Harus diakui bahwa Indonesia merupakan
negeri yang dibangun oleh berbagai harapan masyarakat dengan latar belakang yang
berbeda-beda. Belum lagi di antara ribuan pulau, beragam budaya, sampai
kehidupan masyarakat yang berbeda-beda tetapi memiliki satu kesamaan berupa
keinginan. Dimana secara spesifik satu keinginan tersebut yaitu mendapatkan
kehidupan yang lebih baik daripada sebelumnya pada berbagai bidang. Harapan
tersebut muncul dari keluarga-keluarga kecil di masyarakat Indonesia yang
selalu bekerja keras sampai rela mengorbankan waktu sampai tenaga setiap
harinya. Tidak jarang bagi banyak keluarga di Indonesia berbicara mengenai masa
depan tidak hanya ditunggu melainkan untuk diperjuangkan sedikit demi sedikit.
Banyak sekali jalan yang dipercaya oleh
masyarakat dalam menuju kehidupan yang lebih baik salah satunya melalui
pendidikan. Di Indonesia pendidikan berbicara mengenai pendidikan tidak hanya
dipandang sebagai tempat untuk memperoleh ilmu atau mengejar selembar ijasah
semata. Pandangan masyarakat telah sejak lama cukup dalam menjadi jalan untuk
membentuk cara berpikir, memperluas kesempatan, sampai menata masa depan.
Melalui pandangan tersebut membuat banyak orang tua yang rela mengupayahkan
pendidikan setinggi mungkin bagi buah hatinya. Setelah itu ada sebuah harapan
nantinya sang anak akan memiliki kehidupan yang lebih baik serta menjadi
manusia yang tidak hanya berilmu tetapi berakhlak. Namun kenyataan dilapangan
harapan besar tersebut dalam perjalanan pendidikan tidak selalu mulus. Perjalanan
panjang sampai berliku membawa seseorang pada sebuah tempat yang tujuannya
tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Secara gambaran pendidikan Indonesia
dapat dilihat melalui Programme for International Student Assessment (PISA).
Dapat dikatakan bahwa PISA merupakan sebuah penilaian internasional yang
diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development
(OECD) dalam tiga tahun. Disamping itu PISA juga dapat menjadi acuan untuk
melihat atas kemampuan peserta didik dalam membaca, matematika, dan sain
diberbagai negara. Berdasarkan hasil observasi PISA memaparkan bahwa kemampuan
siswa Indonesia mengalami penurunan. Sisi kemampuan membaca skor Indonesia yang
awal berada di angka 397 pada 2015 turun menjadi 371 pada 2018. Sisi matematika
juga mengalami penurunan dari 386 menjadi 379 sedangkan dari sisi kemampuan
kinerja sains turun dari 403 menjadi 396.
Didasarkan data tersebut mampu menjadi
gambaran atas kenyataan bahwa pendidikan Indonesia yang dijalankan tidak
semulus sesuai harapan dalam teori-teori pendidikan. Dimana harapan yang
diekspektasikan begitu tinggi tetapi dalam pelaksanaannya terdapat berbagai
tantangan yang menghatam ekspekstasi tersebut. Terjadinya penurunan atas hasil
PISA harus dapat menjadi bahan evaluasi atas proses pendidikan yang berlangsung
serta beberapa bagian perlu diperbaiki. Sebab pada akhirnya membahas mengenai
kualitas pendidikan didalamnya terdapat sosok para individu yang sedang
berjuang dengan kemampuan, keadaan, dan perjalanan kehidupan masing-masing.
Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sosok perubahan atau biasa dikenal dengan
nama agent of change dalam operasional pendidikan. Salah satu sosok agent of
change dalam bidang pendidikan Indonesia menurut pandang penulis bernama Dr.
Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd.
Siapa itu Dr. Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd???
Sosok yang dikenal dengan nama lengkap
Dr. Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd. juga dikenal oleh masyarakat dengan sangat
akrab melalui sapaan yaitu Omjay. Omjay sendiri lahir di Jakarta pada
tanggal 28 Oktober 1972. Sepanjang perjalanan kehidupannya sosok Omjay tidak bisa dilepaskan atas dunia
pendidikan dan perkembangan teknologi. Hal tersebut dibuktikan atas
pengabdiannya sebagai guru mata pelajaran TIK/Informatika pada SMP Labschool
Jakarta sejak tahun 1992. Namun sepanjang kiprahnya sosok Omjay tidak hanya menjadi seorang guru didalam ruang kelas saja.
