampai 2.00 butir per minggu. Produksi telur
yang dihasilkan juga tidak hanya berfokus kepada telur asin biasa tetapi juga
berupa telur asin asap.
Sebagaimana
usaha lainnya saat terjadi pandemik pastinya berdampak kepada setiap bisnis
salah satunya dirasakan oleh Klaster Usaha Telur Asin Sabiq yang sempat goyah.
Hal tersebut karena adanya pembatasan kegiatan yang membuat distribusi telur
dari para pengrajin ke penjual menjadi terhambat. Mau tidak mau kondisi
tersebut berdampak kepada agen sampai reseller yang menjadi sulit dalam
memasarkan produk telur asin yang diproduksi. Menyikapi permasalahan tersebut
membuat Ibu Ain melakukan solusi dengan cara memutar otak.
Hasil yang dilakukan
berupa membuat produk turunan dengan menggunakan bahan dasar telur asin. Bentuk
produk turunan yang dihasilkan seperti beragam varian telur asin, sambal telur
asin, kerupuk telur asin, sampai abon telur asin. Berbagai produk turunan yang
dihasilkan mampu mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai UMKM
berprestasi. Tidak hanya itu saja pada Desember 2020 kegiatan yang dilakukan
tersebut mampu mendapatkan label sebagai UMKM yang survive di masa pandemik.
Ketiga
berupa Kredit UMKM BRI. Pada produk
tersebut menjadi solusi secara finansial untuk mendukung pengembangan usaha
mikro, kecil, dan menengah. Salah satu produk unggulan tersebut dikenal dengan
nama Kredit Usaha Mikro. Kredit tersebut ditunjukan kepada individu atau
koperasi dalam menjalankan usaha yang produktif dengan batas kredit mencapai Rp
500 juta.
Untuk dapat merasakan produk tersebut seseorang harus memiliki
beberapa persyaratan seperti usaha yang aktif minimal selama enam bulan, tidak
sedang menerima kredit dari perbankan untuk kebutuhan konsumtif, sampai
melengkapi dokumen administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, dan surat izin
usaha. Keberadaan akan jaminan dari Perusahaan Penjamin membuat Kredit Usaha
Mikro menjadi pilihan yang tepat bagi para pelaku usaha untuk membutuhkan modal
kerja atau investasi.
Tidak
hanya itu saja pihak BRI juga
menawarkan KUR Kecil yang dirancang untuk memberikan dukungan lebih lanjut
kepada para pelaku usaha. Dimana KUR Kecil BRI merupakan kredit modal kerja dan investasi dengan plafon yang bervariasi antara
Rp 50 juta hingga Rp 500 juta. Tentunya para calon debitur harus dapat memenuhi
persyaratan seperti memiliki usaha yang aktif, produktif minimal selama enam
bulan, sampai tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali untuk
keperluan konsumtif seperti KPR, KKB, atau Kartu Kredit.
Tidak hanya itu pihak
calon debitur juga harus diwajibkan memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil
(IUMK) atau surat izin usaha lainnya yang diakui. Terpenuhinya beberapa
persyaratan membuat calon debitur mampu merasakan layanan tersebut demi
mengembangkan usaha serta meningkatkan daya saing di pasar.
Pada
dasarnya ada banyak sekali produk layanan yang difokuskan kepada UMKM diberikan
oleh pihak BRI dari sekian banyak
telah dipaparkan di atas. Apakah para pembaca memiliki pemikiran yang berbeda
akan produk layanan dengan fokus UMKM pada BRI?.
Jika ada maka tidak ada salahnya untuk memaparkan perbedaan tersebut didalam
kolom komentar.
Untuk
memberikan layanan terbaik kepada para UMKM maka dibentuknya Holding Ultra
Mikro (UMi). Pembentukan tersebut ditandai dengan adanya penandatanganan Akta
Inbreng Saham Pemerintah kepada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal
negara dengan BRI sebagai induk
holding. Hal tersebut dilakukan pada tanggal 13 September 2021 yang menjadi
langkah strategis untuk memperkuat layanan keuangan untuk segmen ulta mikro.
Penggabungan tiga kekuatan entitas berupa BRI,
Pegadaian, dan PNM memberikan peran penting untuk memperluas layanan keuangan
secara spesifik bagi masyarakat.
Pihak BRI dikenal memiliki kekuatan dalam
melakukan pemberdayaan UMKM. Pihak Pegadaian memiliki keahlian dalam mengurusi
berbagai produk gadai sampai tabungan emas. Sedangkan untuk PNM telah lama
memiliki fokus kepada pembiayaan dalam usaha prasejahtera. Kini dengan
bergabungnya tiga perusahaan tersebut dalam satu kesatuan berupa Holding Umi
telah mampu melayani 35,6 juta nasabah ultra mikro. Dengan jumlah tersebut maka
secara total penyaluran kredit yang dilakukan telah mencapai Rp 311 Triliun
pada akhir Juni 2024. Tidak hanya itu Holding UMi juga secara terus menerus
memperluas layanan ditopang oleh 1.025 Unit Senyum yang tersebar di seluruh
Indonesia. adanya Unit Senyum tersebut mampu memberikan akses 15,5 juta kepada
masyarakat terhadap Tabungan Simpedes UMi untuk mendorong budaya menabung dan
transaksi digital.
Berbagai
pancapaian tersebut menjadi komitmen Holding UMi untuk terus meningkatan
layanan keuangan bagi masyarakat. Kolaborasi yang dilakukan oleh ketiga entitas
tidak hanya berfokus kepada produk keuangan tetapi juga mengembangkan kapasitas
nasabah melalui berbagai program edukasi seperti Pertemuan Kelompok Mingguan,
penggunaan rekening bank, dan pelatihan usaha. Tidak hanya itu saja melalui
pembentukan Holding UMi mampu menarik lebih 400 ribu AgenBRILink dengan pendapatan tambahan mencapai Rp15 miliar dari komisi
transaksi yang dilakukan. Berbagai pencapain yang diraih oleh Holding UMi
tentunya didukung oleh produk dan layanan kuat. Namun nyatanya tidak hanya itu
saja terdapat elemen kunci pendukung berupa budaya kerja kolaboratif melalui
Culture Activation Program (CAP) BRIGADE
MADANI.
Dimana
CAP ini mampu menjadi pondasi atas integrasi budaya kolaborasi, inovasi, sampai
sinergi yang dilakukan antara pihak terlibat dalam mendorong agar berpikir
sampai bertindak sebagai bagian ekosistem berupa Holding UMi. Secara aktivitas
dari CAP BRIGADE MADANI terdiri dari
enam program utama berupa SERBU, LAT-GAB, LAN-GAB, 3 NO's 1 CORSA, SERLOK, dan
POSKO SENYUM. SERBU lebih menekankan kepada integrasi terhadap model bisnis
sampai pencapaian cashless disbusement terhadap produk lintas entitas. LAT-GAB juga
memiliki fokus kepada pelatihan gabungan dalam meningkatkan kompetensi
karyawan. LAN-GAB mampu mendukung cross-selling produk lintas entitas
menggunakan Senyum Mobile. SERLOK mampu menyelaraskan strategi lokal terkait
peluang cashless. Sedangkan untuk POSCO SENYUM merupakan pusat pemberdayaan
terhadap karyawan dengan berbagai kegiatan formal dan informal yang memperkuat
integrasi dan sinergi tiga entitas.
Dengan
adadanya enam inisiatif strategis tersebut mampu menjadi pilar aktivitas
bersama untuk mendorong keterlibatan karyawan untuk koodinasi dan kerjasama
untuk menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi. Bahkan operasional dari
LAT-GAB secara rutin dilakukan sebagai bentuk penyegaran bagi para UMi Leaders
dengan lebih 1.000 Leaders telah berpartisipasi. Tentunya adanya aktivitas
tersebut mampu menjadi bekal penting untuk dilanjutkan sehingga mampu
bertransformasi menjadi booster peningkat kapabilitas Tenaga Pasar ketiga
Entitas dalam menjangkau nasabah ultra mikro secara efektif.
Sedangkan
adanya operasional POSCO SENYUM melibatkan 378 cabang BRI termasuk didalamnya adanya operasional 5.000 BRI Unit yang tersebar di seluruh
wilayah Indonesia. Jumlah tersebut mampu menarik lebih dari 51.000 peserta
untuk berpartisipasi mulai dari top manajemen hingga karyawan berasal dari PNM, BRI, sampai Pegadaian. Melalui
pembentukan Holding UMi mampu memperkuat upaya inklusi keuangan sampai
memberdayakan lebih banyak masyarakat “BRIGADE
MADANI”. Dapat dikatakan ungkapan tersebut merupakan semangat kolektif dalam
menyatukan demi mewujudkan inklusi keuangan yang lebih baik.
Sehingga
dalam BRIGADE MADANI tersebut dapat
menjadi simbol ONE CULTURE AKHLAK yang dilakukan pada Holding Ultra Mikro.
Terlebih lagi didalam Holding tersebut selalu mengintegrasikan nilai-nilai
AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) dalam setiap
operasionalnya baik secara pelayanan kepada nasabah maupun interkasi secara
internal antar karyawan. Fokus dari sinergi lintas entitas dalam hal ini berupa BRIGADE MADANI selalu menegaskan
terhadap pentingnya supaya budaya kerja yang kohesif dan berbasis nilai
bersama.
Pada
akhirnya dapat dikatakan bahwa BRIGADE
MADANI merupakan jantung atas transformasi akan Holding Ultra Mikro membuat
nasabah merasakan layanan keuangan yang inklusif tetapi menyatukan seluruh
pekerjaan dalam satu semangat kolaborasi. Sinergi akan lintas entitas tersebut
dapat memberikan dampak secara tidak langsung memperkuat budaya kerja dengan
menjadikan setiap individu menjadi bagian penting dalam perjalanan atas
perubahan yang berkelanjutan. Diujung semua tersebut diharapakan akan dapat Pemberdayaan UMKM dan UMi yang akan
memberikan dampak kepada sisi ekonomi masyarakat Indonesia. Dengan kuatnya sisi
ekonomi akan dapat membuat realisasi Indonesia Emas 2045 semakin besar dan
nyata dalam kehidupan sehari-hari.