Dikenal oleh masyarakat Omjay sebagai Guru Blogger Indonesia karena konsisten dalam membangun ruang pada
bloger. Dimana dalam blogger yang dikelola oleh Omjay digunakan untuk melakukan penulisan, berbagi pengalaman,
manyampaikan pendidikan, sampai membangun komunikasi baik itu sesama guru
maupun masyarakat yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan.
Perjalanan Omjay pada dunia pendidikan tidak hanya berfokus menjadi sosok guru saja tetapi juga menjadi sosok pelajar demi menggembangkan dirinya di tengah perubahan zaman. Hal tersebut dibuktikan bahwa Omjay terus belajar dan menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi. Untuk jenjang pendidikan S1 Pendidikan Teknik Elektro di IKIP Jakarta sedangkan pendidikan lanjutan untuk S2 mengambil Teknologi Pendidikan di Pascasarjana UNJ. Setelah itu sosok Omjay melanjutkan pendidikan doctor pada bidang Teknologi Pendidikan pada 2022.
Disertasi yang dibuat oleh Omjay membahas mengenai “Pengelolaan
Blog Kolaboratif untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa”. Topic yang
diangkat tentunya selaras dengan aktivitasnya dalam mengembangkan literiasi
digital yang dikolaborasikan dengan budaya menulis. Disamping mengenyam
pendidikan sosok Omjay tetap
menjalankan profesinya sebagai guru Informatika dengan menjadi sosok lain
seperti penulis, narasumber, sampai penggerak namun tetap berkaitan dengan
pendidikan. Blog pribadinya juga menjadi ruang yang sangat efektif dalam
berbagai pengalaman, gagasan, materi pembelajaran, sampai kegiatan yang
berkaitan dengan guru ataupun pendidikan.
Dari sekian banyak hal ada yang selalu
menarik dibawa oleh sosok Omjay yaitu bagaimana menulis dan teknologi dipandang sebagai bagian perjalanan
menjadi seorang guru untuk terus berbagi. Melalui media blog yang dikolaborasi
berbagai kegiatan yang dilakukan mendorongnya untuk tidak hanya menyimpan
secara mandiri tetapi menuangkan dalam bentuk tulisan agar dimanfaatkan oleh
banyak pihak. Terlebih lagi Omjay tercatat juga sebagai salah satu penggagas akan Komunitas Belajar Menulis
Nasional (KBMN) PGRI.
Belum lagi Omjay juga terlibat dalam berbagai kegiatan literasi dan
pengembangan professional guru. Semangat kontribusi yang diungkapkan oleh Omjay kini selalu ditampilkan pada blog
pribadinya dengan slogan “Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi”.
Slogan tersebut menjadi bagian atas gambaran tentang bagaimana seseorang tenaga
pendidik untuk terus berusaha, beradaptasi, belajar, dan berbagai
ditengah-tengah perubahan pendidikan Indonesia kearah yang lebih baik. Setelah itu
kini pastinya para pembaca sekalian memiliki sebuah pertanyaan sebagai berikut:
Apa kontribusi yang dilakukan oleh Omjay secara nyata dilapangan pada dunia pendidikan untuk menginspirasi negeri???
Kontribusi pertama yang dapat terlihat
dengan mata telanjang pada dunia pendidikan melalui LAB MAYA. Dapat diartikan
bahwa LAB MAYA merupakan pembelajaran Informatika yang dikembangkan untuk para
siswa dan siswi berada dikelas 8. Materi tersebut dapat diakses oleh semua
oihak melalui blog yang dimilikinya sejak tanggal 26 Agustus 2026. Disamping
itu materi yang diberikan juga mengajak para siswa dan siswi untuk mempelajari
akan himpunan data yang terstuktur melalui pendekatan yang lebih aktif atas
konsep “Detektif Data”. Para siswa dan siswi juga pada materi tersebut
diarahkan untuk membaca materi yang ditampilkan untuk dilakukan uji coba secara
mandiri. Dimana uji coba tersebut melalui berbagai hal seperti modul
Informatika kelas 8, e-modul interaktif, materi data detective, hingga 35 soal
aktivitas siswa.
Adanya LAB MAYA tidak hanya berfokus
kepada sisi penyampaian materi pada kelas semata. Melalui kehadiran tersebut
dapat menjadi sumber belajar digital yang dapat diakses dan dicoba oleh seluruh
siswa dan siswi secara mandiri. Dalam unggahan pada bloggernya sosok Omjay mengajak para siswa dan siswi
untuk mengakses sampai mempelajari secara satu per satu bahan yang tersedia.
Setelah itu diharapakan para siswa dan siswi untuk mencoba, bertanya, dan
memberikan tanggapan pada kolom komentar. Penerapan pola pendidikan tersebut
diharapkan dapat menghadirkan pembelajaran Informatika menjadi lebih interaktif
dan mandiri bagi para siswa dan siswi.
Kontribusi kedua yang dilakukan oleh Omjay berupa mengadirkan buku yang
berisi panduan lengkap. Secara contoh judulnya berupa Panduan Lengkap Belajar Python
untuk Pemula bagi para siswa dan siswi kelas IX SMP Labschool Jakarta. Materi
dipublikasikan pada blogger milik Omjay pada tanggal 27 Juli 2027 untuk membuat para siswa belajar pemrograman dari
dasar hingga mampu mengaplikasikan secara mandiri. Diawal-awal pembelajaran
membahas mengenai pengenalan Python, instalasi, program pertama, variabel,
input-output, operator, percabangan, perulangan, string, list, fungsi, scope,
hingga return. Susunan materi antar bab juga sangatlah mudah dipahami sehingga
para siswa dapat membangun akan kemampuan berpikir logis, sistematis, kreatif,
sampai memecahkan masalah melalui computational thinking.
Dalam buku yang dibuat juga dilengkapi
praktik, tantangan, proyek, sampai latihan secara mandiri selama 30 hari. Hal
tersebut bertujuan untuk mendorong para siswa dan siswi untuk tidak hanya
berfokus kepada pemahaman teori semata. Maka dari itu Omjay selaku pembuat buku tersebut juga mendorong para siswa dan
siswi untuk melakukan berbagai proyek sederhana seperti biodata siswa,
kalkulator, pengolahan nilai, daftar belaja, sampai proyek akhir berupa system
akademik sederhana. Dalam buku tersebut didorong para siswa dan siswi untuk
membiasakan diri dalam menulis kode, memahami error, berdiskusi dengan teman
sejawat dan guru, sampai membuat berbagai proyek yang bermanfaat bagi kehidupan
sehari-hari.
Kontribusi ketiga yang dilakukan oleh Omjay dalam dunia pendidikan berupa
membuat berbagai tulisan pendidikan yang dibuat secara konsisten pada blog
pribadinya. Salah satu tulisan memiliki judul “Pembelajaran Mendalam di Era
Digital: Jalan Pendidikan Indonesia yang Berpusat pada Murid” yang
dipublikasikan tanggal 9 Januari 2026. Tulisan yang dibuat tersebut secara
spesifik bahwa para guru dan pembaca untuk diajak terlibat dalam kemajuan
teknologi yang kian maju dengan diikuti dengan kemampuan murid untuk memahami,
mengolah, sampai memaknai pengetahuan. Disamping itu Omjay juga menekankan akan pentingnya pembelajaran untuk mendorong
para murid agar berpikir kritis, reflektif, berdialog, berkolaborasi, sampai
menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.
Kebiasaan menulis serta membagikan
berbagai gagasan dilakukan Omjay pada media blognya dapat diakses secara luas. Tulisan mengenai pembelajaran
yang mendalam menggambarkan akan bagaimana seseorang guru dapat menggunakan
media digital untuk mengajar para peserta didik. Dalam tulisan juga ditekankan
untuk melakukan diskusi mengenai perubahan peran guru, budaya belajar,
pemanfaatan teknologi, hingga pentingnya penilaian yang memanusiakan murid.
Tidak hanya itu dalam blognya juga memuat berbagai tulisan serta bahan
pembelajaran lainnya sehingga aktivitas menulis mampu menjadi upayah dalam
berbagai pengetahuan kepada masyarakat secara luas. Pada dasarnya cukup banyak
sekali kontribusi yang dilakukan oleh Omjay namun salah satunya telah dipaparkan diatas.
Walaupun sudah ada sosok-sosok agent of
chance seperti Omjay dalam dunia
pendidikan namun terkadang sering terbentur atas pandangan kurang baik dari
masyarakat terkait potensi anak-anak Indonesia. Pandangan tersebut seperti
keterbatasan kemampuan seseorang anak karena berbagai faktor. Namun nyatanya
pandangan tersebut dipatahkan secara mudah oleh Profesor Yohanes Surya yang
datang ke pedalaman Papuan untuk mencari anak-anak yang dianggap tertinggal
dalam jalur pendidikan. Tentunya penanganan yang dilakukan oleh sang Profesor
menggunakan metode pembelajaran yang tepat, pendampingan secara intensif, serta
kesabaran dalam proses belajar. Hasil dari metode yang diterapkan berhasil
meraih label sukses terlihat dari banyaknya penghargaan yang dilakukan.
Penghargaan tersebut didapatkan dalam ajang Olimpiade Sains tingkat Asia dengan
meraih 4 medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Disamping itu juga banyak sekali
penemuan-penemuan terbaik dari kemampuan dan kreativitas anak bangsa yang
mengguncang dunia. Salah satu contohnya yaitu pondasi cakar ayam yang ditemukan
oleh Prof. Ir. R.M. Sedyatmo pada tahun 1961. Inovasi tersebut terjadi pada
bidang teknik sipil yang terlahir dari upaya system pondasi yang mampu
memberikan daya dukung yang kuat pada kondisi tanah tertentu. System ini
memiliki stuktur berupa pelat beton yang diperkuat oleh pipa-pipa beton yang
menyerupai cakar ayam dan telah diaplikasikan pada berbagai proyek infrastuktur
seperti landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta. Dua contoh menunjukan bahwa jika
anak-anak Indonesia yang berstatus pelajar mendapatkan kesempatan untuk
belajar, berpikir, mencoba, dan mengembangkan gagasanya keterbatasan yang ada
tidak akan lagi menjadi penghalang untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat
bagi masyarakat luas.
Pada akhirnya berbicara mengenai perjalanan pendidikan Indonesia tidak hanya berbicara mengenai angka, peringkat, atau seberapa tingginya seseorang menyelesaikan jenjang pendidikan tertinggi. Dibalik itu semua terdapat manusia yang memiliki kesempatan, perjuangan, kegagalan, sampai potensi yang berbeda-beda. Sosok seperti Omjay mampu menjadi contoh yang menunjukkan bahwa perubahan dalam dunia pendidikan tidak selalu harus dimulai atas sesuatu yang besar. Melalui sebuah tulisan yang dibagikan melalui blog mampu menjadi bahan pembelajaran yang dapat diakses oleh banyak siswa dan siswi yang terhalang oleh jarak dan waktu.
Bahkan hanya melalui gagasan diciptakan
mampu mendorong baik itu guru sampai peserta didik agar terus belajar menjadi
langkah kecil tetapi memberikan manfaat yang cukup banyak bagi banyak orang. Begitu
pula dengan banyak kisah anak-anak Indonesia yang memiliki prestasi setelah
mendapatkan kesempatan dan pendampingan yang tepat. Disinilah menulis kini
memiliki arti yang cukup luas tidak hanya sekedar menyusun kata-kata tetapi
menyimpan pengalaman, membagikan pengetahuan, sampai menyalakan harapan bagi
orang lain.
Melakukan kegiatan menulis untuk meninggalkan
jejak pemikiran untuk dapat dibaca, dipelajari, dan dikembangkan kepada
generasi berikutnya. Sebuah tulisan yang dibuat mungkin dimulai dari sebuah
meja yang sederhana atau layar computer yang dikolaborasikan atas pengalaman
pribadi seseorang. Walaupun demikian tidak ada yang dapat mengetahui akan
sejauh mana tulisan tersebut berjalan dan manfaat yang diberikan olehnya. Oleh karena
itu pendidikan membutuhkan banyak sekali orang-orang yang tidak hanya mau
belajar tetapi juga berbagi melalui karya berupa tulisan. Sebab jika pengetahuan
hanya dikonsumsi secara mandiri maka manfaat akan berhenti padanya namun ketika
pengetahuan dituliskan serta dibagikan maka akan memberikan banyak manfaat
bahkan dapat mengubah dunia kearah yang lebih baik. Maka dari itu “Menulislah Setiap
Hari & Buktikan Apa yang Terjadi” akan tidak menjadi sebuah ajakan dalam
menghasilkan tulisan tetapi menjadi pengingat bahwa dari kata-kata yang
dianggap sederhana akan mampu menginspirasi. Menulislah untuk Indonesia agar
dapat memberikan berarti bagi negeri.
Sumber tulisan, gambar, dan video:
- https://www.detik.com/edu/infografis/d-4809492/kualitas-pendidikan-indonesia-menurun
- https://wijayalabs.com/2026/08/26/lab-maya-kelas-8-informatika/
- https://wijayalabs.com/2026/07/27/panduan-lengkap-belajar-python-untuk-pemula/
- https://wijayalabs.com/2026/01/09/pembelajaran-mendalam-di-era-digital-jalan-pendidikan-indonesia-yang-berpusat-pada-murid/
- https://www.instagram.com/p/DYmgK2tFIcp/
- https://www.youtube.com/watch?v=Wph7QzLGDMU&t=4s
- https://www.youtube.com/watch?v=c6e9nRONVT0
- https://pixabay.com/id/photos/bali-tradisi-indonesia-orang-bali-4319964/







Belum ada tanggapan untuk "Menyalakan Harapan Untuk Negeri melalui Pendidikan"
Posting Komentar